Mungkin pak Nading memahami jauh mengenai unsur jasadi dan ruhani. Ada
sebuah pertanyaan yang menumbuhkan korelasi pemikiran pada diri saya.
Bagaimana pak Nading mengenai pusat Iman yang melakukan kontak dengan Ilahi
?
Dimana syaraf-syaraf keimanan seseorang yang dilakukan penelitian pada saat
orang tersebut mencoba mengenal Diri dan Ilahi telah ditemukan terjadinya
getaran mikrowave pada pusat syaraf yang berkumpul seperti sarang laba-laba
tepat dibelakang pusat dahi. Dan apakah ini ada kaitannya Perintah Sujud
yang terfokus kepada penggunaan Dahi ? karena semakin orang tersebut
melakukan sujud kepada Alloh maka pusat syaraf tersebut terus berkembang
memenuhi lingkaran dahi dan memancarkan aura seseorang, benarkah demikian
ditinjau secara tasawuf ?
[EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, June 06, 1999 2:41 PM
Subject: [Tasawuf] "Tubuh adalah benda mati"
>Assalamu a'laikum Wr. Wb.
>
>MEMAHAMI SECARA GARIS BESAR
>JASMANI DAN ROHANI MANUSIA
>
>Seperti telah disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an tentang asal muasal
>penciptaan tubuh manusia, yang sudah pernah saya kutipkan dalam
>milis beberapa minggu lalu, yang intinya bahwa dalam penciptaan-Nya
>tubuh manusia ini adalah terdiri dari dua unsur, yaitu unsur Jasmani dan
>unsur Rohani.
>
>Dalam wujudnya, Jasmani manusia yang unik dan sangat luar biasa ini,
>yaitu terdiri dari bagian bagian atau susunan milyaran cel-cel yang mem
>bentuk jaringan tulang, otot, lemak, jaringan kulit, jaringan pembuluh
>darah, jaringan saraf, jaringan rambut, jaringan yang membentuk organ2
>pada system saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kemih,
>saluran peranakan, dan pada system peredaran darah, yang kesemuanya
>itu terbentuk dari sari patih tanah yang berasal dari semua jenis makanan
>dan minuman yang telah dimakan setiap saat, mulai dari janin, bayi, dan
>sampai pada usia yang lanjut (sebelum ajal).
>
>Adapun unsur lainya adalah unsur Rohani, unsur ini tidak berupa benda
>tetapi sesuatu yang sangat dan amat ghaib adanya, dan tidak satupun
>manusia yang dapat mngetahui bentuk dan rupa Rohani ini, tetapi hanya
>Allah lah Sang Pencipta yang mengetahuinya.
>Dalam fungsinya bagian jasmani tubuh adalah dihidupkan dan digerakkan
>oleh unsur Rohani yang sangat unik dan ghaib, keduanya bekerja dengan
>sangat rapih dan teratur, dengan segala system yang serba automatis
>pula, sehingga manusia dapat tumbuh dan hidup sejak dari alam rahim
>hingga lahir ke alam dunia tumbuh dan berkembang biak, serta mengenal dan
>memanfaatkan alam lingkungannya sampai akhir hayat.
>
>Pada suatu saat ada seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah saw,
>tentang keberadaan Roh ini, dan Rasulullah ketika itu tidak menjawab,
>sehingga saat itu turun Malaikat Jibril membawa Wahyu Illahi sebagai
>jawaban yaitu :
>" Katakanlah : Roh itu adalah urusan (rahasia) Allah, dan tidak diberikan
>pengetahuan kepadamu, kecuali sedikit saja " (QS:Al-Isra' - 85).
>
>Kata-kata ROHANI adalah mempunyai arti yang sangat luas, ianya me
>liputi apa yang dinamai : JIWA, AKAL, HATI, dan NAFSU.
>Dinamai Jiwa atau Roh dalam fungsinya adalah yang dapat menumbuhkan,
>menghidupkan, dan memperkembang-biakkan.
>
>* Dinamai AKAL dalam fungsinya adalah : yang Memikir (menyelidiki),
>mengingat, dan berkhayal. Memikir artinya mencari sebab dan akibat,
>mengingat artinya menyadari kembali keadaan2 yang sudah terjadi,
>berkhayal artinya membayangkan sesuatu yang bakal atau belum terjadi.
>* Dinamai HATI dalam fungsinya adalah yang dapat merasa, baik perasaan
>perasaan rendah, dan perasaan-perasaan yang tinggi atau mulia.
>* Dinamai NAFSU dalam fungsinya menginginkan, membutuhkan, dan
>menghendaki, baik keinginan2 yang rendah, maupun keinginan2 yang
>tinggi (mulia).
>
>Diantara semua mahluk dimuka bumi ini, manusia-lah yang ditempatkan
>pada golongan mahluk hidup yang tertinggi karena Rohaninya, Jiwanya,
>Akalnya, Hatinya, dan Nafsunya.
>Tetapi dengan ia-nya pula manusia dapat berubah kedudukan dan golongan
>pada level yang paling rendah, serendah-rendahnya mahluk diantara
>semua mahluk yang ada. (QS: At-Tin).
>
>Pada dasarnya tubuh manusia itu dengan semua perangkat-perangkat
>yang ada didalamnya, adalah sebuah benda materi yang MATI, dalam
>artian : tidak dapat bergerak, tak dapat tumbuh, tak dapat melihat, tak
>dapat mendengar, tidak dapat merasa, tidak dapat berfikir, tidak ada
>nafsu, tidak dapat mencium, karena asalnya dari sesuatu bahan yang
>berasal dari benda yaitu tanah.
>Unsur ROHANI - lah yang dapat menyebabkan tubuh manusia itu hidup,
>bisa bergerak dan berjalan, mempunyai Jiwa, Akal, Hati dan Nafsu, dapat
>melihat, mendengar, mencium, merasakan sesuatu, dan lain2 sebagainya.
>
>Hal ini tidak dapat dibantah dan dipungkiri sebab telah banyak nasehat
>dan bukti yang diabadikan ALLAH dimuka bumi sebagai bahan ujian bagi
>orang orang yang berfikir, yaitu KEMATIAN.
>
>Cobalah kita perhatikan JASAD MANUSIA yang terbujur kaku, mati, di
>tinggalkan ROHANI-nya beberapa saat. Tubuh itu yang masih lengkap
>dengan organ2 tubuh, mulai dari ujung kaki sampai keujung rambut, semua
>nya masih utuh, alat2 panca indera masih ada semua.
>Masih mempunyai mulut tetapi tidak sanggup lagi berbicara, berpidato,
>berazan, berteriak, seperti beberapa saat yang lalu.
>Masih mempunyai mata yang terbuka, tetapi tidak bisa lagi berkedip.
>tak dapat melihat, bahkan air matanya pun langsung kering, biarpun mata
>dicubit tubuh itu tidak lagi merasakan sakit atau perih.
>Masih mempunyai telinga, tetapi tidak dapat lagi mendengar nasehat,
>pesan2, bahkan dipotongpun telinganya, jasad itu hanya diam saja.
>
>Bahkan hanya beberapa jam saja setelah ROHANI-nya meninggalkan tubuh,
>tubuh itu mulai kaku, kemudian tanda-tanda membusuk mulai nampak, dan
>akhirnya harus cepat-cepat dikubur didalam tanah, kembali keasalnya.
>
>""JIka sudah begini adanya : Untuk apalah menumpuk harta ber Milyar dolar,
>untuk apa memamerkan postur tubuh dan kecantikan, untuk apa memamer
>kan kekuatan, kesombongan, dan kekuasaan"".
>
>Sedangkan JIWA, AKAL, HATI, dan NAFSU yang berada dalam unsur
>ROHANI tadi, tidak akan mati (kekal adanya) pergi menghadap Tuhan-Nya
>membawa bekal segala amalan baik dan amalan buruk, dan akan diper
>tanggung jawabkan dihadapan ALLAH swt.
>
>Bagai manakah keadaan ROH manusia kalau tubuh sudah mati...?
>inilah sebuah pertanyaan besar dimana seluruh mahluk manusia
>akan dapat menjawabnya sendiri-sendiri. Dan untuk itulah ALLAH
>menurunkan Agama kepada seluruh manusia, agar jasad dapat
>selamat didunia dan Roh akan selamat di akherat kelak.
>
>Kesimpulannya adalah bahawa :TUBUH MANUSIA dari unsur Jasmani
>adalah pada dasarnya BENDA MATERI yang sifatnya benda MATI.
>
>JIka ada milis yang ingin menambahkan dipersilahkan dengan rendah
>hati, sebab maksud yang sebenar tak dapat sepenuhnya dituang dalam
>tulisan. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.
>
>Jazakumullahi Khairan Katsiran
>Wassalam
>
>H. Nading.
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)