Assalamu'alaikum wr.wb.
[EMAIL PROTECTED] wrote:
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> Alhamdulillah, saya sependapat dengan pak Syariefudin, bahwa Allah hanya
> mencipta kecuali hanya kebaikan.
Maaf pak Wargino, ada yang sedikit membingungkan saya pada tulisan bapak di
atas yaitu "Allah hanya mencipta kecuali hanya kebaikan". Mungkin, ini baru
kemungkinan lho pak, yang bapak maksud menurut saya "Allah hanya mencipta
kecuali hanya untuk kebaikan".Dalam pandangan saya saat ini, Allah
menyediakan hal/keadaan yang namanya kebaikan dan keburukan, dan Allah
menginginkan hamba-Nya melakukan (berbuat yang menjadi) kebaikan dan
meninggalkan/menjauhi keburukan. Sebagaimana Allah menyediakan hal yang
namanya perintah dan larangan, dan Allah lebih senang bila hamba-Nya
melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dari pengertian di atas, saya simpulkan bahwa Allah memberikan pilihan kepada
manusia untuk berbuat, tapi ada pilihan dalam berbuat yang memang Allah
kehendaki agar manusia memilih seperti kehendak-Nya. Dan dari pilihan-pilihan
ini Allah sediakan konsekwensinya. Sama keadaannya seperti kita waktu ulangan
dengan jawaban pilihan a,b,c,d di sekolah. Kita diberi kebebasan oleh guru
untuk memilih jawaban. Namun jawaban yang benar adalah yang sesuai dengan
ilmu yang telah disampaikan sebelumnya oleh guru. Seperti kita sekarang boleh
memilih hal kebaikan atau keburukan, namun yang benar adalah yang sesuai
dengan ilmu yang telah disampaikan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw.
Cuma bila kita belum memahami ilmu itu perlu menanyakan kepada yang lebih
mengerti, seperti kita dulu juga akan bertanya kepada teman atau kakak kelas
yang lebih mengerti, bila kita belum mengerti, walaupun ilmu itu telah
dijelaskan oleh guru. Maaf, sekalli lagi mohon maaf, tidak ada maksud daya
untuk menggurui.
> >[Syariefudin Algadrie wrote:]
> >Sekarang, kalau kita perhatikan dengan seksama maka kita akan
> >mendapatkan bahwa pensifatan baik terhadap sesuatu berbeda dengan
> >pensifatan buruk/jelek terhadap sesuatu itu. Maksudnya, sesuatu itu akan
> >dikatakan baik karena adanya kesempurnaannya dan apa-apa yang menunjang
> >keberadaan dan kesempurnaannya itu. Seperti hidup, ilmu dan makanan.
> >Jadi, kebaikan berkenaan dengan keberadaan semua itu. Lain halnya dengan
> >keburukan atau kejelekan. Semuanya itu dikatakan buruk bukan karena
> >keberadaan mereka. Mati, buta, bodoh, racun dan sebagainya itu tidak
> >dikatakan buruk karena diri mereka masing masing. Akan tetapi karena
> >masing masing mereka menerangkan atau menyebabkan ketiadaan. Dikatakan
> >buruk/jelek karena mati menerangkan ketiadaan hidup; buta menerangkan
> >ketiadaan penglihatan; bodoh menerangkan ketiadaan ilmu; racun
> >menyebabkan kematian (ketiadaan hidup) dan seterusnya. Dan kalau bukan
> >karena hal-hal yang ada dibalik mereka (keburukan), maka mereka tidak
> >dikatakan buruk/jelek. Dengan demikian maka jelaslah bahwa sesuatu itu
> >disifati dengan buruk/jelek secara tidak langsung, dan yang secara
> >langsung adalah ketiadaan yang terkandung pada diri sesuatu itu.
>
> >Maka, dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kebaikan bersumber dari
> >keberadaan, sedang keburukan bersumber dari ketiadaan. Dari kesimpulan
> >ini kita dapat menyimpulkan sesuatu yang lain, yaitu karena keburukan
> >bersumber dari ketiadaan maka dia tidak mempunyai eksistensi sebagaimana
> >ketiadaan itu sendiri. Sebab kalau dia itu ada atau mempunyai
> >eksisitensi, maka tidak lagi dikatakan ketiadaan dan akan menyimpang
> >dari sumbernya sendiri. Akhirnya, keburukan sama dengan ketiadaan. Dapat
> >dipahami tetapi tidak mempunyai eksistensi. Kalau demikian halnya maka
> >keburukan tidak memerlukan pencipta, karena memang tidak ada. Sehingga
> >kita dapat menyatakan bahwa semua keberadaan yang diciptakan Tuhan ini
> >adalah baik. Dan, Tuhan tidak pernah menciptakan keburukan. Sebab
Maaf pak Syariefudin, saya belum mengerti "Tuhan tidak pernah menciptakan
keburukan". Bukankan kita juga tidak bisa memungkiri bahwa keburukan sering
terjadi dan bahkan kita menyaksikannya. Lalu darimana keburukan itu? Selain
Allah tidak ada yang wujud dengan sendirinya, bukan? Dan dalam masalah
kebaikan dan keburukan saya lebih cenderung menyebutkan Allah menyediakan
bukan mencipta. Karena kalau mencipta berhubungan sesuatu yangbersifat
materi/benda.
> >keburukan sama dengan ketiadaan, sebagaimana maklum. Allahuakbar.
> >Sungguh Allah lebih Agung dari pada yang dapat kita pahami.
>
> Mohom tambahan penjelasan tiga pertanyaan berikut ini pak :
>
> 1. 'ADA' itu apa?
> 2. Mengapa bisa ada 'ADA'?
> 3. Bilakah berawalnya dan berakhirnya ADA?
>
Wassalam
Agus Haryono
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)