Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]> on 03/12/99 10:23:26 AM
Please respond to [EMAIL PROTECTED]
To: "'Tasawuf'" <[EMAIL PROTECTED]>
cc: (bcc: Wargino Sihim)
Subject: [Tasawuf] [8/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....
>[8/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....
>Bismillahirrahmanirrahim
>Assalamu'alaikum wr.wb.
Wa'alaikum salam wr wb,
> Topik kedelapan : Seputar penyaliban Nabi Isa ....6)
> Dosa warisan dan Penebusan dosa.............2)
>Bukti lainnya juga mengenai ketidakbenaran ajaran tsb kita peroleh
>daripada keyataan bahwa Penebusan Dosa Yesus sekali-kali tidak mampu
>membersihkan hati manusia selama seribu sembilan ratus sembilan puluh
>enam tahun semenjak "anak Allah" menitis kedalam rahim Siti Maryam.
>Setiap tahun selalu saja terbit daftar-daftar yang sarat dengan catatan
>mengenai peristiwa-peristiwa pelanggaran hukum didunia Kristen.
>Seadainya dikatakan bahwa mereka melakukan yang melakukan tindak
>pelanggaran hukum tidak mematuhi Al-Kitab atau Bibel, lantas kembali
>kita ajukan pertanyaan :"Kalau demikian keadaannya maka apa gunanya
>Penebusan Dosa itu?" Jika dikatakan bahwa hikmah Penebusan Dosa itu
>terletak pada bahwa ajaran tsb menghilangkan dampak buruk, maka dapat
>juga kita katakan bahwa hal inipun salah.
Itu menurut pemahaman anda, sebaiknya kalau anda ingin tahu yang sebenarnya
bisa ditanyakan kepada ahlinya. Bukannya 'ngrumpi' di milis macem ini.
(maaf ini hanya saran... kalau diterima).
>Jika Penebusan Dosa membuahkan tukang yang pandai, tukang tembok yang
>terampil, buruh yang baik dan engineer yang brilliant maka kita
>bersedia mengakui bahwa Penebusan Dosa Yesus telah menghasilkan buah
>yang baik. Akan tetapi, jika dikatakan bahwa tujuan agama ialah agar
>manusia mencapai martabat kesucian rohani , maka dalam hal ini agama
>Kristen tidak berhasil. Bahkan penulis-penulis Eropa dan Amerika pun
>mengakui bahwa didalam kawasan akhlak dan kesucian batin dunia Islam
>lebih maju katimbang dunia Kristen.
Alhamdulillah, semoga mereka yang belum suci mendapat petunjukNya.
>Dikatakan bahwa keadilan Tuhan tidak dapat disempurnakan kecuali dengan
>jalan Penebusan Dosa Yesus. Akan tetapi ajaran itu sendiri melanggar
>norma keadilan, sebab Yesus sendiri adalah pribadi yang tidak berdosa.
>Adalah tidak adil kalau mengalihkan beban yang harus dipikul oleh orang
>yang berdosa kepada orang yang tidak berdosa. Orang-orang Kristen tentu
>akan menjawab bahwa Yesus berkuasa atas kehidupannya sendiri dan bahwa
>beliau menyerahkan nyawanya dengan rela hati. Untuk menjawab hal ini
>kita ketengahkan apa yang dijelaskan dalam Matius 26:39 :
>Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa kata-Nya:"Ya Bapaku,
>jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan (kematian) ini lalu dari
>padaku.......
>Kemudian Yesus berseru dengan nyaring dan menyayat hati: "Eli, Eli,
>lama sabakhtani?" artinya Allahku, Allahku kenapa Engkau meninggalkan
>Aku?..... ( Matius 27:46).
>Kedua kalimat doa itu menunjukakan bahwa Yesus sendiri tidak dengan
>penuh suka hati menyerahkan hidup beliau . Namun sekalipun kita
>mengakui bahwa beliau, taruhlah menyerahkan dirinya dengan sukarela,
>kita dihadapkan kepada pertanyaan yang lain lagi yakni: Jika Yesus
>berkuasa atas kehidupannya, tidakkah Tuhan sendiri berkuasa atas
>perbuatan-Nya?Jika Yessu dapat memberikan hidup tanpa pamrih, tidakkah
>Tuhan dapat memberikan hadiah secara cuma-cuma sebagai pengejawantahan
>dari sifat Kasih-Nya? Walhasil hukuman Tuhan yang ditimpakan atas Yesus
>guna menebus dosa-dosa orang lain adalah tidak sejalan dengan peri
>Keadilan-Nya.
Itu hak anda untuk berpendapat demikian. Tapi nampaknya anda terlalu berani
mengukur tingkat keihlasan Yesus kepada tuhannya. Seolah-olah kalau Yesus
masih hidup anda mendikte kepadanya apa yang mesti dia lakukan agar
mendapat
kasih Tuhannya.
>Umat kristen mengatakan ..... bahwa mati adalah upah dari dosa. Mereka
>mengatakan demikian berdasarkan Kitab Suci mereka . Menurut paham ini
>upah dosa orang-orang yang telah dibayar orang lain, tidak perlu mati.
>Yesus telah menebus dosa murid-muridnya dengan kematian beliau sendiri.
>Tetapi, apa yang kita saksikan sepanjang masa? Nasib mereka sama saja
>dengan hamba-hamba Allah lainnya. Baik itu Missionaris-Missionarisnya
>taupun semua orang Kristen laki-laki perempuan dengan tidak memandang
>etnisnya tetap saja menjadi umpan malaikat maut. Semua mereka tetap
>saja mati. Hal demikian menunjukkan bahwa apa yang dinamakan Penebusan
>Dosa itu tidak memberi manfaat apapun kepada orang Kristen. Paham ini
>hanyalah semata-mata suatu khayalan dan tidak kita saksikan buahnya
>dimanapun dimuka bumi ini.
Kalau boleh tahu, umat kristen yang mana mas?
Berapa prosen dari seluruh jumlah umat kristen yang bilang begitu
kepada anda?
>Pada hakikatnya, umat Kristen mempunyai salah pengertian tentang sifat-
>sifat adil dan belas kasih. mereka mengang menganggap belas kasih itu
>lawan dari keadilan. Padahal lawan keadilan adalah bukan lah belas
>kasih atau Mahakasihani tetapi adalah ketidakadilan atau kezaliman.
>Keadilan berarti, seseo rang tidak boleh dihukum, karena kesalahannya
>dengan hukum tidak setimpal dengan kesalahannya Demikian pula
>seseorang harus menerima ganjaran atas amal-amal baiknya secara
>sepantasnya (yakni hukuman karena sebuah kesalahan janganlah hendaknya
>berlebihan dan ganjaran untuk sebuiah perbuatan baik
>janganlah kurang dari kepantasan).
Sekedar saran pak Nadri, tolong penilaian anda itu yang obyektip.
Saya kurang yakin anda mempunyai data yang akurat tentang hal ini. Soalnya
cakupan bicara anda itu luas sekali. Paragraf di atas sepertinya anda
memfonis bahwa seluruh umat Kristen di seluruh dunia itu tidak tahu sifat
adil dan belas kasih. Apakah mamang demikian?
>Tetapi segi pandang umat Kristen, keadilan berarti tidak ada boleh
>seorangpun dikecualikan dari hukuman dan seorang yang berbuat bajik
>tidak boleh menerima ganjaran lebih besar daripada yang semestinya.
>Namun hal yang demikian bukanlah makna kata keadilan. Jika kita
>mengupahkan suatu pkerjaan kepada seorang buruh dengan imbalan sepuluh
>ribu rupiah sehari, tetapi pada petang harinya seusai bekerja kita
>memberinya tujuh ribu rupiah alih-alih sepuluh ribu rupiah, itu
>merupakan suatu perbuatan yang tidak adil. Dan, jika kita memberi lima
>belas ribu rupiah, hal demikian adalah tindakan belas kasih.
Bolehkah saya tanya, dari mana anda mendapat informasi seperti ini?
>Allah jauh dari sifat tidak adil, sebab Dia melimpahkan pahala kepada
>siapapun dengan tidak kurang dari semestinya. Jika dia menganugerahi
>hambanya dengan kadar yang semestinya, Dia itu adil. Akan tetapi Dia
>sesungguhnya Maha Kasihani dengan sifat Kasih sayang sebab Dia suka
>melimpahkan ganjaran dengan kadar yang lebih besar dari semestinya .
Kalimat terakhir ini, apakah itu bebarti Allah suka memberikan sesuatu
yang melampaui batas yang semestinya?
Siapa yang menentukan batas yang semestinya itu, hingga seolah-olah
kalimat itu berkonotasi Allah kurang informasi kalau sudah ada batas yang
semestinya? (maaf saya tidak bermaksud berprasangka buruk dengan Allah SWT,
susah sekali mencari kata yang pas untuk menanyakan hal itu).
>Pendek kata,belas kasih sama sekali tidak bertentangan dengan keadilan.
Bagi Allah, iya itu pasti, tapi bagi manusia prakteknya bisa relatif lho.
>Oleh karena ajaran Kristen tentang Penebusan Dosa itu berlandaskan
>dalil bahwa belas kasih tidak dapat disejajarkan dengan keadilan, maka
>jelaslah ajaran tersebut berdiri diatas landasan yang amat keliru.
Analisa dan pendapat anda itu seandainya anda posting di milis umum
(antar umat beragama) Islam-Kristen misalnya, saya pikir lebih bermanfaat.
Paling tidak bisa sharing informasi dan berada pada tempat yang tepat.
Tapi kalau di milis islam seperti ini, kesan saya kok seperti menggunjing
keyakinan orang lain.
Wallahu a'lam bs,
Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)