Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Kayaknya kalo kita pahami lebih luas masalah rohani dan jasmani ini enggak
akan abis-abis yah pak....cuma ada sedikit pemahaman  yang sederhana yang
sampai saat ini terus menjadi keyakinan saya dan kayaknya agak bertentangan
dengan yang pak Nading berikan...bahwa tubuh adalah benda mati....yang menurut
keyakinan saya justru tubuh adalah benda hidup dan Rohani itu ada jika
jasad/tubuh itu ada .


> Kata-kata ROHANI adalah mempunyai arti yang sangat luas, ianya me
> liputi apa yang dinamai : JIWA, AKAL, HATI, dan NAFSU.
> Dinamai Jiwa atau Roh dalam fungsinya adalah yang dapat menumbuhkan,
> menghidupkan, dan memperkembang-biakkan.

> * Dinamai AKAL dalam fungsinya adalah : yang Memikir (menyelidiki),
> mengingat, dan berkhayal. Memikir artinya mencari sebab dan akibat,
> mengingat artinya menyadari kembali keadaan2 yang sudah terjadi,
> berkhayal artinya membayangkan sesuatu yang bakal atau belum terjadi.
> * Dinamai HATI dalam fungsinya adalah yang dapat merasa, baik perasaan
> perasaan rendah, dan perasaan-perasaan yang tinggi atau mulia.
> * Dinamai NAFSU dalam fungsinya menginginkan, membutuhkan, dan
> menghendaki, baik keinginan2 yang rendah,  maupun keinginan2 yang
> tinggi (mulia).
>

Mungkin disini kita harus memberikan jeda dan pengertian yang jelas antara roh
dengan rohani....roh itu sangat berbeda dengan rohani yang dimaksud oleh pak
Nading dan itu tidak boleh kita campur adukkan...Roh itu merupakan suatu unsur
yang berdiri sendiri, yang tidak bisa kita bagi-bagi dan tidak bisa dikuasai
oleh akal,hati/perasaan apalagi oleh nafsu, Roh merupakan unsur yang hanya
bisa dikuasai oleh Allah dan diketahui oleh Allah.

Sekarang kita sedikit membahas terjadinya perkembangan manusia mulai dia di
dalam rahim sampai dia wafat/meninggal.
Ketika kita masih di alam rahim...dan ketika belum dihembuskan roh pada kita,
dalam hal ini saya misalkan janin, maka pada si janin belum terjadi pertemuan
antara roh dengan tubuh/jasad...pada kesempatan ini jika roh belum bertemu
dengan tubuh...maka si janin belumlah lengkap untuk menjadi manusia. Ketika
roh telah dihembuskan pada si janin yang dalam hal ini setelah melakukan
perjanjian antara Allah dan si Roh...maka terjadilah manusia dan pada saat itu
mulailah berkembang rohaninya yang seperti disebutkan oleh pak Nading yaitu
jiwa, akal, hati dan nafsu...dan kesemuanya itu berkembang sesuai dengan umur
si tubuh.

Dalam hal ini kita tidak bisa lagi memandang bahwa jika seseorang melakukan
suatu amal, baik itu kejahatan maupun kebaikan, lalu kita menyalahkan itu
karena roh-nya yang tidak beres, atau jasadnya yang tidak beres...tidak..sama
sekali tidak. Yang perlu kita toleran dan kita bereskan adalah rohaninya ,yang
dalam hal ini melalui jalur ketauhidan. Disini sudah jelas bahwa ada perbedaan
pengertian yang jauh antara roh dan rohani (jiwa, akal, hati dan nafsu)

Sebagai bahan perbandingan kita contohkan makan. Ketika kita ingin
makan..nafsu  memerintahkan perut untuk merasakan lapar dan dahaga, akal
memerintahkan tangan & kaki untuk mencari makanan, kemudian ketika kita
makan...hati/perasaan memberikan rasa dan perasaan untuk menikmati makanan
yang kita santap....kesemuanya itu perlu sinkronisasi dan pengaturan yang
kompleks dan tidak sendiri-sendiri. Kalau tidak sinkron....Apakah roh-nya saja
yang merasakan lapar? Apakah tubuh saja yang makan ? Apakah roh ataukah tubuh
yang merasakan kenyang ? tentu kita semua bingung menjawabnya. Ini merupakan
jawaban bahwa rohani merupakan asimilasi dari roh dan jasad.

Sekarang bagaimana kalau roh dicabut dari jasad seseorang untuk sementara
waktu ? . Sekarang kita misalkan saja tidur nyenyak..Tidur nyenyak merupakan
contoh kematian yang paling sederhana. Ketika tidur...Allah mencabut roh
seseorang itu untuk sementara waktu, berada di genggaman-Nya..dan akan
dikembalikan sesuai dengan kehendak-Nya. Pada saat tidur nyenyak kita tidak
bisa merasakan apapun juga, makan, berpikir, bergerak, kesemuanya itu tidak
kita bisa kita sadari. Tetapi tentu kita bisa menjawab satu pertanyaan
sederhana...apakah pada saat tidur tubuh kita tidak bernafas ? tentu tidak
bukan...! Kalau tidak bernafas bukan tidur namanya tapi mati. Ini merupakan
jawaban bahwa tubuh bukan benda yang mati.

Penjelasannnya yaitu bahwa Tubuh merupakan suatu unsur hidup seperti roh, yang
penciptaan pertamanya terdiri dari tanah yaitu Nabi Adam dan penciptaan
selanjutnya terdiri dari air mani/cairan testoteron laki-laki yang bertemu
dengan cairan ovum wanita dan dan 'menginap' di ovarium selama lebih kurang 9
bulan sebelum dilahirkan di muka bumi,yang jika tidak dihembuskan roh atau
dalam pengertian umum tidak digabungkan roh kedalamnya, maka tidak akan timbul
suatu akal pikiran, nafsu, hati atau perasaan maupun kesadaran sedikitpun,
karena seperti saya uraikan di atas tidak terjadi asimilasi antara roh dan
tubuh/jasad...!

> Sedangkan JIWA, AKAL, HATI, dan NAFSU yang berada dalam unsur
> ROHANI tadi, tidak akan mati (kekal adanya) pergi menghadap Tuhan-Nya
> membawa bekal segala amalan baik dan amalan buruk, dan akan diper
> tanggung jawabkan dihadapan ALLAH swt.

  Dan ketika kita benar-benar mati..maka roh kita benar-benar dipisahkan dari
jasadnya sampai akhirnya kelak digabungkan kembali untuk diminta
pertanggungjawabannya di dunia..dengan kondisi yang berbeda jauh dengan system
penciptaan pertama dan kondisi asimilasi yang berbeda pula. Dan merupakan
suatu catatan bahwa ketika kita mati yang tidak akan mati adalah hanya amal
saleh dan hasil perbuatan kita yang akan kita pertanggungjabwabkan ke hadirat
Allah nanti sedangkan nafsu akan terkubur habis bersama rusaknya jasad di
dalam kubur.


Allahulam Bisawwab

Verizal



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke