Assalmau'laikum Wr.Wb

Sebagai bahan perenungan, berikut saya kutipkan dari seorang Ahli
Tasawuf (dan ilmuwan).

Sinar matahari adalah berjuta-juta tak terhingga banyaknya,
tetapi cahaya matahari hanya satu dari matahari yang satu. Tetapi
walaupun apa yang kau pegang, apakah sun-beam, cahaya kecil,
cahaya besar, apakah untuk cahaya segitiga, oval, bundar, namun
kalau kita letakkan mata kita dalam cahaya itu, kita melihat satu
matahari saja.

SEBUAH PENERANGAN
Ketuhanan itu Universil
JalanNYA pun universil
PenerananNYA pun universil
Hanya
Tempat laluNYA pada Tuhan
TaliNYA kepada Tuhan
The Link to God
Melalui
RasulNYA masing-masing
Tapi hakekatnya The light of God
Adalah Satu

1. Ingatlah, bahwa jalan ke Tuhan itu merupakan jalan yang berada
dalam dimensi diatas/diluar akal.
2. Siapa yang berfaham ke Tuhan bisa sampai sendiri, berarti
tidak tahu siapa sebenarnya Rasul Allah

RAHMATAN LIL ALAMIN
Orang tasauf mengartikan; bahwa beliau (Nabi) adalah pembawa
Wasilah (Wasilah Carrier) dan sebagai big conductor bagi ummat
semesta alam

Yang mengutus dan di utus pasti ada kontak (hubungan) yang
tahkiq. Dengan yang "diutus" inilah kita berusaha bersatu supaya
sampai pada yang mengutus.

Semua jalan tertutup, kecuali dengan jalan rahasia (sirr)
ke-Tuhanan

BERFIKIRLAH EKSAK
Tanpa memakai faktor tak terhingga (~) siapapun orangnya yang
munajat ke hadirat ALLAH SWT, tidak sampai kepadaNYA

LOGIKA
Menghampiri yang sifatnya tak terhingga
Tentu alatnya pun harus berkapasitas yang tak terhingga pula

SASARAN BERGURU
Tidaklah cukup kalau hanya berguru kepada yang menunjuki adanya
Tuhan
Tapi bergurulah pada yang bisa menuntun kita ke hadiratNYA

SEBUAH CATATAN
Ciri kaum intelek yang serius Islamnya tidak mau Dogma, karena
Islam yang betul itu rieel/nyata serta bukti.
Tidak membabi buta percayanya pada Agama (Tidak elok sangko
mengira ibadathnya sampai)

SEKAPUR SIRIH
Orientalis Barat berhasil memecah belah kekuatan dan kesatuan
Islam melalui Ilmu Tasawuf dan Thariqat palsu, yang tidak dapat
dibedakan mana yang Thariqat haq dan mana yang Thariqat palsu.
Maka terjadilah Thariqat phobi dimana-mana sehingga orang awam
menganggap penganut Thariqat itu perusak Aqidah.

[Untuk itu kita harus mengenal Thariqat yang Haq].

Kalau memang diminati..........
Insya Allah nanti ada bahasan lebih lanjut........


Wassalamu'laikum Wr.Wb


Hendra Nur Arifin wrote:

> Assalamu'alaikum WW
>
> Kadang agak musykil juga mencari "kebenaran" , bila
> masing-masing berangkat
> dari sudut yang berbeda.
>
> Misalkan pendapat yang mengatakan tabaruk itu sunnah dengan
> tabaruk itu musyrik sulit ketemu,
>
> demikian pula dengan pendapat bahwa Tariqat itu fardu 'ain dan
> Tariqat itu sesat.
>
> Sulit bertemu ,  sunnah dan musyrik, fardhu dan sesat  saja kan
> sudah jauh
> sekali,
>
> masing-masing sulit ngobrol dialogis, kecuali dengan alasan:
> 'ingin
> mengembalikan si fulan ke jalan yang lurus' . Begini sih
> monolog sebetulnya
>
> Nah ..
>


begin:          vcard
fn:             Yani Qoyimah
n:              Qoyimah;Yani
adr:            Divisi Sistem Informasi PT TELKOM;;;Bandung;;;Indonesia
email;internet: [EMAIL PROTECTED]
x-mozilla-cpt:  ;0
x-mozilla-html: FALSE
end:            vcard


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke