Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
     __________________________________________________________________

     Proses kejadian manusia......2/2
     __________________________________________________________________


     Dalam  keadaan  hewani sebelum dia mengambil bentuk manusia  lebih
     lanjut diterangkan sebagai berikut:

     "Bukankah  telah datang atas manusia satu waktu dari masa,  sedang
     dia    ketika    itu   belum   merupakan   sesuatu   yang    dapat
     disebut"........(QS. 76:1).

     Yakni  memang  dia sudah manusia akan tetapi dia  belum  mempunyai
     kekuatan  otak. Mereka belum saling mengenal dan belum bisa  untuk
     mengingat  yang  lain  .  Mengingat dan mengenal  satu  sama  lain
     adalah  berhubungan  dengan otak. Pada  waktu  itu  otaknya  belum
     berkembang  dan  selama itu dia tidak menjadi hewan.  Akan  tetapi
     suatu   masa  dia  mempunyai  kekuatan  untuk  maju  dan   menjadi
     sempurna.

     Allah  berfirman:  "Sesungguhnya Kami  jadikan  manusia  itu  dari
     nutfah amsyaj".........(QS. 76:2).

     Kemudian   keadaan   hewani   itu   dilanjutkan   dengan   "nutfah
     amsaj"...yang   berasal   dari  kata  "nasyaja".....yang   berarti
     "murakkab  dan  bersatu (Aqrab). Maka arti dari ayat  ini  "nutfah
     insaan" terdiri dari berbagai -berbagai potensi, sedangkan  nutfah
     hewan  yang lain tidak berasal dari nutfah amsyaj, maka dia  tidak
     mampu    untuk    menempuh   bermacam-macam   jalan   perkembangan
     sedangkan  nutfah  manusia mampu melanjutkan  perkembanganya.  Dan
     wujud  yang  akan timbul darinya mempunyai potensi  dan  kemampuan
     yang agung.

     Contoh  bisa  dilihat di alam nyata ini....bahwa  keturunan  hewan
     yang  bukan dari nutfah amsyaj itu sampai sekarang masih mengikuti
     jejak  nenek  moyangnya.  Kera yang sekarang  mempunyai  kemampuan
     seperti  kera  yang ribuan tahun yang lampau. Singa yang  sekarang
     mempunyai  keadaan otak yang sama dengan singa ribuan  tahun  yang
     lalu.  Dan  lihatlah  mansuia  ini...berkat  nutfah  amsyaj  dapat
     melebihi  nenek  moyangnya dahulu kala.  Manusia  sepanjang  zaman
     melahirkan    perbuatan-perbuatan    yang    menakjubkan    dengan
     perantaraan  ilmu  yang dicapainya kian hari bertamaah  maju   dan
     berkembang   terus.   Seolah-olah   kata   "nutfah   amsyaj"   ini
     mengisyaratkan  bahwa manusia  itu adalah "hewanun naatiq"  (hewan
     yang berbicara)...  .....Allahu Akbar....!!

     Sami dan bashir......

     Sejak  manusia  dalam  keadaan hewani , nutfahnya  berbeda  dengan
     dengan  hewan  lain. Didalamnya diletakkan bermacam-macam  potensi
     dan  kemampuan   yang tidak terbatas . Sekalipun  sejak  permulaan
     kejadian  manusia  dari nutfah amsyaj yang  pada  saat  itu  belum
     aktif  dan  secara  langsung belum menjelma  dan  beraksi  ,  akan
     tetapi  secara evolusi dia mulai menjelma. Maka Kami  jadikan  dia
     "sami"  dan  "bashir"  (QS. 76:2). Setelah  kejadian  dari  nutfah
     amsyaj, datang satu periode lagi....yang mana dia mulai aktif  dan
     berekasi  sampai  dia  menjadi samii' dan  bashiir...  Samii'  dan
     Bashiir  bukan  berarti mendengar dan melihat  akan  tetapi  lebih
     dari mendengar dan lebih dari melihat......

     Perkataan sami'i dan bashir tidak dapat dinisbahkan kepada  hewan.
     ia   hanya  dapat  dinisbahkan  kepada  zat  yang  telah  mencapai
     penglihatan  dan  pendengaran  yang  sempurna  sebagaimana   Fiman
     Tuhan:  "Perbandingan   kedua  golongan  itu  (kafir  dan  mukmin)
     seperti  orang  buta dan tuli dengan sami'i dan bashiir  .  Adakah
     kedua  golongan  ini sama sifatnya? Mengapa kamu  tidak  mengambil
     pelajaran?  ......(QS. 11:24). dalam ayat ini sami'i  dan  bashiir
     yang hakiki ialah orang yang sudah mampu memahami kalam Ilahi  dan
     mampu  melihat  Qudrat-Nya. Maka maksud ayat diatas   ialah  untuk
     menjadikan manusia itu bersifat "sami'i " dan "bashiir".

     Didalam  periode  di  mana nutfah amsyaj  sudah  mulai  aktif  dan
     bereaksi   serta  evolusi dan perekembangan  jalan  terus   menuju
     kesempurnaan jasmani dan ruhani.

     "   Kemudian   "nutfah"  itu  Kami  jadikan   "   'alaqah"(...yang
     menggumpal)  ,lalu  'alaqah itu kami jadikan  "mudghah"  (segumpal
     daging)  dan  segumpal  daging itu kami jadikan  tulang  belulang,
     lalu  tulang  belulang  itu kami bungkus dengan  daging.  Kemudian
     kami  jadikan dia "makhluk yang berbentuk lain". Maka  Mahasucilah
     Allah, Pencipta yang paling baik"... (QS. 23:14).

     Perubahan  dari  nutfah  ke  periode  seterusnya   sampai   menuju
     kesempurnaan  "makhluk yang berbentuk lain" menujukkan  kelanjutan
     dan  perkembangan  dari periode sebelumnya...  yang  berawal  dari
     nutfah   amsyaj....  yang  telah  menunjukkan  eksistensi  keadaan
     manusia....  kendatipun  belum  disebut  manusia...  Pada   nutfah
     dimulailah   perkembangan-perkembangan itu. Kehidupan manusia  itu
     telah  ada  cikal bakalnya dalam nutfah itu... benih  manusia  itu
     sesungguhnya telah terkandung dalam nutfah itu...Kalau  seandainya
     kehidupan   itu   datang  belakangan....   masuk   kedalam   rahim
     wanita....  lalu bercampur dengan nutfah itu.... akal  kita  tidak
     bisa   menerimanya,   karena  perkembangan  nutfah   itu   sendiri
     menunjukkan  adanya  benih  atau inti  kehidupan  yang  mengiringi
     perkembangan itu.


     Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya.......


Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32, Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke