Waalaikumussalam Wr. Wb 
Sesungguhnya secara universal, untuk melahirkan suatu perilaku terdapat 
hubungan:
 
                  Nafsu Muthmainnah 
                                 | 
                                 | 
OTAK ========== HATI ----- Hawa Nafsu 
                                 | 
                                 | 
                        Hawa Nafsu

Akal pada OTAK disebut akal bawah 
Akal pada HATI disebut akal atas (lubb)

+ HATI kalau dominasinya pada Hawa Nafsu dan Syahwat, maka lubb-nya hanya 
membentuk menjadi feeling (akibat kebiasaan atau rasa). 

+ Dengan mempelajari ilmu akal otak, bila memahami ilmu tersebut merembas 
ke dalam lubb. Sehingga lubb-nya membentuk intuisi. 

+ Dengan mulai hidup dan sehatnya jiwa muthmainnah, maka lubb akan 
membentuk Al Haq. Melalui media inilah petunjuk Allah ditangkap oleh hati.

Seorang bertemu dengan fenomena kehidupan, akan dicerna oleh AKAL OTAK yang 
akan berkonfirmasi dengan AKAL HATI (lubb). 

Dalam proses konfirmasi ini, bergantung kepada kondisi AKAL HATI-nya, 
apakah feeling, intuisi, atau Al Haq. 

+ Apabila lubbnya adalah feeling, maka kita akan merespon fenomena tersebut 
sebatas kebiasaan dan rasa. 

+ Apabila lubbnya adalah intuisi maka kita akan merespon fenomena tersebut 
dengan beradasarkan pemahaman sebuah ilmu. Namun bila intuisi yang timbul 
dari ilmu yang salah, maka kita akan merespon fenomena tersebut berdasarkan 
ilmu tetapi ilmu yang salah. 

+ Apabila lubbnya adalah Al Haq, maka kita akan merespon fenomena tersebut 
dengan berdasarkan Petunjuk Allah.

Namun harus kita sadari. 
Bahwa ketika terbentuknya intuisi dalam lubb, bukan berarti feeling hilang. 
Demikian juga ketika terbentuknya Al Haq, bukan berarti intuisi dan feeling 
hilang. 

Juga perlu disadari... 
Apabila dilihat dari kekuatan posisinya, antara AKAL OTAK dan AKAL HATI 
maka prioritas lebih utamanya adalah AKAL HATI (primer) daripada AKAL 
OTAK(sekunder). Sehingga dalam proses konfirmasi dan rekonfirmasi tersebut 
AKAL HATI sangat primer dibandingkan AKAL OTAK.

BAYI--DEWASA 

Ketika bayi lahir, jiwa muthmainnahnya masih bersih. Sehingga sesungguhnya 
dalam lubb si Bayi yang ada adalah Al Haq lebih dominan dibandingkan 
feeling ataupun intuisi. Al Haq pada si bayi inilah yang sering dikenal 
dengan NALURI.

Dengan merespon kehidupan dengan rasa (haus, panas, sakit, dsb) maka dalam 
lubbnya berkembanglah feeling. Mis: kalau haus menangis, sehingga diberi 
"nenen". 

Dengan semakin dewasa, Al Haqnya semakin terdesak dengan feelingnya yang 
semakin dominan. 

Dengan semakin dewasa Akal otaknya pun berkembang. Maka apabila ia belajar, 
feelinya akan dilengkapi pula oleh intuisi. Bila ia adalah orang yang haus 
akan ilmu, maka ia akan menuntut ilmu. Pemahaman ilmu inilah yang membentuk 
intuisi yang kuat. 

Apabila ilmu yang dipelajarinya adalah ilmu yang baik, benar dan 
bermanfaat, maka dengannya ia akan beraktifitas dalam beragama secara 
benar. Yang akhirnya Al Haqnya kembali berkembang.

Wallahu'alam

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke