CORRECTION:

> Subject:      RE: [Tasawuf] Bantuan Allah
> 
> Ass. Wr.Wb.
> 
> Sebagai anggota milis tasawuf yang baru saja bergabung, saya mengucap
> kan terima kasih kepada para milis yang telah menanggapi berbagai 
> opini tentang "Bantuan Allah" yang pernah saya munculkan untuk dibahas,
> dan alhamdulillah pembahasannya cukup menarik, walaupun masih ada 
> yang terasa belum mengena pada subject yang ditanyakan.
> 
> Ada yang menanggapi bahwa itu adalah "TAKDIR", dan ada pula yang berpen
> dapat bahwa itu "Ujian Allah".
> 
> Bagi saya soal TAKDIR itu adalah sesuatu yang tidak dapat dirubah sesuai
> dengan ketetapan Allah, seperti Allah telah mentakdirkan mata hari yang 
> terbit dibelahan timur bumi dan tenggelam dibelahan barat bumi.
> (lihat QS. Ar-rahman).
> 
> Jadi kalau peristiwa2 di Bosnia, Kosovo, Banyumas, dll, menurut saya itu
> bukan takdir, atau semacam hukuman  Allah kepada mereka yg telah sahid,
> hanya karena belum match atau tune frequesi Allah dengan manusia yang
> memanjatkan do'anya, atau karena mereka belum betul2 muslim.
> 
> Kalau alasan2 itu yang dipakai seperti yang dibahas pada milis sebelumnya,
> kita bisa saja berasumsi bahwa ; para ulama yang telah dibunuh di
> Banyuwangi, di ciamis, dan saudara-saudara kita dibelahan bumi lainnya,
> berarti mereka belum Islam betulan..?  padahal belum tentu begitu, lha
> kalau demikian berarti kita2 yang tersisa ini (belum sempat dibantai)
> adalah sudah
> muslim betulan..? karena terhindar dari bencana maut.
>   
> Terlepas dari semua itu saya melihat ada beberapa kemungkinan yang
> menyebabkan kita dengan mudah dihasut dan dirusak oleh golongan non
> muslim yaitu :
> 1. Faktor Ikhtiar (Usaha perlindungan diri)
> 2. Penguasaan ilmu dan teknologi dalam bentuk yang luas.
> 
> " Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum sebelum kaum itu
>   merubahnya sendiri ". (QS).
> 
> Jika kita kaji maksud ayat tersebut, sesunggunya mempunyai arti yang
> sangat dalam. Bahwa untuk bisa bertahan hidup yang layak dan lama, di
> permukaan planit bumi ini yang penuh dengan tantangan, tidak cukup 
> hanya mengandalkan "do'a" tanpa dibarengi dengan usaha2 keras untuk
> mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
> canggih.
> 
> Ibarat dua mata pisau, kita sudah memiliki baru satu sisi  mata saja
> (aqidah
> islamia), sedangkan sisi lainnya (Ilmu dan teknologi) mungkin kita bisa
> men
> jawabnya  sendiri. 
> Sebagai contoh : system perekonomian, teknologi komunikasi, teknologi
> persenjataan dan pertahanan mutahir, kelas dunia seperti kita lihat
> dinegara2 Uni sovyet, Amerika, Eropah,....adalah masih dibawah kekuasaan
> mereka yang mayoritas non muslim, padahal ALLAH dengan sifat
> Rahman dan Rahim-Nya telah membagi-bagi rahmat berupa Ilmu dan 
> pengetahuan kepada semua manusia diatas permukaan bumi ini dengan 
> tidak memandang agama, etnik, kaya, atau miskin, yang kuat dan yang 
> lemah, untuk dipelajari dan diamalkan.
> 
> Semisal yang kecil :
> Kadang2 kita sangat bangga dengan sebuah mesjid yang diterangi oleh 
> lampu listrik berwarna warni, padahal sipembuat lampu itu kemungkinan
> besar dia bukanlah seorang Islam atau muslim, sehingga terkesan pada kita
> bahwa untuk penerang tempat ibadah pun teknologi kita belum sampai
> kesana, dan masih menggunakan buah karya orang lain (non muslim),
> apalagi yang menyangkut teknologi pertahanan yang mutahir.
> 
> Inilah yang diisyaratkan oleh ALLAH dalam menimpahkan cobaan2-Nya
> pada sesuatu kaum seperti di Bosnia, Kosovo, dan lain daerah yang sudah
> menerima ujian ini, agar kita membuka mata lebar2, untuk berusaha lebih
> keras belajar dan mengejar ketertinggalan umat islam dalam hal berbagai
> ilmu dan teknologi mutahir, setidaknya menyamai atau melebihi ilmu
> pengetahuan dan teknologi negara-negara super power.
> 
> ( sesuai sunatullah ; sebuah rudal tidak bisa ditangkis dengan do'a,
> tetapi
> harus ditangkis dengan rudal yang lebih canggih pula).
> 
> " Untuk merubah takdir, harus dimulai dengan ikhtiar (usaha diri) dulu"
> 
> Contoh kecil : Sebuah Ikhtiar :
> ada dua orang pembalap motor kelas 500 cc atau seumpanya, yaitu  si A & B,
> pembalap yang satu (A), telah belajar ilmu dan teknik mengendarai speda
> motor secara aman (memenuhi persyaratan safety), serta latihan keras
> berhari-hari.
> Pada saat balapan dimulai, sesaat sebelumnya ada usaha2 persiapan
> perbaikan semua peralatan pada speda motor, kemudian pemasangan 
> alat2 pelindung diri (Safety Helm, safety glassis, sarung tangan, safety
> boot, karet pelindung tubuh dan anggota gerak, dll).
> Diatas sircuit speda motor dipacu dengan kecepatan maksimal untuk menge
> jar target, tiba2 terjadi kesalahan kecil pada sepersekian detik saat itu,
> dan speda motor terpeleset, oleng dan akhirnya terpental, jungkir balik,
> keluar dari sircuit.......nah disinilah Allah memperlihatkan Takdir itu
> kepada
> penontonnya,...jika takdirnya baik..maka terlihat dengan mata, setelah
> terpelanting kiri kanan bersama dengan speda motornya, kemudian tiba2
> sipembalap itu (A) berdiri lagi dan berjalan dengan santainya, kemudian 
> dijemput oleh team penyelamat (First Aid), dan setelah diperiksa ternyata 
> hanya mengalami lecet2 kecil akibat beberapa benturan. Hal ini disebabkan 
> karena sebelumnya sudah diawali dengan "sebuah usaha keras (Ikhtiar) untuk
> memasang berbagai alat pelindung diri (safety tools) tahan benturan
> keras".
> Dan Jika ternyata sipembalap (A) tadi ditakdirkan buruk,..maka akan
> terlihat
> dia mungkin pingsan karena cederah berat (Fracture bacis Crani misalnya), 
> dan akhirnya meninggal dunia,...tetapi toh meninggalnya setidaknya ia
> bukan
> mati sia-sia sebab sudah diawali dengan sebuah Ikhtiar/usaha keras.
> 
> Dibanding sipembalap (B), dengan penguasaan ilmu dan teknik balap yang
> kurang, disertai penggunaan alat pelindung diri seadanya (unsafe), atau
> kadang2 ada anak2 remaja yang memacu speda motor dengan ugal-ugalan
> tanpa memakai helem kepala dan alat pelindung diri lainnya (tidak ada
> ikhtiar) begitu speda motor terpeleset, oleng, dan akhirnya terpental
> cungkir
> balik, dengan pengendaranya...dan akhirnya  kreeek..plak, si (B) terlihat
> berlumuran darah, kulit robek dimana-mana, ada beberapa tulang yang remuk,
> tidak sadar kan diri, tulang leher patah,...nah kalau sudah dalam keadaan
> begini secara sunatullah (hukum alam) tidak sepotong organ tubuhpun yang
> dapat bertahan untuk membendung nyawa agar tidak melayang..secara sia.sia.
> dan inilah yang bisa dikatakan: matinya sia-sia (Stupid Accident).
atau mati konyol

> Dari kedua contoh kecil tadi, setidaknya kita bisa menilai secara
> sunatullah
> betapa berharganya " Ikhtiar dan ilmu pengetahuan"  tersebut.
> 
> Jadi kesimpulannya : kembali kepada 2 sisi mata pisau tadi, bahwa dalam
> beragama harus seimbang aqidah dan penguasaan ilmu pengetahuan dan 
> teknologi mutahir, minimal menyamai negara2 super power, tetapi target
setidaknya melebihi penguasaan Ilmu dan teknologi mereka.

> " Berbuatlah untuk dunia seakan-akan engkau hidup selama-lamanya,
> dan berbuatlah untuk akhirat seakan-akan engkau akan mati besok"
> 
> Seorang pemain karate bertarung habis-habisan dengan lawan yang pintar,
> dia bisa memenangkan pertarungan itu jika pengetahuan dan penguasaan
> jurusnya, satu atau dua tingkat lebih unggul dari sang lawan.
> Ini sudah hukum alam (sunatullah).
> 
Mohon maaf jika penyajiannya kurang lengkap, jika kurang mohon ditambah
dan jika lebih meohon dikurangi, karena tidak sepenuhnya  maksud hati
yang bisa tertuang dalam tulisan.

> Jazakumullah khairan katsiran
> 
> Wassalam
> H.Nading 
>     
> 
>   
> > ----------
> > From:       Yani Qoyimah[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Reply To:   [EMAIL PROTECTED]
> > Sent:       Thursday, June 03, 1999 6:19 PM
> > To:         [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:    Re: [Tasawuf] Bantuan Allah
> > 
> > --------------91849450F5171C616354F484
> > Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
> > Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
> > Content-Transfer-Encoding: 7bit
> > Content-Transfer-Encoding: 7bit
> > 
> > Assalamu'laikum Wr.Wb
> > 
> > Saya ingin komentar sedikit.
> > Menurut saya, banyak sudut pandang yang bisa dipakai dalam
> > menganalisa suatu masalah, baik itu dari atas, bawah atau
> > samping.
> > 
> > Saya memberikan contoh terjadinya hujan.
> > Dilihat dari sudut pandang atas Qudrat Allah, hujan itu merupakan
> > kehendak Allah, rizki dari Allah kepada hambaNya. Kalau dilihat
> > dari ilmu pengetahuan, bisa diketahui bagaimana proses terjadinya
> > hujan itu, ada "ilmiahnya".
> > 
> > Begitu juga saya memandang bahwa umat Islam dimana-mana banyak
> > mengalami penderitaan dan kekalahan oleh musuh-musuh Islam.
> > [Saya melihat kasus yang sangat berbeda dengan peristiwa
> > pembantaian Karbala]
> > 
> > Dilihat dari Qudrat Allah, itu sudah takdir. Tapi saya kira
> > banyak hikmah dibalik semua itu. Bisa jadi Allah ingin
> > mempercepat azabNya di dunia ini, untuk mengurangi azab di
> > akhirat nanti.
> > 
> > Sebagai umat Islam yang mempunyai Nabi Besar Muhammad SAW dan
> > Kitab Al Qur'an yang sempurna, kenapa bisa terjadi hal seperti
> > itu, bantuan Allah tidak segera datang dan do'a tidak dikabulkan?
> > Kita mesti instropeksi apa yang salah terhadap umat Islam ini?
> > supaya kita dapat ikhtiar semaksimal mungkin untuk memperbaiki
> > keadaan, supaya tidak gagal lagi. [Allah tidak akan merubah nasib
> > suatu kaum, sebelum mereka mengubah nasibnya sendiri].
> > 
> > Saya dulu sering bosan jika mendengar, "yah...... itu sudah
> > takdir, semoga meninggal sebagai syahid". Siapa yang menjamin?
> > Pasti ada sebab dan akibat, ada ilmiahnya.
> > 
> > Wassalam WW
> > 
> > Agus Hasan wrote:
> > 
> > > Assalamu' alaikum wr. wb.
> > >
> > > Sejauh yang saya tahu, penjelasan yang TERBAIK tentang
> > > pertanyaan-pertanyaan bertipe seperti itu adalah yang telah
> > > diberikan oleh
> > > Muthahhari. Kalau tidak salah bukunya sudah diterjemahkan oleh
> > > Dr. Afif
> > > Muhammad- dosen IAIN SGD, penerbit MIZAN, berjudul Keadilan
> > > Ilahi.
> > >
> > > Kuncinya adalah memahami konsep Bada' dalam takdir, sebuah
> > > konsep warisan
> > > hikmah para ahlul bait, yang salah satu point yang menarik
> > > adalah:
> > > perubahan takdir adalah takdir juga.
> > > Selanjutnya, pelajari saja buku yang sangat berbobot tsb,
> > > Lalu jika antum menemukan hal-hal yang menarik, silakan
> > > didiskusikan
> > > disini bersama-sama.
> > >
> > > Wassalam
> > > aHassan
> > >
> > > On Tue, 1 Jun 1999, Adhi Wibowo wrote:
> > >
> > > > Assalamu'alaikum wr wb
> > > > Mas aHasan,
> > > >
> > > > Mohon maaf langsung nylonong. Kalau begitu menurut mas aHasan
> > > bagaimana
> > > > jawabnya pertanyaan dari Sdr. H. Nading ?
> > > >
> > > > Wassalamu'alaikum
> > > > adhiw
> > > >
> > 
> > 
> > 
> > --------------91849450F5171C616354F484
> > Content-Type: text/x-vcard; charset=us-ascii; name="vcard.vcf"
> > Content-Transfer-Encoding: 7bit
> > Content-Description: Card for Yani Qoyimah
> > Content-Disposition: attachment; filename="vcard.vcf"
> > 
> > begin:          vcard
> > fn:             Yani Qoyimah
> > n:              Qoyimah;Yani
> > adr:            Divisi Sistem Informasi PT TELKOM;;;Bandung;;;Indonesia
> > email;internet: [EMAIL PROTECTED]
> > x-mozilla-cpt:  ;0
> > x-mozilla-html: FALSE
> > end:            vcard
> > 
> > 
> > 
> > --------------91849450F5171C616354F484
> > Content-Type: text/plain; charset=
> > 
> > ---------------------------------------------------------------------
> > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> > Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --------------91849450F5171C616354F484--
> > 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke