Assalaammu'alaykum wr. wb.

Kita sudah diangkat oleh-Nya sebagai Khalifatullah (Wakil Allah) dibumi ini,
oleh sebab itu kita harus menyuarakan 'aspirasi' Nya yang tersurat didalam
Alqur'an dan Sunnah-sunnah Nya. Oleh sebab itu kita harus memilih seseorang
yang benar-benar menyuarakan 'aspirasi' Nya. Dengan sistim pemilu yang
sekarang ini, tidak memungkinkan hal ini terjadi sebab yang disuarakan
adalah aspirasi rakyat (mahlukNya). Oleh sebab itu, dengan mengikuti Pemilu
sekarang ini berarti kita telah memilih orang-orang yang tidak jelas, tidak
dikenal, masih menganggap Pancasila sebagai dasar negara, masih berorientasi
kebangsaan, masih memperjuangkan partai (bukan memperjuangkan kehendakNya).
Saya kira berdosa kita kalau mengikutinya sebab akan menambah murka-Nya.

Pada masa Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, Khalifah adalah ditunjuk bukan
dipilih rame-rame. Sebab kalau yang rame-rame itu akhlaknya kayak Serbia,
bagaimana ?.

Wa'alaykumsalaam wr. wb.

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke