Assalamu a'laikum Wr. Wb.

MEMAHAMI SECARA GARIS BESAR
JASMANI   DAN   ROHANI  MANUSIA

Seperti  telah disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an tentang asal muasal
penciptaan tubuh manusia, yang sudah pernah saya kutipkan dalam 
milis beberapa minggu lalu, yang intinya bahwa dalam penciptaan-Nya
tubuh manusia ini adalah terdiri dari dua unsur, yaitu unsur Jasmani dan
unsur Rohani.

Dalam wujudnya, Jasmani manusia yang unik dan sangat luar biasa ini,
yaitu terdiri dari bagian bagian atau susunan milyaran cel-cel yang mem
bentuk  jaringan tulang, otot, lemak, jaringan kulit, jaringan pembuluh
darah, jaringan saraf, jaringan rambut, jaringan yang membentuk organ2
pada system saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kemih,
saluran peranakan, dan pada system peredaran darah, yang kesemuanya
itu terbentuk dari sari patih tanah yang berasal dari semua jenis makanan
dan minuman yang telah dimakan setiap saat, mulai dari janin, bayi, dan
sampai pada usia yang lanjut (sebelum ajal).

Adapun unsur lainya adalah unsur Rohani, unsur ini tidak berupa benda
tetapi sesuatu yang sangat dan amat ghaib adanya, dan tidak satupun
manusia yang dapat mngetahui bentuk dan rupa Rohani ini, tetapi hanya
Allah lah Sang Pencipta yang mengetahuinya.
Dalam fungsinya bagian jasmani tubuh adalah dihidupkan dan digerakkan
oleh unsur Rohani yang sangat unik dan ghaib, keduanya bekerja dengan
sangat rapih dan teratur, dengan segala system yang serba automatis
pula, sehingga manusia dapat tumbuh dan hidup sejak dari alam rahim
hingga lahir ke alam dunia tumbuh dan berkembang biak, serta mengenal dan
memanfaatkan alam lingkungannya sampai akhir hayat.

Pada suatu saat ada seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah saw,
tentang keberadaan Roh ini, dan Rasulullah ketika itu tidak menjawab,
sehingga saat itu turun Malaikat Jibril membawa Wahyu Illahi sebagai
jawaban yaitu :
" Katakanlah : Roh itu adalah urusan (rahasia) Allah, dan tidak diberikan 
pengetahuan kepadamu, kecuali sedikit saja " (QS:Al-Isra' - 85).

Kata-kata ROHANI adalah mempunyai arti yang sangat luas, ianya me
liputi apa yang dinamai : JIWA, AKAL, HATI, dan NAFSU.
Dinamai Jiwa atau Roh dalam fungsinya adalah yang dapat menumbuhkan,
menghidupkan, dan memperkembang-biakkan.  

* Dinamai AKAL dalam fungsinya adalah : yang Memikir (menyelidiki),
mengingat, dan berkhayal. Memikir artinya mencari sebab dan akibat,
mengingat artinya menyadari kembali keadaan2 yang sudah terjadi,
berkhayal artinya membayangkan sesuatu yang bakal atau belum terjadi.
* Dinamai HATI dalam fungsinya adalah yang dapat merasa, baik perasaan
perasaan rendah, dan perasaan-perasaan yang tinggi atau mulia.
* Dinamai NAFSU dalam fungsinya menginginkan, membutuhkan, dan
menghendaki, baik keinginan2 yang rendah,  maupun keinginan2 yang
tinggi (mulia).

Diantara semua mahluk dimuka bumi ini, manusia-lah yang ditempatkan
pada golongan mahluk hidup yang tertinggi karena Rohaninya, Jiwanya,
Akalnya, Hatinya, dan Nafsunya.
Tetapi dengan ia-nya pula manusia dapat berubah kedudukan dan golongan
pada level yang paling rendah, serendah-rendahnya mahluk diantara
semua mahluk yang ada. (QS: At-Tin).

Pada dasarnya tubuh manusia itu dengan semua perangkat-perangkat
yang ada didalamnya, adalah sebuah benda materi yang MATI, dalam
artian : tidak dapat bergerak, tak dapat tumbuh, tak dapat melihat, tak
dapat mendengar, tidak dapat merasa, tidak dapat berfikir, tidak ada
nafsu, tidak dapat mencium, karena asalnya dari sesuatu bahan yang
berasal dari benda yaitu tanah.
Unsur ROHANI - lah yang dapat menyebabkan tubuh manusia itu hidup,
bisa bergerak dan berjalan, mempunyai Jiwa, Akal, Hati dan Nafsu, dapat
melihat, mendengar, mencium, merasakan sesuatu, dan lain2 sebagainya.

Hal ini tidak dapat dibantah dan dipungkiri sebab telah banyak nasehat 
dan bukti yang diabadikan ALLAH dimuka bumi sebagai bahan ujian bagi
orang orang yang berfikir, yaitu KEMATIAN.

Cobalah kita perhatikan JASAD MANUSIA yang terbujur kaku, mati, di
tinggalkan ROHANI-nya beberapa saat. Tubuh itu yang masih lengkap 
dengan organ2 tubuh, mulai dari ujung kaki sampai keujung rambut, semua
nya masih utuh, alat2 panca indera masih ada semua.
Masih mempunyai mulut tetapi tidak sanggup lagi berbicara, berpidato,
berazan, berteriak, seperti beberapa saat yang lalu.
Masih mempunyai mata yang terbuka, tetapi tidak bisa lagi berkedip.
tak dapat melihat, bahkan air matanya pun langsung kering, biarpun mata
dicubit tubuh itu tidak lagi merasakan sakit atau perih.
Masih mempunyai telinga, tetapi tidak dapat lagi mendengar nasehat,
pesan2, bahkan dipotongpun telinganya,  jasad itu hanya diam saja. 

Bahkan hanya beberapa jam saja setelah ROHANI-nya meninggalkan tubuh,
tubuh itu mulai kaku, kemudian tanda-tanda membusuk mulai nampak, dan
akhirnya harus cepat-cepat dikubur didalam tanah, kembali keasalnya.

""JIka sudah begini adanya : Untuk apalah menumpuk harta ber Milyar dolar,
untuk apa memamerkan postur tubuh dan kecantikan, untuk apa memamer
kan kekuatan,  kesombongan, dan kekuasaan"".

Sedangkan JIWA, AKAL, HATI, dan NAFSU yang berada dalam unsur
ROHANI tadi, tidak akan mati (kekal adanya) pergi menghadap Tuhan-Nya
membawa bekal segala amalan baik dan amalan buruk, dan akan diper
tanggung jawabkan dihadapan ALLAH swt.

Bagai manakah keadaan ROH manusia kalau tubuh sudah mati...?
inilah sebuah pertanyaan besar dimana seluruh mahluk manusia
akan dapat menjawabnya sendiri-sendiri. Dan untuk itulah ALLAH
menurunkan Agama kepada seluruh manusia, agar  jasad  dapat 
selamat didunia dan Roh akan selamat di akherat kelak.

Kesimpulannya adalah bahawa :TUBUH MANUSIA dari unsur Jasmani
adalah pada dasarnya BENDA MATERI yang  sifatnya benda MATI.

JIka ada milis yang ingin menambahkan dipersilahkan dengan rendah
hati, sebab maksud yang sebenar tak dapat sepenuhnya dituang dalam
tulisan. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.

Jazakumullahi Khairan Katsiran
Wassalam

H. Nading.

   
 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke