Assalamu'laikum Wr.Wb

Saya ingin menanggapi tentang Waliullah ini sbb.

Berikut ini ciri-ciri Wali yang terdapat dalam Al Qur�an dan
Hadits antara lain:

1. Tidak mengenal seorang Wali kecuali Wali juga. Karena Maha
Rahman dan Rahim-nya Allah, diperkenalkan dan didekatkan pula
orang (bukan wali) yang diberikan taufik dan hidayah-Nya.

Al Hikam menyebutkan : �Dalam sebuah hadits Qudsi Allah bersabda
: Para Wali-Ku di bawah naungan-Ku, tiada yang mengenal mereka
dan mendekat kepada seorang Wali, kecuali jika Allah memberikan
Taufik Hidayah-Nya. Supaya ia langsung juga mengenal kepada Allah
dan Kebesaran-Nya yang diberikan kepada seorang manusia yang
dikehendaki-Nya.�
Dalam Al Hikam diceritakan pula : �Sahl bin Abdullah ketika
ditanya oleh muridnya : Bagaimana mengenal Waliullah itu?
Jawabnya : Allah tidak memperkenalkan mereka, kecuali kepada
orang-orang yang serupa dengan mereka, atau kepada orang yang
bakal mendapat manfa�at dari mereka (yakni untuk mengenal dan
mendekat kepada Allah). Rahmat kebijaksanaan Allah telah
menetapkan, para Wali itu dengan hijab basyariyah (kebiasaan
manusia).�

2. Gerak Wali adalah gerak Allah. (Kalau mereka melihat, Aku
matanya. Kalau mereka mengambil, Aku tangannya. Kalau mereka
berjalan, Aku kakinya. Jika mereka digempur, Aku lawannya. Kalau
mereka duduk, Aku temannya.)

�Barang siapa yang memusuhi seorang penolong (Wali)-Ku, maka Aku
mengumumkan perang kepadanya, dan pabila hamba-Ku menghampirkan
diri pada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada
sekedar mengamalkan apa-apa yang telah kuwajibkan atasnya, dan
terus menerus menghampirkan diri kepada-ku dengan amalan-amalan
yang baik, hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah
mencintainya , adalah Aku pendengarannya bila ia mendengar Allah
penglihatannya bila ia melihat, adalah Aku tangannya bila ia
mengambil (melakukan sesuatu), Akulah kakinya bila ia berjalan,
jika memohon niscaya Aku perkenankan permohonannya dan jika ia
meminta perlindungan kepada-Ku pastilah Aku lindungi dia.�
(Hadits Qudsi Riwayat Bukhori)

�Manakala AKU timbul di hati hambaKu (jadi sudah berada di
hatinya, semua jadi gerak Allah = sebagai Aparat Allah), lalu Aku
lihat orang yang emnguasai hatinya menggantungkannya dengan
mengingat AKU maka AKU-lah mengendalika siasatnya (geraknya,
perbuatannya), AKUlah teman duduknya, AKUlah yang memberitahu,
AKUlah yang menggembirakannya (Hadits Qudsi dalam Al Atsar � Ihya
Ulumudin).

�Sesungguhnya Wali-wali-ku dan Kekasih-kekasih-Ku dari para
hamba-Ku ialah, mereka yang disebut namanya, jika orang
menyebut-Ku, juga Aku disebut orang bila menyebut nama mereka.�
(H.R Atthabrani, Al Hakim dan Abu Na�im).

3. Wali memancarkan Cahaya (Nur Illahi).

�Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat dari orang yang merendah
diri karena keagungan-Ku dan tiada menyombongkan dirinya di atas
makhluk-ku, tiada terus-menerus bermaksiat kepada-Ku, berbelas
kasih kepada orang miskin, orang mufasir-ibnusabil, perempuan
janda dan orang terkena musibah. Ia memancarkan Cahaya laksana
matahari. Aku lindungi ia dengan kebesaran-ku dan memerintahkan
malaikat-Ku untuk menjaganya. Aku berinya cahaya dalam menerangi
hidupnya. Ia diantara makhluk-makhluk-Ku laksana �Firdaus�
gemerlapan di antara barisan Syurga-syurga-Ku.� (H.R Bazzar)

4. Wali adalah orang yang sangat  dekat kepada Allah SWT, yang
didalam hatinya ada Nurun ala Nurin (Nur Allah)

�Tidak memuat Zat-Ku bumi dan langit-Ku (yang membawa Asma-Ku dan
kalimah-Ku), melainkan yang dapat menerimanya ialah Hati hamba-Ku
yang mukmin, suci, lunak dan tenang.� (H.R Abu Daud).

�Aku sangat akrab pada hamba-Ku (yang Ku-kasihi) lebih hampir
dari pada urat lehernya.� (Q.S Qaaf : 16).

5. Wali adalah �Khalifah Allah� yang menebarkan Rahmat dan
kebajikan.

�Kalau engkau melihat bahwa seseorang dikunjungi oleh masyarakat
ramai dan kau lihat ia menaburkan segala macam kebajikan dan
rahmat, naik saksilah engkau, bahwa ia adalah seorang kekasih-Ku,
yang Aku wakilkan kepadanya, untuk menaburkan Rahmat-Ku
sebanyak-banyaknya, bernaunglah engkau di bawah lindungannya,
engkau akan selamat Dunia dan Akherat.� (H.R Al Qudha�ie dari Abu
Said RA).

�Carilah kebaikan pada orang-orang yang mempunyai sifat kasih
dari pada umat-ku, tentu kamu akan dapat hidup di bawah
lindungannya, karena Rahmat-Ku ada pada mereka. Dan janganlah
mencari kebaikan dari orang-orang yang kejam hati, karena
murka-Ku menimpa di atas mereka.� (H.R Al Qudha�ie dari Abu
Said).

6. Tangan Allah di atas tangan mereka (Q.S Al Fathu:10)

Dari atas sudah kelihatan bahwa semua gerak, langkah dan tindakan
Wali adalah gerak Allah, bukan gerak hawa nafsunya sendiri.
Mengapa para Wali belum muncul, belum menyelamatkan bangsa ini?
Itu berarti Allah sendiri belum berkenan untuk menolong bangsa
ini. Kita harus instropeksi diri, apa akar permasalahan yang ada
di dalamnya (?). [Akar permasalahannya adalah iman yang memudah,
akhlak yang merosot, tidak mengindahkan peringatan-peringatan
Tuhan.]

Kita tengok sejarah Nabi-nabi jaman dahulu, yang �diselamatkan�
dan ditolong� oleh Allah adalah orang yang beriman, orang-orang
yang mengikuti Nabi dan Rasul. Nabi dan Rasul sebagai Utusan
Allah adalah menyampaikan dan mengajak. Jika umat sendiri tidak
mau beriman, tidak mau mengikuti Nabi/Rasul, bagaimana mereka mau
diselamatkan dan ditolong oleh Allah?
Begitu juga dengan kondisi Waliullah sebagai penerus/ �Pewaris
Nabi�. Kalau umat sendiri tidak mau �ditolong�, bagaimana mereka
akan selamat?

Saya punya analogi begini :
Ada pasien yang sakit menahun. Dokter (ahli pula) memberikan
"obat"-nya, tapi si pasien sindiri tidak mau memakannya sesuai
petunjuk dokter (karena "obat"-nya "pahit", atau karena dia tidak
mempercayai dokter tsb) . Bagaimana pasien itu mau "sembuh"?
Bukan salah si dokter 'kan?

[Biasanya Allah menurunkan"utusan-Nya" jika suatu bangsa/negeri
dalam keadaan "jahiliyah"/"amburadul"]

Dan pertanyaan tentang PCD dan Teknologi AL Qur'an, saya kutipkan
tanggapan dari pengurus PCD Jabar.

PCD tidak berambisi duniawi dan kekuasaan sedikitpun dan karena
PCD
bertujuan menciptakan kedamaian di bumi Indonesia ini, maka
dengan adanya
pemilu yang damai sudah merupakan kemenangan bagi PCD dan PCD
tidak perlu
gembar-gembor telah menggunakan teknologi Al-quran untuk
menciptakan
kedamaian tersebut, lagi pula kalau kami ceritakan apa yang PCD
telah
lakukan, belum tentu orang akan percaya dengan alasan 'ah saya
juga bisa
ngarang cerita seperti itu'. Dan perlu diingat bahwa PCD
melakukan sesuatu
bukan untuk dipuji atau digembar-gemborkan tetapi semata-mata
hanya untuk
mendapatkan ridlo Allah.
Teknologi Al-quran bukan tidak bisa digunakan. Bila
dipergunakan,  akibatnya
akan banyak yang menjadi kufur daripada yang bersyukur.
Perlu diingat Bahwa Rasulullah adalah orang pertama yang
menggunakan
teknologi Al-Quran, tapi beliaupun tidak menggunakan teknologi
tersebut
untuk menjadikan semua manusia dimuka bumi pada saat itu untuk
menjadi
beriman. Bila untuk hal kecil, ada contoh pada zaman Rasulullah.
Rasulullah
bersabda: ' Bila aku mau, bukit Uhud bisa kujadikan emas, tetapi
itu tidak
Kulakukan karena banyak dari ummatku akan menjadi kufur karena
itu'

Wassalamu'laikum Wr.Wb


Mohammad Zubaidi wrote:

> Assalamu 'Alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh
> Emha seperti pada tulisannya di bawah ini di bagian akhir
> mengatakan "aku
> menyaksikan kita butuh waliyullah atau superman untuk menolong
> bangsa ini.".

deletet
begin:          vcard
fn:             Yani Qoyimah
n:              Qoyimah;Yani
adr:            Divisi Sistem Informasi PT TELKOM;;;Bandung;;;Indonesia
email;internet: [EMAIL PROTECTED]
x-mozilla-cpt:  ;0
x-mozilla-html: FALSE
end:            vcard


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke