Assalamu 'Alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh Emha seperti pada tulisannya di bawah ini di bagian akhir mengatakan "aku menyaksikan kita butuh waliyullah atau superman untuk menolong bangsa ini.". Saya sendiri sudah punya persepsi tentang waliyuLlah (yang berbeda dengan persepsi kebanyakan anggota milis ini), namun begitu saya ingin bertanya kepada mbak Yani dll. yang persepsinya tentang waliyuLlah sudah banyak diungkapkan di dalam milis ini, pertanyaan saya adalah: - Di mana mereka WaliyuLlah/ AuliyauLlah (dalam persepsi antum) itu sekarang berada? - Mengapa mereka tidak bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan negara dan rakyat Indonesia? - Mengapa PCD yang di dalam homepagenya ikut mempromosikan 'tehnologi Al-Quran', nyatanya tidak bisa memanfaatkan 'tehnologi Al-Quran' dan 'kekeramatan Al-Quran' untuk memenangkan partainya? - Saya berpendapat, kalau untuk usaha kecil 'memenangkan partai' saja 'tehnologi Al-Quran' tidak bisa digunakan, apa lagi untuk 'memenangkan/ menghantarkan umat Islam pada kejayaan' lebih tidak mungkin. Dengan kata lain 'tehnologi Al-Quran' hanyalah sekedar angan-angan, sedangkan hakikatnya tidak pernah ada. - Begitu pula masalah bantuan Allah. Memang bisa saja berbagai tragedi yang menimpa umat Islam dijadikan bukti tiadanya bantuan Allah dst. Yang patut dipertanyakan mengapa para AuliyauLlah zaman sekarang dan orang-orang yang dekat ke ranking mereka pun tidak dapat bantuan Allah? Atau jangan-jangan mereka itu sebenarnya bukan AuliyauLlah dan bukan pula orang yang dekat ke ranking itu? Sebab kalau mereka benar-benar AuliyauLlah tentu mereka sangat berhak mendapat bantuan-Nya dan jika telah memperoleh bantuan-Nya dengan hanya beberapa gelintir Auliya, yang dibantu oleh Allah, itu segala masalah di bumi ini bisa diselesaikan dan umat Islam bisa diangkat dan diselamatkan dari keterpurukan. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan! Wassalamu 'Alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh M. Zubaidi ---------------------------------------------------------------------------- ---- Seri PadangBulan (65) SYAFAAT RASUL ---------------------------------------------------------------------------- ---- Saya berkhayal sambil memohon kepada Allah agar yang mengerikan tak akan pernah terjadi: bahwa sekitar lima tahun sejak sekarang merupakan era kunci bagi nasib bangsa Indonesia. Merupakan momentum penentu bagi semua kita untuk memilih keselamatan ataukah kesengsaraan, memilih krisis dan kehancuran yang semakin berkepanjangan ataukah perubahan besar-besaran menuju zaman yang benar-benar baru, komunitas baru dan pencahayaan baru. --- dipotong --- Kita akan melihat apakah bangsa Indonesia akan secara sangat serius dihancurkan oleh "hawa" atau keterikatan yang berlebihan terhadap dunia. Oleh subversi anti-nasionalisme yang menomersatukan egosentrisme golongan dan napsu berkuasa pada diri kelompok-kelompok. Oleh kemesraan di depan dan tikaman di belakang. Yang keseluruhannya merupakan puncak kebodohan SARA kita semua. Kehancuran itu umpamanya melalui semacam perang saudara dengan jumlah dan kualitas pengorbanan yang tak pernah disangka oleh siapapun -- nanti menjelang akhir 1999, atau sudah terjadi sebelum akhir 1998, atau bahkan sudah dimulai sejak Juli-Agustus 1998 ini. --- dipotong --- Kubilang kepada mereka: "Kalau seandainya di tanganku ada uang rakyat 200 trilyun, kutitipkan siapa agar sampai kepada Anda semua? Kutitipkan Habibie? ABRI?..." Di mana-mana orang menjawab: "Jangan...." Bangsa kita sangat mungkin tidak bisa menolong diri sendiri. Dari sudut manapun: sistem, birokrasi, SDM, managemen, kepercayaan. Aku ngeri. Maka aku ajak siapa saja yang mau untuk mencari syafaat Rasul melalui selawatan. Dengan ainayya, dengan segala mripat pinjamanNya, aku menyaksikan kita butuh waliyullah atau superman untuk menolong bangsa ini. Apakah menurutmu khayalku ini cukup bermutu? ***** Emha Ainun Nadjib ---------------------------------------------------------------------------- ----------- Padhang mBulan Net - Padhang mBulan mailing list ---------------------------------------------------------------------------- ----------- Untuk registrasi, kirim email dengan subject dan body message kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Untuk pengunduran diri, kirim email dengan subject dan body message kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Homepage : Http://www.maga.co.id/emha ---------------------------------------------------------------------------- ---------- ----- Original Message ----- From: Yani Qoyimah <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, June 14, 1999 10:39 � Subject: Re: [Tasawuf] Pertanyaan sekitar WaliyuLlah dan tehnologi Al-Quran > Saya terima mail ini kosong.... > > Mungkin bisa dikirim kembali? > > Mohammad Zubaidi wrote: > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): > > [EMAIL PROTECTED] > > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): > > [EMAIL PROTECTED] > > Dokumentasi Milis : > > http://www.mail-archive.com/[email protected] > > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P) > > > ---------------------------------------------------------------------------- ---- > --------------------------------------------------------------------- > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] > Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P) > > > > --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
