Assalamu'alaikum wr wb,
Bismillahirrahmanirrahiim,

Orang-orang Yang Terkelabuhi (1)

1. Pendahuluan (Ghurur)

Ghurur adalah keadaan seseorang yang terkelabuhi hatinya, baik oleh
bisikan syaitan ataupun ilusi dirinya sendiri, sehingga terkuasai oleh
persangkaan yang keliru tentang sesuatu.

Dari kata 'ghurur' terbentuk pula kata 'gharur' yaitu sesuatu yang
mengelabuhi (ada kalanya digunakan pula untuk menyebutkan tentang
syaitan, disebabkan ia adalah penipu yang sangat ulung). Juga kata
'magharur' atau 'mughtarr' yakni yang terkelabuhi. Kata kerjanya  ialah
'gharra' (fi'il madli) dan 'yaghurru' (fi'il mudlari') yang berarti
menipu atau memperdayakan.

Orang-orang yang tidak mudah terkelabuhi adalah orang yang tercerah
nuraninya, jiwa-jiwa mereka "...bagaikan sebuah misykat yang didalamnya
ada pelita. Pelita itu di dalam kaca, dan kaca itu seolah-olah bintang
yang berbinar-binar, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang
diberkati. Yaitu pohon zaitun yang tiada berada di arah timur maupun
barat; yang minyaknya nyaris menerangi walaupun tiada disentuh api.
Itulah cahaya di atas cahaya" QS. An-Nur:35.

Sedangkan orang-orang yang terkelabuhi,".....bagaikan kegelapan
yangberlapis-lapis di lautan yang dalam, diliputi oleh ombak, diatasnya
ombak pula, di atasnya lagi ada awan; gelap gulita yang tindih-menindih;
sehingga apabila ia mengeluarkan tangannya, tidaklah ia dapat
melihatnya. Begitulah barang siapa yang Allah tiada memberinya cahaya,
tiada sedikit pun cahaya yang dipunyainya" QS. An-Nur:40.

Oleh sebab itu, orang yang piawai adalah yang Allah berkehendak memberi
mereka hidayah, dengan melapangkan dada mereka untuk menerima agama
Islam. Sedangkan orang-orang yang kerkelabuhi adalah yang Allah
berkehendak memberikan kesesatan bagi mereka. Yaitu dengan membuat dada
mereka sempit dan sumpek, seolah-olah sedang mendaki dengan susah payah
menuju ketinggian langit. Mereka itulah yang hati nuraninya senantiasa
tertutup, dan karena itu tidak mampu menemukan petunjuk yang  benar bagi
dirinya sendiri. Lalu ia tetap dalam kebutaan, dengan menjadikan hawa
nafsu mereka sebagai pemimpin, dan syaitan sebagai penunjuk jalan. Maka
"barang siapa dalam keadaan buta (hatinya) di dunia ini, di akhirat pun
ia tetap buta, bahkan lebih sesat jalannya" QS. Al-Isa':72.

"..maka  janganlah  sekali-kali  kehidupan  dunia memperdayakan kamu,
dan jangan  (pula)  penipu  (syaitan)  memperdayakan kamu dalam
(mentaati) Allah" QS. Luqman:33

"..namun kalian telah mencelakakan diri kalian sendiri dengan menunggu
(kehancuran kami), dan kalian bersikap ragu-ragu serta diperdayakan oleh
angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah.." QS.Al-Hadid:14.

Rasulullah Muhammad SAAW bersabda "Seorang piawai adalah dia yang
menghinakan hawa nafsunya sendiri dan berbuat demi kehidupan setelah
mati. Sedangkan orang yang dungu adalah dia yang membiarkan dirinya
mengikuti hawa nafsunya, lalu terkelabuhi oleh angan-angan kosong
tentang Allah" HR. Tirmidzi dan Ibn Majah dari Syaddad bin Aus.

Kesimpulannya, apa yang disebut ghurur itu adalah kecenderungan
seseorang kepada sesuatu yang sejalan dengan keinginan hawa nafsunya
sendiri, disebabkan tipu muslihat syaitan. Maka barang siapa mempercayai
bahwa dirinya dalam kebaikan, baik dalam kenyataannya dimasa sekarang
maupun dimasa yang akan datang disebabkan suatu perkiraan yang
menyimpang, maka ia telah dikuasai oleh perasaan ghurur.
Mengenai hal ini, kebanyakan manusia mengira bahwa dirinya berada dalam
kebaikan, sementara hal itu merupakan pemikiran yang keliru. Maka
dapatlah disimpulkan bahwa mereka itu telah dikuasai oleh perasaan
ghurur, meskipun jenis dan ragamnya berlainan, begitu pula tingkatnya
masing-masing. Sebagian mereka lebih berat dan lebih menonjol ghurur-nya
daripada manusia lainnya. Yang paling menonjol dan paling berat adalah
ghurur-nya orang-orang kafir serta para pelaku maksiat dan kedurhakaan.

....Insya Allah bersambung......

Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke