Assalamu'alaikum wr wb.
Tampaknya anda mengabaikan perkataan saya dalam posting asli:
"Hal ini sangat penting untuk dikemukakan karena shalat khusyu' dapat
juga dilakukan dengan metode lain, dan tidak adil jika kita
membatasinya pada suatu pengertian yang sempit."
"Dengan membuka pembenaran atas pemahaman-pemahaman yang lain, kita di
sini akan belajar bagaimana memusatkan pikiran ketika shalat."
Selain itu, karena subject posting ini bernomor, barangkali kurang
pada tempatnya kalau anda hanya menanggapi satu bagian tanpa melihat
kaitannya dengan bagian-bagian terdahulu dan bagian yang masih akan
datang. Sudah berkali-kali saya sebutkan bahwa cara yang saya utarakan
kali ini bukanlah satu-satunya cara yang ada. Masih banyak cara lain
yang saya ketahui, namun saya mengambil kebijaksanaan untuk
menyajikannya sesuap-demi-sesuap; saya tidak menempuh gaya rumah makan
Minang yang menyajikan segala jenis makanan di satu meja sekaligus,
karena saya khawatir hal ini akan membingungkan sehingga cenderung
untuk terabaikan begitu saja.
Saya juga mempersilakan rekan-rekan lain untuk menyampaikan kiat-kiat
pribadinya dalam mencapai kekusyukan. Lebih utama kalau kiat itu
merupakan kiat yang telah terbukti berhasil, bukan sekedar apa kata
orang lain.
Banyak jalan menuju Makkah. Ketika anda sudah sampai di sana, anda
akan tahu beragam tabiat manusia dan berbagai rute yang mereka tempuh,
ada yang menempuh jalur lurus, ada pula yang menempuh jalur melingkar;
ada yang cukup berjalan kaki, ada pula yang harus mengeluarkan beaya
cukup besar untuk naik pesawat udara; semuanya ternyata sampai ke
tujuan.
Barangkali cara yang saya sampaikan ini termasuk menempuh jalur
zig-zag karena memerlukan waktu latihan cukup panjang, perlu 12
session latihan yang harus diikuti dengan saksama dengan terlebih
dahulu bersusah payah menjinakkan pikiran yang liar. Sungguh sangat
berbeda dari cara beberapa rekan yang hanya perlu menulis beberapa
kalimat pendek lalu ... bim, salabim... kita langsung bisa khusyu'
dalam shalat.
Wassalamu'alaikum wr wb.
RS
Mohammad Zubaidi wrote:
>
> Wa 'Alaikumus Salam wa RahmatuLlahi wa Barakatuh
>
> Maaf saya belum sempat membaca tulisan mas Sunarman lainnya, meskipun
> demikian izinkanlah saya memberi tanggapan terhadap tulisan "Belajar Khusyu'
> 09" ini.
> Terus terang saya tidak setuju dengan cara latihan tersebut, yaitu:
> > 1. Tulislah seluruh bacaan shalat di atas kertas dengan tangan kita
> > sendiri. Boleh dengan huruf Arab atau transliterasinya dalam huruf
> > latin; mana yang terbaik bagi kita masing-masing.
> >
> > 2. Pandanglah dengan saksama tulisan itu, kemudian pejamkan mata dan
> > bacalah tulisan tadi dengan mata terpejam sambil membayangkan deretan
> > huruf-huruf yang anda baca. Pusatkan perhatian hanya kepada tulisan
> > itu. Kalau anda sudah merasa mampu, lanjutkan dengan mempraktekkannya
> > dalam shalat yang sesungguhnya.
> Sebab kalau ini saya lakukan, di dalam shalat saya akan disibukkan untuk
> mengingat deretan
> huruf-huruf yang saya baca, padahal semestinya di dalam sholat saya harus
> mengingat Allah sebagaimana firman-Nya: "Dan dirikanlah sholat untuk
> mengingat-Ku" (Taha, 14) sambil menyadari bacaan-bacaan sholat yang sedang
> saya baca agar sholat saya tidak seperti sholatnya orang mabuk. Yaitu ketika
> dulu minum khamr masih diizinkan disana ada larang sholat untuk yang sedang
> mabuk, sebab orang yang mabuk meskipun membaca ia tidak menyadari apa yang
> sedang dibaca dan disampaikan kepada Tuhannya (lihat An-Nisa, 43)
> Kalau tujuannya berlatih untuk sholat secara khusyu saya mengusulkan agar
> fokus kita ada melatih diri, mencari metode, bagaimana caranya agar ketika
> kita sholat itu:
> - benar-benar merasa bahwa kita sedang menghadap Allah, syukur-syukur kita
> bisa merasa seolah-olah sedang melihat-Nya, atau
> - minimal kita berlatih mewujudkan kesadaran yang kontinyu (selama melakukan
> sholat) bahwa kita merasa sedang diawasi oleh Allah, baik gerak-gerik tubuh
> ataupun hati kita.
> Saya sangat terkesan dengan ucapan sebagian Imam di masjid-masjid luar
> negeri, yang sebelum sholat mereka mengingatkan jamaahnya dalam bahasa Arab
> ataupun Inggris yang artinya: "Ingatlah bahwa kalian sedang menghadap Allah
> oleh karena itu hadirkanlah hatimu di dalam sholat dan jadikanlah sholatmu
> ini seolah-olah sebagai sholatmu yang terakhir sebab setelah sholat ini
> mungkin saja kita akan langsung dipanggil oleh-Nya".
> Dari pengalaman saya pribadi:
> 1) Kesadaran bahwa diri sedang diawasi oleh Allah SWT
> 2) Mengingat kematian ketika hendak sholat dan
> 3) Memahami serta menyadari ucapan-ucapan di dalam sholat,
> bisa sangat membantu saya untuk memperoleh kekhusyuan.
> Demikianlah, saya mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan.
> WaLlahu a'lam bish-shawwab
> Wassalamu 'Alaiukum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh.
> Tsu, 18.04.99
> M. Zubaidi
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)