>[EMAIL PROTECTED] wrote:
>Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Wa'alaikum salam wr wb,
>Yth.Mas Wargino,
>Mohon maaf sebelumnya, ada beberapa hal yang belum saya pahami :
>Mas Bambang, sekedar pendapat, setahu saya dzikir itu secara umum
>dilakukan >tanpa batas hitungan. Mungkin sebanyak nafas anda (yang tentu
>saja anda >kesulitan untuk menghitungnya). Walau memang ada dzikir >secara
khusus.
>Oh ya, apakah itu yang disebut dzikir hati ?? Dan ada dzikir khusus ??
>apakah namanya dzikir nyawa ?? atau dzikir apa, bagaimana lafazdnya ??
Kalau anda punya pembimbing,memang sebaiknya ditanyakan kepada beliau.
Disini saya tidak menganjurkan, tapi hanya salah satu saran. Bahwa dzikir
itu prinsipnya 'ingat'. Waktu mengingat ini setiap saat (dzikir umum),
sebagaimana yang tersurat dalam QS.3:191, QS4:103.
Tentang lafazd bisa mengingat salah satu nama Allah, atau menurut petunjuk
pembimbing. Tentang dzikir khusus, biasanya anjuran dari mursyid.
>> Mungkin karena anda kurang memperhatikan 'keindahan' sepanjang jalan.
>> Coba anda perhatikan sepanjang jalan yang anda lalui itu dengan kaca
>> mata yang berbeda dengan yang anda pakai sekarang. Insya Allah anda
>> akan terpesona dengan keindahan sepanjang jalan. Tapi jangan terpaku
>> lho mas, nanti kehabisan waktu.
>Memandang dengan kacamata yang berbeda ??, yah rasanya memang lain dan
>akan menghadirkan rasa syukur yang tiada terhingga atas rahmat yang
>begitu banyak.
>>Tentang waktu, orang yang ikhlash mengharapkan ridlo Allah sebaiknya
>>jangan 'mentarget' kehendak Allah. Waktu itu milik Allah, dan kita
>>terikat dengan waktu-Nya. Berusahalah menghilangkan segala pamrih
>>dan'time line' itu, hanya satu harapan belas kasih Allah SWT.
>Terimakasih mas, terkadang kami memang tidak tahu diri, meminta atau
>mengharap sesuatu tetapi dengan mendikte he he he, seharusnya tanpa
>pamrih, biarlah kehendak Allah yang berlaku, trims.
>>Mursyid memang sebaiknya ada, kalaupun tidak,Allah maha tahu akan
>>ketulusan niat anda. Mohonlah kepada-Nya agar diberikan bimbingan
>>di jalan yang lurus.
>Amin ya rabbal alamin, semoga Allah SWT memberikan bimbingan iman kepada
>saya, namun mohon kesediaannya memberikan arahan kepada saya, saya ini
>ingin mengetahui misi hidup saya, apakah harus dengan "bertemu diri" ??
>lalu bagaimana caranya ?? itulah yang membuat perjalanan saya ini serasa
>belum sampai kearah tujuan itu, apakah dapat membantu ?? Terimakasih.
Untuk mengetahui misi hidup, mungkin ada dua cara:
- minta tolong orang lain yang tahu
- minta sendiri langsung kepada Allah
Kata orang yang sudah bertemu diri, tidak selalu orang yang sudah bertemu
diri itu tahu segalanya, termasuk misi hidup.
Itu semua termasuk rahasia Allah. Orang yang sudah bertemu diripun kalau
ingin mengetahui hal itu tidak tahu dengan sendririnya melainkan mohon
'bocoran informasi' dari Allah. Hanya kelebihannya orang yang sudah bertemu
diri mungkin lebih peka dan mampu mendengar 'informasi itu'.
Jadi bertemu diri bukan satu-satunya syarat untuk mengetahui misi hidup.
Wallahu a'lam.
Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu;alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)