(bagian 1/3)
Bismillahirrahmannirrahim
Assalaamu'alaikum wr.wb
Pendahuluan:
Untuk menjawab pertanyaan Abah Helmy tentang Shirathal Mustaqiim, dan
juga mungkin rekan-rekan yang lain, dan untuk melengkapi pembicaraan
saya mengenai "SK Nabi" yang berkaitan juga dengannya , berikut ini saya
kutipkan khotbah Rasulullah SAAW, yang dikenal dengan Hadits Ghadir
Khum, dari buku berjudul: "Pesan Terakhir Nabi (SAW)". Suatu buku
terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh Husein Shahab atas khotbah
lengkap Nabi SAAW di Ghadir Khum pada tanggal 18 Dzulhijjah tahun 10
Hijriah. Disebutkan bahwa hadits ini telah disabdakan oleh Rasulullah
SAAW dihadapan sekitar 120.000 sahabat disuatu tempat bernama Ghadir
Khum, seusai beliau menunaikan ibadah haji bersama mereka. Dan peristiwa
al-Ghadir ini telah dilaporkan oleh sekitar 125 perawi, beberapa
diantaranya dari para sahabat terkemuka Nabi SAAW yang disebutkan
adalah:
1. Abubakar bin Abi Qahafah
2. Umar bin Khatab
3. Utsman bin Affan
4. Thalhah bin Abdullah at-Tamimi
5. Zubair bin Awam
6. Abbas bin Abdul Muthalib
7. Usamah bin Zaid bin Harithah
8. Anas bin Malik
9. Jabir bin Abdullah al-Anshari
10. Sa'ad bin Abi Waqqash
11. Abdurrahman bin Auf
12. Hassan bin Tsabit
13. Sa'ad bin Ubadah
14. Abu Ayyub al-Anshari
15. Abdullah bin Mas'ud
16. Salman al-Farisi
17. Abu Dzar al-Ghiffari
18. Ammar bin Yasir
19. Miqdad bib Aswad
20. Sumrah bin Jundub
21. Sahal bin Khunaif
22. Ubai bin Ka'ab
23. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
Dari kalangan wanita:
24. Asma' binti Umais
25. Ummu Salamah, istri Nabi
26. Aishah binti Abubakar
27. Ummu Hani binti Abu Thalib
28. Fatimah Zahra, putri Nabi.
Ratusan sarjana dan ulama dari berbagai disiplin ilmu mulai dari ahli
sejarah, hadits, tafsir dan kalam meriwayatkan atau menulis secara
spesifik peristiwa al-Ghadir tersebut. Diantaranya Muhammad bin Jarir
at-Thabari, Ibnu Uqdah al-Hamdani, Abu Thalib Abdullah bin Ahmad bin
Farid al-Anbari, Muhammad bin 'Amr bin Muhammad at-Tamimi al-Baghdadi
atau lebih dikenal dengan al-Ju'abi, Ahmad Zaini Dahlan al-Makki
as-Syafe'i, Syaikh Muhammad Abduh, Ahmad bin Hanbal, al-Hafidz Abu Isa
al-Tarmidzi dan lain-lain.
Hadits ini tergolong tidak saja sebagai hadits shahih tetapi mutawatir
sehingga seorang sarjana muslim terkemuka Dhiyauddin Muqbili berkata:
"Apabila (kriteria keshahihan) hadits al-Ghadir ini tidak kita terima
kebenarannya, niscaya tidak satupun dari hadits-hadits lain yang dapat
kita terima."
Sebagai tambahan, Sayyid Syarafuddin al-Musawi menyatakan di dalam
bukunya al-Muruja'at bahwa Rasulullah SAAW telah menyabdakannya
dibeberapa tempat selain di Ghadir Khum tersebut yakni pada Hari Arafah
di Haji Wada', selepas kembalinya beliau dari Taif, diatas mimbar masjid
beliau di Madinah dan akhirnya didalam bilik beliau semasa beliau sedang
sakit yang dihadiri oleh banyak para sahabat.
Berhubung khotbah tersebut cukup panjang, akan dipostingkan dalam
beberapa bagian.
Adapun Khotbah Nabi SAAW atau hadits al-Ghadir Khum dimaksud adalah
sebagai berikut:
Dengan Nama Allah Yang Mahakasih dan Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah yang tinggi dalam ke-esaan-Nya; dekat dalam
ketunggalan-Nya; perkasa dalam kekuasaan-Nya; agung dalam keberadaan
pembantu-pembantu utama-Nya; Mahatahu akan segala sesuatu sementara Dia
tetap ditempat-Nya; menundukkan seluruh makhluk dengan kekuasaan-Nya dan
(kekuatan) bukti-bukti-Nya.
Dia lah Tuhan yang kesucian-Nya abadi dan pujaan bagi-Nya tak pernah
berhenti. Pencipta langit-langit yang menjulang dan lapisan bumi yang
membentang. Penguasa bumi dan langit, Mahakudus dan Mahasuci. Tuhan para
malaikat dan Al-Ruh, yang kepada seluruh ciptaan-Nya bersifat sangat
murah, dan kepada seluruh makhluk-Nya bersifat Mahaderma.
Dia melihat setiap pandangan, tanpa pandangan-pandangan itu melihat-Nya.
Dia lah Maha Pemurah, Mahatabah dan Mahakasih.
Dia lah Penabur rakhmat yang meliputi segala sesuatu, Pelimpah nikmat
yang memberkati seluruh makhluk; tidak mempercepat siksa-Nya dan tidak
segera menimpakan azab kepada mereka yang berhak mendapatkannya. Dia
tahu setiap rahasia yang tersembunyai dan segala apa yang tersimpan
dalam hati. Tiada rahasia yang luput dari-Nya, dan tiada misterius yang
mengelirukan-Nya.
Dia Mahatahu akan segala sesuatu, menundukkan segala sesuatu, perkasa
atas segala sesuatu, berkuasa atas segala sesuatu tanpa ada sesuatu yang
menyerupai-Nya.
Dia lah yang menciptakan sesuatu ketika belum ada yang disebut sesuatu.
Dia lah yang Mahaabadi, yang berkuasa atas dasar keadilan. Tiada Tuhan
melainkan Dia, yang Mahamulia dan Mahabijaksana, Mahasuci Tuhan dari
dilihat oleh pandangan mata, dan Dia lah yang mengetahui pandangan mata.
Dia yang Mahakasih dan Maha Mengetahui.
Tiada siapa yang menceritakan Sifat-Nya lantaran (pernah) melihat-Nya,
tiada siapa yang mengetahui bagaimana Dia, secara lahir maupun batin,
melainkan apa yang dikatakan oleh Allah yang Mahamulia dan Agung itu
sendiri.
Aku bersaksi bahwa Dia lah Allah yang kudus-Nya memenuhi masa;
cahaya-Nya meliputi alpha omega; perintah-Nya terlaksana tanpa
musyawarah; takdir-Nya ditentukan tanpa mitra bersama-Nya.
Tiada cela dalam pengaturan-Nya, tiada contoh dari ciptaan yang
dibentuk-Nya, tiada bantuan dari siapapun, tiada kerja keras dan tiada
tipuan atas apa yang dicptakan-Nya. Dia ciptakan makhluk-Nya dan jadilah
ia, dan karena cahaya wujud-Nya maka tampaklah semua.
Dia lah Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia; Maharapi dan Mahaindah
dalam mencipta, Mahaadil yang tidak menganiaya; dan Maha Pemurah yang
kepada-Nya kembali seluruh hajat dan perkara.
Aku bersaksi bahwa Dia-lah Tuhan yang kepada kekuasaan-Nya segala
sesuatu tunduk, dan kepada keagungan-Nya segala sesuatu membungkuk.
Dia-lah Empunya seluruh kekayaan, Raja dari seluruh kerajaan, Pencipta
planet-planet dan bintang gemintang dilangit, Pengendali matahari dan
bulan, dimana kesemuanya mengorbit untuk batas waktu yang telah
ditentukan. Dialah yang menggilirkan malam setelah siang, dan siang
setelah malam saling bergantian; Dia-lah Penghancur orang-orang tiran
yang membangkang, dan Pemusnah setan-setan yang terkutuk yang menentang.
Tiada bersama-Nya kawan dan lawan. Dia Mahaesa, Tunggal, Satu dan tempat
kembali sagala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan
bersama-Nya tiada siapapun yang sejajar. Dia-lah Tuhan yang Satu,
Pemelihara yang Agung dan Pemurah. (Bila) berkehendak, ia akan
terlaksana, (bila) berkeinginan ia akan terwujud. Dia mengetahui segala
sesuatu dengan rinci. Dia yang mematikan dan menghidupkan, membuat orang
menjadi fakir dan kaya, tertawa dan menangis, menyimpan dan memberi.
Di tangan-Nyalah kerajaan; bagi-Nya segala pujian, ditangan-Nya semua
kebaikan dan Dia-lah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Malam dimasukkan-Nya kedalam siang, dan siang kedalam malam. Tiada Tuhan
melainkan Dia. Maha Perkasa dan maha Pengampun, Pengijabah do'a dan
Pemberi yang tulus, Mahatahu secara rinci segala hembusan nafas. Tuhan
seluruh makhluk, baik dari golongan jin maupun manusia. Tiada perkara
sulit dihadapan-Nya; tiada gemuruh suara orang-orang yang berteriak
mengganggu-Nya atau desakan orang-orang yang mendesak yang
mencemaskan-Nya. Dia lah Pemelihara orang-orang yang saleh, Penyebab
berjayanya orang-orang yang sukses, Pelindung isi penghuni alam semesta,
dan yang paling berhak disyukuri dan dipuji oleh setiap makhluk
ciptaan-Nya. Aku memuji-Nya pada saat suka dan duka, juga pada saat
sakit dan reda. Aku beriman kepada-Nya, kepada para malaikat-Nya,
kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. Aku mendengar perintahnya, patuh dan
segera bangkit melaksanakan segala yang diridhoi-Nya, menerima total
ketentuan-Nya, semangat dalam mematuhi-Nya dan takut akan siksa-Nya.
Sebab Dia-lah Tuhan yang tiada seorangpun akan merasa aman dari
makar-Nya atau khawatir dari kedzaliman-Nya. Aku ikrarkan pada diriku
akan kehambaanku dihadapan-Nya, dan juga bersaksi akan ke-Tuhan-Nya
(untuk diriku). Kini akan kusampaikan (kepada kalian) apa yang Tuhan
wahyukan kepadaku, sebab bila tidak kulakukan itu, niscaya azab-Nya akan
mengenaiku sedemikian sehingga tiada siapapun yang akan dapat menolakNya
dariku. Tiada Tuhan melainkan Dia. Dia telah memberitahuku apabila tidak
kusampaikan apa yang diturunkan-Nya padaku, itu berarti sama dengan aku
tidak menyampaikan seluruh risalahNya; dan Dia juga telah menjamin untuk
memliharaku (dari upaya orang-orang yang menentang). Bagiku cukuplah
Allah yang Maha Pemurah sebagai penjamin. Firman-Nya untukku:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
"Wahai Rasul (Muhammad), sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu. Apabila tidak kau lakukan itu, berarti sama dengan engkau tidak
menyampaikan seluruh risalah-Nya, dan Allah (akan) memeliharamu dari
(gangguan) manusia-manusia lain." (QS: 5:67).
Wahai umat manusia! Aku tidak pernah salah, alpa atau lalai dalam
menyampaikan segala sesuatu yang diturunkan Allah padaku. Kini aku
jelaskan kepada anda semua sebab turunnya ayat ini: Malaikat Jibril
(a.s) turun menjumpaiku sebanyak tiga kali, memerintahkan aku -
berdasarkan perintah Tuhanku - untuk berdiri ditempat keramaian ini dan
menyatakan kepada (bangsa) putih dan hitam bahwa Ali bin Abi Thalib
adalah saudaraku, washiku (penerima wasiatku), penggantiku dan imam
setelahku, yang kedudukannya disisiku sama dengan kedudukan Harun disisi
Musa, hanya saja tiada nabi selepasku.
Dia adalah wali (pemimpin) kamu setelah Allah dan Rasul-Nya. Allah (SWT)
juga telah menurunkan kepadaku sebuah ayat dalam kitab-Nya berkenaan
dengan itu: "Sungguh wali (pemimpin) kamu adalah Allah, Rasul-Nya dan
orang-orang yang beriman yang mendirikan sholat, dan menunaikan zakat
sementara mereka dalam keadaan rukuk." (QS: 5:55).
Ali bin Abi Thalib adalah orang yang mendirikan sholat dan menunaikan
zakatnya dalam keadaan rukuk seperti yang dimaksudkan oleh Allah itu.
(Pada mulanya) Aku memohon kepada Malaikat Jibril agar dia memintakan
kepada Allah untuk membebaskan aku dari menyampaikan perintah ini kepada
kamu, karena aku tahu betapa sedikitnya orang-orang yang bertakwa, dan
betapa banyaknya orang-orang munafik, penebar fitnah dan yang
mengolok-olok agama Islam sebagaimana yang disifatkan oleh Allah
karakter-karakter mereka dalam Al-Qur'an : "......kamu katakan dengan
mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya
sesuatu yang ringan, padahal disisi Allah ia adalah besar." (QS: 24:15).
Masih segar dalam ingatanku bagaimana mereka menggangguku berkali-kali
sedemikian sehingga mereka menyebutku sebagai udzun (orang yang tidak
teliti dan cepat percaya pada setiap berita yang didengarnya). Mereka
mendugaku demikian lantaran seringnya mereka mendapati dia (Ali) duduk
bersamaku dan besarnya penghormatanku kepadanya, sehingga untuk itu
Allah Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya : "Diantara mereka
(orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: 'Nabi
mempercayai semua apa yang didengarnya.' Katakanlah: 'Ia mempercayai
semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah dan mempercayai
orang-orang mukmin..." (QS: 9:61).
Seandainya aku mau sebutkan nama-nama mereka niscaya akan kusebutkan,
atau seandainya aku mau tunjuk wajah-wajah mereka niscaya akan
kutunjukkan. Namun - demi Allah - aku telah dan terus akan bersikap
sangat bersahabat dan dewasa terhadap mereka. Bagaimanapun, Allah tetap
mendesakkan dan tidak akan rela padaku melainkan aku sampaikan apa yang
diturunkan-Nya padaku tentang maksud ayat: "Wahai Rasul, sampaikanlah
apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, apabila kamu tidak
mengerjakan (apa yang diperintahkan itu berarti) kamu tidak menyampaikan
seluruh risalahmu. Allah akan memelihara kamu dari (gangguan) manusia."
(QS: 5:67).
Ketahuilah -wahai umat manusia- sesungguhnya Allah telah menetapkannya
(Ali) sebagai wali, pemimpin dan imam bagi kalian. Mematuhinya adalah
wajib, baik bagi kalangan Muhajirin, Anshar, generasi-generasi yang baik
yang datang setelahnya, orang-orang desa, kota, 'ajam (non-arab), Arab,
orang yang merdeka, hamba sahaya, kecil, besar, putih, hitam dan bagi
setiap orang yang menyatakan tauhid kepada Allah. Keputusan hukum yang
diambilnya (Ali) adalah sah. Kata-katanya wajib didengar dan perintahnya
wajib dipatuhi. Orang yang menentangnya akan terkutuk, yang mengikutinya
akan memperoleh rakhmat, dan yang mempercayainya adalah orang yang
beriman. Allah telah mengampuninya, mengampuni orang yang mendengarnya
dan mematuhinya.
Wahai umat manusia! Ini adalah kali terakhir aku berdiri ditempat
keramaian ini. Dengarlah, patuhilah dan ikutilah perintah Tuhan kamu,
karena Allah Azza wa Jalla adalah Tuan, Pelindung, dan Tuhan kamu.
Berikutnya adalah Muhammad, yang sekarang tengah berdiri dan berbicara
dihadapan kamu sebagai wali dan pemimpin kamu. Setelah aku Ali adalah
wali dan Imam kamu berdasarkan perintah Tuhanmu. Kemudian imamah dan
kepemimpinan (berikutnya) ada pada zuriat keturunanku dari
putra-putranya sehinggalah tiba suatu hari dimana kamu akan berjumpa
dengan Allah dan Rasul-Nya.
Sungguh tiada suatu yang halal melainkan apa yang dihalalkan oleh Allah,
dan tiada yang haram melainkan apa yang diharamkan oleh-Nya. Dia-lah
yang telah mengajariku mana yang halal dan mana yang haram. Kemudian aku
mengajarkannya kepada Ali apa yang diajarkan oleh Tuhanku padaku dari
kitab-Nya dan hukum halal dan haram-Nya.
Wahai umat manusia! Seluruh ilmu yang diajarkan-Nya kepadaku adalah
ilmu-ilmu yang rinci. Dan, dari setiap ilmu yang kuketahui itu, telah
kuajarkan pula secara rinci pada Imam orang-orang yang bertakwa ini.
Sungguh tiada ilmu melainkan telah aku sampaikan kepada Ali, sang Imam
yang agung.
(bersambung ke bagian 2)
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
SAL
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)