Assalamu'alaikum wr.wb.
Hati suci adalah hati yang telah dibersihkan/disucikan oleh Allah, hati yang
suci mampu menerima petunjuk Allah (Qs.64:11), karena dengan hati itulah
seseorang menerima petunjuk dari Allah. Seseorang yang mampu menerima
petunjuk adalah orang beriman (Qs.22:54).Karena Allah menolong orang beriman
di dalam kehidupan dunia dan akhirat (saat berdirinya saksi-saksi), maka
seseorang yang telah Allah sucikan hatinya tidak akan tersesat.
Demikian urun rembuk dari saya, wallahu'alam.
Wassalam,
>From: "Jaret Imani" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Tasawuf] Bisakah Hati Suci Terpedaya?
>Date: Tue, 22 Jun 1999 15:17:14 +0700
>
>Assalaamu'alaykum ww.
>
>Bisakah Hati Suci Terpedaya?
>
>Serial Kera Sakti yang ditayangkan Indosiar tadi malam (21 Juni 1999) cukup
>menarik dan mengusik saya untuk bertanya dan menjadikan topik bahasan kita.
>
>Singkat cerita begini, rombongan kera sakti tiba di suatu daerah yang
>menakjubkan, di tepi danau yang di tengahnya menjulang gunung yang sangat
>tinggi hingga seolah-olah menyangga langit. Gunung itu sangat aneh, yaitu
>tegak lurus menjulang bagaikan tiang / pencil.
>
>Sang guru merasa takjub dan yakin bahwa gunung yang berada di hadapan
>mereka adalah gunung L...(?) tempat Budha bersemayam dengan kitab suci
>yang sedang mereka cari-cari. Karuan saja seluruh anggota rombongan
>bersukacita karena tujuan mereka hampir terwujud, kecuali, seperti biasa,
>si kera sakti Sun Go Kong yang membantah bahwa gunung itu bukanlah gunung
>yang dimaksud sang guru. Alasannya, tidaklah mungkin mereka sudah dekat
>dengan tujuan karena mereka belum lagi melewati rintangan-rintangan yang
>lain.
>
>Akan tetapi sang guru amat yakin, meski Sun Go kong juga yakin akan
>pendapatnya. Mereka kemudian mendaking gunung hingga ke puncak dan
>menemukan kuil tempat sang Budha bersemayam. Ketika mereka akan masuk, Sun
>Go Kong kembali menghalangi. Kemudian mereka masuk dan menemui sang Budha
>yang sedang bertapa. Saat mereka hendak memberikan hormat, Sun Go Kong
>melakukan tindakan yang kurang sopan, yaitu melompat menaiki pundak Budha
>sambil mengatakan bahwa Budha tersebut adalah Budha palsu. Jika tidak, maka
>sang Budha harus bisa menjawab pertanyaan "kalimat apa yang ditulis Budha
>di telapak tangan Sun Go Kong 500 tahun silam ketika ia diusir dari
>nirwana".
>
>Sang "Budha" tidak bisa menjawab malah berkata bahwa mata Sun Go Kong bisa
>tertipu. Ternyata sesungguhnya, sang "Budha" adalah seekor kera setengah
>dewa dan setengah siluman yang sangat sakti, bahkan sudah bisa menguasai
>kera-kera di sunia. Itulah sebabnya mereka semua tertipu. Alih-alih
>mendapatkan kitab suci, kini Sun Go Kong terperangkap dalam genta. Apakah
>Sun Go Kong bisa melepaskan diri dari persoalan tersebut....? Silakan
>tonton Kera Sakti hari Rabu mendatang...he...he...he...
>
>Pertanyaan saya, jika beberapa waktu lalu Pak Sunarman pernah memposting
>bahwa sang Guru adalah perumpamaan hati yang suci yang selalu cenderung
>pada kebenaran, sedangkan Sun Go Kong perumpamaan akal, maka bisakah hati
>yang suci terpedaya hingga tersesat? Bagaimana bisa...?
>
>Lalu, apakah akal akan dapat menjadi penolong untuk mengeluarkan diri dari
>kesesatan. Dan, tentu saja...mengapa...ya...?
>
>Atas sambutannya, saya haturkan terima kasih.
>
>Wassalaam
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)