Wa 'Alaikumus Salam wa RahmatuLlahi wa Barakatuh
Maaf saya belum sempat membaca tulisan mas Sunarman lainnya, meskipun
demikian izinkanlah saya memberi tanggapan terhadap tulisan "Belajar Khusyu'
09" ini.
Terus terang saya tidak setuju dengan cara latihan tersebut, yaitu:
> 1. Tulislah seluruh bacaan shalat di atas kertas dengan tangan kita
> sendiri. Boleh dengan huruf Arab atau transliterasinya dalam huruf
> latin; mana yang terbaik bagi kita masing-masing.
>
> 2. Pandanglah dengan saksama tulisan itu, kemudian pejamkan mata dan
> bacalah tulisan tadi dengan mata terpejam sambil membayangkan deretan
> huruf-huruf yang anda baca. Pusatkan perhatian hanya kepada tulisan
> itu. Kalau anda sudah merasa mampu, lanjutkan dengan mempraktekkannya
> dalam shalat yang sesungguhnya.
Sebab kalau ini saya lakukan, di dalam shalat saya akan disibukkan untuk
mengingat deretan
huruf-huruf yang saya baca, padahal semestinya di dalam sholat saya harus
mengingat Allah sebagaimana firman-Nya: "Dan dirikanlah sholat untuk
mengingat-Ku" (Taha, 14) sambil menyadari bacaan-bacaan sholat yang sedang
saya baca agar sholat saya tidak seperti sholatnya orang mabuk. Yaitu ketika
dulu minum khamr masih diizinkan disana ada larang sholat untuk yang sedang
mabuk, sebab orang yang mabuk meskipun membaca ia tidak menyadari apa yang
sedang dibaca dan disampaikan kepada Tuhannya (lihat An-Nisa, 43)
Kalau tujuannya berlatih untuk sholat secara khusyu saya mengusulkan agar
fokus kita ada melatih diri, mencari metode, bagaimana caranya agar ketika
kita sholat itu:
- benar-benar merasa bahwa kita sedang menghadap Allah, syukur-syukur kita
bisa merasa seolah-olah sedang melihat-Nya, atau
- minimal kita berlatih mewujudkan kesadaran yang kontinyu (selama melakukan
sholat) bahwa kita merasa sedang diawasi oleh Allah, baik gerak-gerik tubuh
ataupun hati kita.
Saya sangat terkesan dengan ucapan sebagian Imam di masjid-masjid luar
negeri, yang sebelum sholat mereka mengingatkan jamaahnya dalam bahasa Arab
ataupun Inggris yang artinya: "Ingatlah bahwa kalian sedang menghadap Allah
oleh karena itu hadirkanlah hatimu di dalam sholat dan jadikanlah sholatmu
ini seolah-olah sebagai sholatmu yang terakhir sebab setelah sholat ini
mungkin saja kita akan langsung dipanggil oleh-Nya".
Dari pengalaman saya pribadi:
1) Kesadaran bahwa diri sedang diawasi oleh Allah SWT
2) Mengingat kematian ketika hendak sholat dan
3) Memahami serta menyadari ucapan-ucapan di dalam sholat,
bisa sangat membantu saya untuk memperoleh kekhusyuan.
Demikianlah, saya mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan.
WaLlahu a'lam bish-shawwab
Wassalamu 'Alaiukum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh.
Tsu, 18.04.99
M. Zubaidi
----- Original Message -----
From: R. Sunarman <[EMAIL PROTECTED]>
To: Tasawuf <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, April 18, 1999 10:03 �
Subject: [Tasawuf] Belajar Khusyu' 09
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)