Assalamu'alaikum WW
Kadang agak musykil juga mencari "kebenaran" , bila masing-masing berangkat
dari sudut yang berbeda.
Misalkan pendapat yang mengatakan tabaruk itu sunnah dengan
tabaruk itu musyrik sulit ketemu,
demikian pula dengan pendapat bahwa Tariqat itu fardu 'ain dan
Tariqat itu sesat.
Sulit bertemu , sunnah dan musyrik, fardhu dan sesat saja kan sudah jauh
sekali,
masing-masing sulit ngobrol dialogis, kecuali dengan alasan: 'ingin
mengembalikan si fulan ke jalan yang lurus' . Begini sih monolog sebetulnya
Nah ..
Wassalamu'alaikum WW
> Assalaamu'alaikum wr.wb
>
> Alhamdulillah, Abah Hilmy telah menggunakan 'akal' sebagaimana mestinya,
> dan bukan
> 'akal-akalan'.
> Saya sedang menyiapkan tulisan yang juga berkaitan erat dengan Shirathal
> Mustaqiim
> (terima kasih Abah telah mengingatkan saya tentang penulisan kata mustaqim
> yang
> lebih tepat) dan Insya Allah, setelah selesai, segera akan saya
> postingkan.
>
> Mudah-mudahkan posting saya nanti bisa menjadi bahan 'diskusi' (kalau
> memang perlu
> didiskusikan) dan bukan bahan 'perdebatan'. Mengapa? Karena saya percaya
> bahwa
> perdebatan tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali 'pembenaran' dan bukan
> 'kebenaran'. Sebab perdebatan lebih banyak didasari atas 'akal-akalan'
> daripada
> 'akal sehat'.
>
> Wassalaamu'alaikum wr.wb.
> SAL
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)