> -----Original Message-----
> From: Mulyono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Saturday, May 22, 1999 10:27 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Cc:   [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Partai-Partai
> 
> 
> 
> >From: Vera Florida <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: "'Mulyono'" <[EMAIL PROTECTED]>,
> >        "'Rusnita Saleh'"
> >      <[EMAIL PROTECTED]>,
> >        "'Supardi'" <[EMAIL PROTECTED]>,
> >        "'Suryadiningrat'" <[EMAIL PROTECTED]>,
> >        "'Vivien Avianti'" <[EMAIL PROTECTED]>,
> >        "'Susi Agnesi'" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: FW: DOMINASI KRISTEN... DOMINASI ISLAM ???
> >Date: Fri, 12 Feb 1999 11:23:14 +0700
> >X-Mailer:  Microsoft Exchange Server Internet Mail Connector Version
> 4.0.996.62
> >
> >
> >
> >-----Original Message-----
> >From:        Delia
> >Sent:        Friday, February 12, 1999 11:07
> >To:  Anda Zulfan; Gunadi Hastowo; Suparno; Koestanto; Surati Ekowarsih; 
> >Vera Florida
> >Subject:     FW: DOMINASI KRISTEN... DOMINASI ISLAM ???
> >Importance:  High
> >
> >FYI
> >
> >-----Original Message-----
> >From:        Nugraha Adi Prasetya
> >Sent:        Wednesday, February 10, 1999 11:28 AM
> >Subject:     PDI: DOMINASI KRISTEN... DOMINASI ISLAM ???
> >Importance:  High
> >
> >ass.Wr.Wb.
> >Saya bukan Anti PDI, bukan Anti demokrasi, bukan pula Anti Kristen... 
> >namun bagaimanapun kita ummat Islam. Kebaikan dan kebenaran memang ada 
> >dimana-mana... tapi untuk belajar dan memanfaatkan semua itu... kita 
> >nggak perlu terkagum-kagum pada Jargon-jargon Agama lain... yg 
> >sebenarnya umum terdapat pada setiap ideologi! Sangat cukup dengan 
> >menghormati keberadaannya. Tanpa berpartisipasi pada Jargon-jargon 
> >Politik berdasarkan "jiwa kepemimpinan yg tidak jelas" .
> >Saya bukan Provokator... ini hanya himbauan... sekali lagi himbauan 
> >sebagai umat Islam kepada umat Islam yg lain, agar para generasi muda 
> >sadar sepenuhnya dalam memilih aspirasi politik yg mewakili keyakinan 
> >hidup lahir-batinnya... Islam harus terserap luar-dalam dalam aspirasi 
> >sosial/politis bagi ummat, sehingga memilih Pemimpin Negara yang 
> >"ISLAMI" adalah yang wajar dan tidak berlebihan, sebagai bukti bahwa 
> >kita mau belajar meyakini ajaran dan kekuatan Islam...kpd jalan hidup 
> >yg sebenar-benarnya...
> >Demikian pun sbg Umat Islam kita harus menghormati aspirasi dan 
> >keyakinan umat lainnya... Silahkan baca ulasan berikut...dengan hati2 
> >,penuh seksama... dan berkepala dingin...
> >Thanx a bunch J
> >Wass.Wr.Wb.
> >QnoYz beWizer
> >"It is said that patience walks hand in hand with intelect,each 
> >supporting the other.  The more intelect one possesses, the more one 
> >may understand the meaning of patience,  and the essential logic 
> >behind it. Knowledge is the soul and patience the body,  the 
> >foundation of bith is intellect."
> >
> >-----Original Message-----
> >
> >Sent:        Tuesday, February 09, 1999 20:47
> >To:  Mail2news-19990209-soc.culture.indonesia+alt.culture.indonesia@anon
> 
> >.lcs.mit.edu; [EMAIL PROTECTED]
> >Subject:     PDI: DOMINASI KRISTEN
> >
> >Megawati sekarang ini dicalonkan sebagai Presiden oleh PDI yang 
> >didominasi oleh golongan Kristen dan Sekuler Anti Islam seperti yang 
> >ada di Turki. Begitu dominannya orang-orang Kristen, sehingga banyak 
> >di antara mereka yang menduduki posisi penting, seperti Sekjen PDI 
> >yang dijabat oleh Alex Litaay (aktivis kristen), Litbang oleh Kwik 
> >Kian Gie, Aberson Marle Sihaloho, Yakob Nuwa Wea yang sering 
> >mengerahkan massa untuk demo, Mangara Siahaan, Sabam Sirait, Cornelis 
> >Lay, Theo Syafei (Ekstrimis Kristen yang menganggap Islam musuh besar, 
> >karena dia menuduh ummat Islam ingin membasmi Kristen dan Cina), 
> >Sembiring Meliala, dll. Sementara sebagian umat Islam yang ada di sana 
> >cuma jadi kroco-kroco tak berarti untuk jadi figuran demo yang 
> >menimpuki pendukung PDI Suryadi.
> >Sementara segelintir umat Islam yang awam, seperti Ali Sadikin (yang 
> >pernah melegalisasi judi), mendukung Megawati lewat Barisan Nasional, 
> >begitu juga dengan beberapa jenderal Kristen, seperti Sembiring 
> >Meliala, Theo Syafei, dll. Spanduk-spanduk POSKO GOTONG ROYONG untuk 
> >mendukung PDI Mega bermunculan di hampir setiap kelurahan. Tak jarang 
> >ada juga Muslim yang tak tahu menahu tentang sejarah PDI serta 
> >kepengurusannya yang didominasi Kristen ikut memasang spanduk 
> >tersebut.
> >Mengingat pendidikan Megawati yang rendah (cuma SMA), jelas Megawati 
> >ini cuma akan jadi boneka oleh orang-orang Kristen seperti Alex 
> >Litaay, Sabam, Aberson, dll, yang akan membuat kebijakan yang 
> >merugikan umat Islam.
> >Sudah saatnya umat Islam, terutama para ulama, untuk saling 
> >mengingatkan agar kita jangan sampai memilih satu kelompok yang 
> >didominasi golongan Kristen untuk menguasai pemerintahan di Indonesia. 
> >Megawati sekarang sering menempati posisi pertama di berbagai polling 
> >Presiden yang diadakan oleh beberapa kelompok, karenanya para ulama 
> >dan cendekia Islam harus berusaha keras melalui tabligh akbar, ataupun 
> >facsimile ke lembaga-lembaga Islam, untuk menyebarkan informasi yang 
> >benar tentang PDI dan bahaya apa yang akan terjadi jika PDI yang 
> >didominasi golongan Kristen itu berhasil menguasai pemerintahan.
> >Jika itu terjadi, tentulah banyak pejabat-pejabat Islam yang akan 
> >tersingkir, gerakan Kristenisasi semakin menjadi-jadi, sementara 
> >kebijakan yang bertentangan dengan Islam seperti pelarangan jilbab 
> >yang terjadi di Turki akan terulang kembali di sini.
> >Berikut ini adalah tulisan saya mengenai PDI yang saya kutip dari 
> >berbagai majalah:
> >
> >PDI   sebenarnya merupakan  fusi dari  partai Nasionalis  dan partai 
> > Kristen  seperti IPKI,  PNI, Murba,  Partai Katolik,  dan Parkindo 
> >(Partai Kristen  Indonesia). Dulu  pimpinan PDI  selalu dari golongan 
> >Kristen seperti Nico Daryanto, Sabam Sirait. Namun mengingat  87% dari 
> > jumlah pemilih  adalah umat  Islam, maka  PDIpun  berusaha memberi 
> > warna Islam"  agar mereka  bisa merebut suara dari pemilih Muslim. 
> >Sebab tanpa itu, maka  mereka tidak akan mungkin bisa memenangkan 
> >Pemilu.  Maka PDIpun  segera membentuk lembaga "Islam" MMI (Majelis 
> >Muslimin Indonesia)  yang sekarang dipimpin oleh tokoh PNI H Dimmi 
> >Haryanto.
> >
> >Sayangnya lembaga ini cuma sekedar kosmetik untuk menarik umat Islam 
> >memilih PDI. Anggota majelis ini dengan rajin  melantunkan ayat-ayat 
> >Al Qur'an. Sementara poster slogan "Islam agamaku  dan PDI  pilihanku" 
> >juga dipasang di mana-mana. Kalau untuk PPP  yang 100% anggotanya 
> >adalah Muslim, saya rasa slogan itu wajar.  Tapi kalau PDI yang 
> >dominan dengan tokoh Kristen seperti Aberson,  BN Marbun, Marcel 
> >Beding, Suko Waluyo,  apa hal  ini wajar?  Slogan itu jelas tidak 
> >benar bagi para tokoh Kristen tersebut.
> >
> >Meskipun ada beberapa anggota PDI yang  Muslim (biasanya  dari partai 
> >Nasionalis yang abangan/KTP), namun mereka ini tak  lebih sekedar 
> > menjadi  vote   getter.  Suara   mereka  tidak   begitu berpengaruh 
> >di PDI dan  kalah vokal  dengan tokoh-tokoh  Kristen seperti Sabam 
> >Sirait, Nico Daryanto, Aberson, BN Marbun,  Marcel Beding,  Suko 
> > Waluyo,  Alex  Litaay,   dsb.  Karenanya   banyak kebijaksanaan PDI 
> >yang bertentangan dengan  aspirasi umat  Islam di Indonesia (Ummat No. 
> >20, 1 April 1996).
> >
> >Tokoh Islam Lukman Harun (fungsionaris  PP Muhammadiyah,  PPP, dan 
> >ICMI)  mengatakan: "PDI  yang merupakan  fusi dari  beberapa partai 
> >dengan ideologi yang heterogen, selama ini lebih diwarnai oleh Kristen 
> >dan Katolik...Anehnya, pada Pemilu 1992, PDI tampil pula dengan 
> >slogan-slogan ke  Islaman (tanpa  ini, mustahil  PDI yang  didominasi 
> > Kristen  sanggup memenangkan  Pemilu yang  87% pemilihnya adalah 
> >Islam), setelah menolak "Peradilan Agama"  dan RUU Pendidikan..."
> >
> >Sebenarnya pada majalah Ummat nomor sebelumnya dibahas  secara panjang 
> > lebar  mengenai borok  PDI ini.  Namun karena  vokalnya anggota dan 
> >simpatisan PDI memprotes hal tsb, maka majalah Ummat menurunkan 
> >kembali tulisan tentang PDI dengan format yang  lebih lunak.
> >
> >Pada Daftar Calon Sementara, dari ketiga OPP, ternyata  jumlah Caleg 
> >Non Muslim jauh lebih banyak dibanding dengan yang Muslim. Jika di 
> >Sumsel, Bengkulu, dan Lampung yang mayoritas penduduknya beragama 
> >Islam terdapat Caleg Kristen pada pada DCS PDI, maka di Timtim  dan 
> >Irian  Jaya sama  sekali tidak  terdapat Caleg  yang beragama Islam.
> >
> >Inilah contoh daerah dimana  jumlah umat  Islam mencapai  80%, tapi 
> >ternyata jumlah  Caleg yang  PDI yang  Muslim hanya  kurang dari 30%, 
> >yaitu daerah Kalbar dan Kalteng:
> >
> >Daerah Pemilihan Kalbar:
> >PPP                             PDI
> >
> >1. H. Urai Faisal Hamid SH      Drs. Sebastian Mas Sardi
> >2. Drs Zainudin Isman           H Darwis Abubakar
> >3. H. Natsir Zubaidi            Caecillia Sri Pudy A
> >4. KH Cairuman Ar Rahbini       Hierony Bulang BA
> >5. KH Djalaludin HAS            Leonardus Mijateng
> >6. Kiai Mas'udi                 Drs H Ilham Sanusi
> >7. dr H Ali Asfar               Silvanus Sungkalang
> >8. Saburi H Ahmad BA            Makarius SH
> >9. Sutarmidji SH                Dra Evi mellianty
> >10.Hasan Ahmad SH               Ian Pribadie
> >
> >11.Drs Herman Rofi              Namazi Noor
> >12.M Ridha'ie SH                Yohanes Djadjah
> >13.H Syarif Abdullah            Romulus Sintong
> >14. H Ishaq Saleh               Yohanes Kombongsuka
> >
> >Dari DCS di atas  jelas bahwa  meskipun di  Kalbar itu  Muslim 
> >mayoritas jumlahnya, tapi di PDI mereka  cuma minoritas.  Mereka cuma 
> >jadi vote getter belaka. Sekarang  untuk  DCS di  Kalteng kita  akan 
> >membandingkan  PDI dengan GOLKAR biar  lebih adil.  Soalnya kalau 
> > dengan PPP  yang Calegnya seluruhnya Islam, PDI jelas kebanting.
> >
> >Daerah Pemilihan Kalteng:
> >GOLKAR                          PDI
> >
> >1. Ir. H. Sjahrani Sjahrin SE   Metropole B Janguk
> >2. Soelaeman Silam SE           Mangasa Cyrus Sianipar
> >3. Ir. H Imam M Muhardio        Hardeman K Nyaring
> >4. Adang Pamekas                Cosmas Soemono
> >5. Dra Hj Chairun Nisa MA       Ir Pribadyo S
> >6. H. Fakih Sjar'i BSc          Samuel Mihing BA
> >7. Ir Sarwono Kusumaatmadja     Hidin S Rindong SE
> >8. Drs. Waskito                 Sinly S Karras SH
> >9. Dr. Ir. Irawadi              Godfriend Junil Lambung SH
> >10.Chris Kelana                 Borak Milton
> >11.Ir Reinout Sylvanus          Sulasmo
> >12.H. Masran H Masjuhur         Drs Darmus J Kiong
> >
> >(Sumber: Republika 21 dan 22 Januari 1997)
> >Yah kalau di Golkar Muslimnya masih dominan bahkan beberapa di antara 
> > Calegnya adalah  Haji dan  Hajjah, maka  di PDI  sedikit sekali dan 
> >karena tidak ada yang Haji padahal mereka  sebenarnya sudah mampu 
> >(sebagai Caleg masa tidak bisa), maka keimanannyapun patut 
> >dipertanyakan.
> >
> >Sedangkan untuk wilayah Irian Jaya dan Timtim, semua Caleg PDI adalah 
> > Kristen,  padahal  di  PPP   Calegnya  semuanya   Islam, sedangkan 
> >GOLKAR  yang netral  masih menyisakan  Caleg Islam  di kedua propinsi 
> >tersebut. Inikan jelas tidak adil.
> >
> >Jika di Kepartaian saja PDI sudah bersikap tidak adil terhadap umat 
> > Islam  apalagi  jika  mereka  berkuasa.  Kemungkinan  Para pejabat 
> > pemerintahan dan  pegawainya serta  anggota ABRI  pasti mayoritasnya 
> > dipegang  oleh   orang-orang  Kristen,   sedangkan orang-orang Islam 
> >hanya menganggur belaka.
> >
> >Tidak heran karena kurangnya wakil  Islam di  PDI, maka  dalam hal 
> >kebijaksanaan mengenai "Anak Angkat"  dan "RUU  Perkawinan", sikap PDI 
> > selalu berseberangan  dengan GOLKAR  dan Umat  Islam.
> >
> >Dalam Al  Qur'an dijelaskan  bahwa wanita  Muslim haram  menikah 
> >dengan  pria  Non  Muslim,  pemerintah,  GOLKAR,  dan PPP  sudah 
> >menyetujui RUU yang seseuai dengan ayat Al Qur'an tersebut, tapi 
> >ternyata PDI  justru menolaknya.  PDI ingin  agar wanita  Muslim 
> >diperbolehkan  untuk  menikah  dengan  pria  Non Muslim.  Inikan 
> >menginjak-injak  ajaran  Islam  namanya.  Tapi  kalau sikap  PDI 
> >sering bertentangan dengan Islam itu tidak mengherankan,  karena 
> >kepengurusan PDI sendiri yang tergambar dalam DCS sekarang  ini, 
> >terlalu  didominasi  oleh  kelompok  kristen.  Dengan   demikian 
> >aspirasi Islam jadi kurang terwakili di partai ini.
> >
> >Kalau  di  Indonesia,  yang  87%  penduduknya  Muslim,  jumlah 
> >pengurus PDI yang  Muslim yang  menjadi Caleg  cuma sekitar  70% 
> >mungkin kita masih bisa menerima. Tapi ini ternyata kurang  dari 50%. 
> >Inikan jelas  tidak proporsional.  Dibandingkan dengan  OPP lainnya 
> > seperti  PPP  yang  100%  Islam atau  GOLKAR yang  rada proporsional, 
> > cuma  PDI-lah  partai  yang  terlalu   didominasi golongan Kristen. 
> >Kita mengetahui bagaimana Alex Litaay  ngambek kalau dia tidak 
> >dijadikan Sekjen oleh Megawati.
> >
> >Di  dalam  Al  Qur'an, kita  diharamkan mengambil  orang-orang kafir 
> >sebagai pemimpin. Berikut ini adalah  ayat-ayat Al  Qur'an tersebut:
> >
> >"Janganlah orang-orang Mukmin menjadikan  orang Kafir  sebagai 
> >pemimpin..."(Ali Imran 28).
> >
> >"Hai  orang-orang   yang  beriman!   Janganlah  kamu   jadikan 
> >orang-orang Kafir sebagai pemimpin..."(An Nisaa 144).
> >
> >"Hai  orang-orang   yang  beriman!   Janganlah  kamu   jadikan 
> >orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai  pemimpin. Mereka  hanya 
> >berhak memimpin golongan mereka. Barang siapa  di antara  kalian 
> >menjadikan  mereka  sebagai  pemimpin,   maka  sesungguhnya   ia 
> >termasuk  golongan  mereka (Yahudi  atau Nasrani).  Sesungguhnya Allah 
> > tidak  memberi  petunjuk  kepada kaum  yang zhalim."  (Al Maidah 
> >51).
> >
> >"Hai  orang-orang   yang  beriman!   Janganlah  kamu   jadikan 
> >bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu  sebagai pemimpin,  jika 
> >mereka lebih suka kekufuran daripada iman. Karena barangsiapa di 
> >antara  kalian  berbuat   demikian,  maka   mereka  itu   adalah 
> >orang-orang yang zhalim." (At Taubah 23)
> >
> >Jelas di ayat di atas jika mereka adalah kafir (bukan Muslim), maka 
> >kita diharamkan  mengangkat mereka  sebagai pemimpin  kita, meskipun 
> >mereka adalah Ayah atau saudara  kandung kita  sendiri. Apalagi jika 
> >mereka adalah orang Kristen yang sama sekali  asing bagi kita. Jika 
> >kita tetap memilih  orang-orang Kristen  sebagai pemimpin (sebagaimana 
> >yang overloaded  di PDI),  maka kita  akan digolongkan Allah sebagai 
> >orang-orang yang zhalim  dan di  siksa di api neraka kelak.
> >
> >Dalam hal PEMILU ini maka  media masa  Kristen seperti  Kompas 
> >(Katholik),  Suara  Pembaruan, Forum  Keadilan (Protestan),  dan 
> >lain-lain  kemungkinan  akan memberikan  pemberitaan yang  lebih 
> >simpatik  kepada  PDI  daripada  OPP Islam lainnya. Karenanya  jika 
> >membaca media tersebut, mungkin kita akan mengalami sedikit bias 
> >informasi.  Sebagai pembanding,  ada baiknya  hal ini  diimbangi 
> >dengan  membaca  media  masa  Islam  seperti  Republika,  Ummat, 
> >Terbit, Media Dakwah, dan lainnya.
> >
> >Bagi muslim yang membaca surat ini, harap informasi ini 
> >disebar-luaskan kepada  muslim lainnya, agar umat Islam selamat dari 
> >tipu-daya orang-orang kafir tersebut. Bukankah Nabi berkata, "Jika ada 
> >suatu kemungkaran, cegahlah dengan tanganmu. Jika tak sanggup, 
> >cegahlah dengan lidahmu. Tapi jika itupun tak sanggup, cegahlah dengan 
> >hatimu. Tapi sesungguhnya diam itu adalah selemah-lemah iman."
> >Fotokopilah tulisan ini atau sebarkan melalu fax ke berbagai 
> >tempat(bisa pakai software Delrina Winfax) atau langsung ke teman2 
> >terdekat anda. Sesungguhnya jika PDI (yang didominasi Kristen ekstrim 
> >macam Theo Syafei yang menganggap ummat Islam sebagai musuh besar, 
> >karena menurut dia ummat Islam ingin membasmi golongan Cina dan 
> >Kristen) menang, maka ummat Islam akan mengalami pembantaian 
> >habis-habisan seperti di Bosnia, Kupang, Timtim, dan Ambon. Theo 
> >sebagai seorang militer tentu paham akan slogan "To kill or to be 
> >killed." Jika dia telah menganggap Islam sebagai musuh, adalah wajar 
> >jika dia berusaha lebih dulu untuk membunuh ummat Islam seperti di 
> >Ambon, sebelum didahului ummat Islam. Semoga tipu-dayanya bisa 
> >dibongkar oleh Allah SWT.
> >Sebagai seorang Muslim, sudah kewajiban kita untuk memilih partai yang 
> >membawakan aspirasi Islam seperti PPP, Partai Bulan Bintang, Partai 
> >Keadilan, dll, bukan partai yang diketuai oleh Kristen fanatik yang 
> >membenci Islam macam Theo Syafei.
> >
> >---------------------------------------------------
> >Get free personalized email at http://www.iname.com
> >
> >
> >

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke