Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
Mulai saat ini kita akan menerapkan hasil dari latihan-latihan
terdahulu dalam shalat. Apapun nilai yang kita peroleh dari test
minggu lalu, kita perlu mulai menerapkan hasil latihan itu dalam
shalat. Seperti telah disebutkan terdahulu, latihan visualisasi
hanyalah salah satu metode pengendalian pikiran; sedangkan
pengendalian pikiran merupakan aspek utama dalam shalat. Shalat kita
baru boleh disebut khusyu' bila selama shalat pikiran kita tidak
sesaat pun melayang ke hal-hal di luar urusan shalat. Dengan demikian
maka salah satu cara shalat yang khusyu' adalah dengan visualisasi.
Hal ini sangat penting untuk dikemukakan karena shalat khusyu' dapat
juga dilakukan dengan metode lain, dan tidak adil jika kita
membatasinya pada suatu pengertian yang sempit. Bahkan ada suatu
pendapat bahwa shalat itu sendiri merupakan salah satu cara untuk
mencapai keadaan khusyu'.
Dengan membuka pembenaran atas pemahaman-pemahaman yang lain, kita di
sini akan belajar bagaimana memusatkan pikiran ketika shalat. Banyak
obyek yang dapat dijadikan sasaran pemusatan perhatian ketika shalat,
dan kita akan menjelajahinya satu per satu. Dengan cara ini pada
akhirnya kita dapat memilih obyek mana yang paling sesuai bagi diri
kita masing-masing menurut situasi dan kondisi yang ada; misalnya apa
yang baik dipakai dalam shalat sendirian belum tentu baik untuk shalat
berjamaah. Karena kita memulai latihan ini dengan visualisasi, maka
kita memasuki tahap latihan ini dengan memvisualkan bacaan-bacaan
shalat.
LATIHAN PENDAHULUAN:
1. Tulislah seluruh bacaan shalat di atas kertas dengan tangan kita
sendiri. Boleh dengan huruf Arab atau transliterasinya dalam huruf
latin; mana yang terbaik bagi kita masing-masing.
2. Pandanglah dengan saksama tulisan itu, kemudian pejamkan mata dan
bacalah tulisan tadi dengan mata terpejam sambil membayangkan deretan
huruf-huruf yang anda baca. Pusatkan perhatian hanya kepada tulisan
itu. Kalau anda sudah merasa mampu, lanjutkan dengan mempraktekkannya
dalam shalat yang sesungguhnya.
LATIHAN DALAM SHALAT:
1. Lakukan persiapan shalat seperti biasa. Ketika berniat, tandaskan
dalam hati urutan (rukun) perbuatan dan berapa jumlah rakaat yang akan
kita jalani. Ini sangat penting agar bawah sadar kita mengingatkan
kita mengawasi rukun perbuatan, sementara pikiran kita dipusatkan pada
fokus lain. Biasakan agar ketika berdiri membaca takbir pada setiap
awal rakaat, pikiran kita sesaat dilayangkan untuk memonitor nomor
rakaat yang akan kita jalani.
2. Jalankan shalat seperti biasa, dengan perbedaan bahwa kini setiap
kali kita mengucapkan bacaan, perhatian kita terpusat pada deretan
huruf yang pernah kita buat. Pada tahapan ini, kita mengabaikan bunyi
dan arti bacaan shalat. Sasaran yang akan kita capai ialah kemampuan
memusatkan perhatian pada tulisan sejak awal sampai akhir. Mmisalnya,
ketika membaca Al Fatihah, sejak Bismillah sampah Amiin, gambaran
tulisan surat itu selalu muncul dalam pikiran tanpa terputus, dan baru
hilang ketika kita mulai akan memperhatikan membaca surat berikutnya.
LATIHAN SETELAH SHALAT:
Jika pada test yang lalu kita memperoleh nilai C atau D, kita perlu
mengulangi Latihan-6 atau Latihan-7. Latihan ini perlu dilakukan terus
sampai kita benar-benar bisa, yang tercermin dalam kemampuan kita
untuk memusatkan perhatian ketikan shalat.
Minggu depan, insya Allah kita akan belajar shalat dengan memusatkan
perhatian pada obyek lain.
Wassal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)