M. Zubaidi wrote:

> 3. Mengapa PCD yang di dalam homepagenya ikut mempromosikan
> �tehnologi Al-Quran�, nyatanya tidak bisa memanfaatkan �tehnologi
> Al-Quran� dan �kekeramatan Al-Quran� untuk memenangkan partainya?
> Saya berpendapat, kalau untuk usaha kecil �memenangkan partai�
> saja �tehnologi Al-Quran� tidak bisa digunakan, apa lagi untuk
> �memenangkan/ menghantarkan umat Islam pada kejayaan� lebih tidak
> mungkin. Dengan kata lain �tehnologi Al-Quran� hanyalah sekedar
> angan-angan, sedangkan hakikatnya tidak pernah ada.

Meskipun memiliki teknologi Al Qur'an, saya pikir PCD tidak akan
menggunakannya untuk sebuah tujuan yang 'rendah' seperti memenangkan
partainya. Saya yakin [dan berharap] mereka hanya menggunakannya untuk
tujuan-tujuan yang lebih mulia, seperti mengikis kekafiran maknawi di
kalangan Islam, seperti kekeliruan dalam pemahaman Islam dan ajaran
agama pada umumnya, termasuk kekeliruan dalam penafsiran 'teknologi
Al-Qur'an'. Penguasaan teknologi itu memerlukan moral yang tinggi agar
mendatangkan manfaat, bukan mudharat. Sebagai pembanding, bila orang
menguasai teknologi pembuatan api, sedangkan ia bermoral labil, dapat
saja teknologi itu digunakan untuk membakar sebuah kota, membakar
semua manusia yang tidak sepaham dengan dia, dll. Sebaliknya, orang
yang bermoral akan mengarahkan pikirannya untuk memanfaatkan teknologi
itu dalam bentuk yang positif.

Saya menghargai pandangan anda, tetapi dalam benak saya, 'kejayaan
Islam' tidak sama dengan pendapat anda. Kalau 'kejayaan Islam' itu
digambarkan sebagai suatu negeri yang 'tata tentrem kerta raharja' di
bawah pimpinan orang [yang beragama] Islam; orang-orang [yang
beragama] Islam berada di atas angin dalam percaturan politik, sosial,
ekonomi dan budaya; dan negara ini dijadikan negara Islam -- saya
anggap ini baru merupakan kejayaan yang semu. Kejayaan dalam bentuk
demikian justru cenderung untuk membuat kita lengah dan menjauh dari
inti ajaran Islam sendiri, terutama karena ketiadaan kekuatan
perlawanan yang memadai.

Kejayaan Islam datang kepada seseorang jika ia {a) beriman kepada
Tuhan, (b) mampu mengenali Tuhan-Nya, dan (c) patuh dan berserah diri
kepada Tuhannya. Ciri orang itu bukan [hanya] ditandai dengan
frekuensi shalatnya, seringnya berpuasa, banyaknya sedekah yang
dibayarnya atau berapa sering ia menjalankan ibadah haji, tetapi
ditandai dengan perkataan, perilaku dan suasana hatinya yang
mencerminkan kedekatan dengan sifat-sifat Allah.

Kejayaan Islam datang kepada suatu lingkungan atau negara bila
kebanyakan orang di dalamnya mempunyai kondisi seperti pada paragraf
di atas. Mungkin saja orang [yang beragama] Islam relatif sedikit atau
bahkan minoritas di suatu wilayah, tetapi kalau mereka sudah mampu
menyerap Islam hinga tercermin dalam perilaku dan suasana hati mereka,
saya berani menyebut bahwa Islam sudah jaya di wilayah itu. Dengan
paradigma ini maka menjayakan Islam tidak harus melalui suatu
kemenangan politik, tetapi dapat pula melalui 'gerilya' dari orang ke
orang, satu-per-satu kita ajak untuk 'mendekat' kepada Allah.

90% penduduk Indonesia tercatat beragama Islam, namun ini bukan
pertanda kejayaan Islam karena hanya sebagian kecil saja yang sudah
benar-benar Islam [berserah diri].

> 4. Begitu pula masalah bantuan Allah. Memang bisa saja berbagai
> tragedi yang menimpa umat Islam dijadikan bukti tiadanya bantuan
> Allah dst. Yang patut dipertanyakan mengapa para AuliyauLlah zaman
> sekarang dan orang-orang yang dekat ke ranking mereka pun tidak
> dapat bantuan Allah? Atau jangan-jangan mereka itu sebenarnya
> bukan AuliyauLlah dan bukan pula orang yang dekat ke ranking itu?
> Sebab kalau mereka benar-benar AuliyauLlah tentu mereka sangat
> berhak mendapat bantuan-Nya dan jika telah memperoleh bantuan-Nya
> logikanya dengan beberapa gelintir AuliyauLlah pun segala masalah
> di bumi ini bisa diselesaikan dan umat Islam bisa diangkat dan
> diselamatkan dari keterpurukan.

Anda tidak sabaran. Ingat, Allah-lah yang mengatur semuanya, termasuk
WAKTU. Yang perlu kita pertanyakan adalah: apa lagi yang masih belum
beres pada diri kita masing-masing hingga saat itu belum datang juga?

Selain itu, kita juga perlu tahu bahwa bantuan Allah itu tidak selalu
dalam bentuk yang kita duga.

Wassalamu'alaikum wr wb.
RS

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke