> ---------- > From: Husein Anis[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > > Sekarang ni, bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran manusia paling mulia. > Kapan > dong, kita akan mengenang beliau. Seorang yang arif berkata: Barang siapa > sungguh-sungguh mencintai seseorang, ia pasti akan sering menyebut-nyebut > namanya. > > Assalaamu 'alaikum wr.wb. Mengikuti ajakan mas Husein Anis untuk menuliskan tentang Rasulullah Muhammad SAAW pada bulan Rabiulawwal ini, saya coba tulis ulang berdasarkan ingatan dari buah pikiran Jalaluddin Rahmat. Sekali lagi namanya juga cuman tulis ulang jadi mohon maaf jika salah atau tidak mampu menyebut sumber (terutama hadist) pada beberapa bagian. Pada bagian akhir dari buku "Membuka Tirai Kegaiban" yaitu pada Bagian Keenam, Jalaluddin membisikkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAAW beserta keluarganya. Bagian ini dipenuhi dengan kepingan-kepingan sejarah (dari kitab hadist) yang sangat mengharukan tentang bagaimana usaha umat islam menunjukkan kecintaan kepada Muhammad SAAW beserta keluarganya. Pada bagian ini juga Jalaluddin menunjukkan kepedihan Rasulullah dalam menegakkan ajaran Islam, serta betapa besarnya sikap belas kasih yang ditunjukkan Muhammad kepada umatnya. Pada bagian ini juga ada ditunjukkan betapa banyak perlakuan buruk sebagian umatnya terhadap Rasulullah (dari jaman beliau hidup hingga kini), perlakuan ini memunculkan pertanyaan yang menusuk "Tidakkah kita sedang menyakiti hati Rasulullah SAAW?". Menyinggung tentang tuduhan 'bidah', 'kultus individu' bahkan 'syirk' yang dilemparkan terhadap sebagian orang yang menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah dengan cara-cara tertentu, maka setelah memberikan beberapa argumen penolakan, pada akhirnya Jalaluddin kemudian berkata lirih: "Ungkapan cinta yang seharusnya menjadi sunnah, ungkapan tawhid, sekarang disebut sebagai syirk. Maafkan kami ya Rasulullah". Bagian keenam ini, menurut saya merupakan bagian yang paling menyentuh dari buku tersebut. Jalaluddin dalam buku ini menggariskan 3 cara yang dilakukan para shahabat dalam membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAAW yaitu: 1. Mencintai semua "atsar" beliau yaitu apa saja berupa waktu, tempat, peristiwa, benda dll yang berkaitan dengan Muhammad SAAW. 2. Memanjatkan Shalawat. 3. Mencintai keluarga Rasulullah. ------------------------------------------------------------- MENCINTAI ATSAR MUHAMMAD SAAW ------------------------------------------------------------- Bangsa-bangsa di seluruh dunia membuat monumen yang megah untuk mengenang tempat atau peristiwa berkaitan dengan pahlawan-pahlawannya. Demikian juga seorang istri yang jauh dari suami dan kemudian membasahi baju suaminya dengan air mata. Untuk Apa semua ini? Dalam kitab hadist Bukhari (3: 255) diceritakan suatu kisah dalam perjanjian Hudaibiyah. Urwah AlTsaqafi (salah seorang utusan mekkah) ketika kembali kepada kaumnya kemudian berkata: "Orang islam itu luar biasa. Demi Allah, aku pernah menjadi utusan menemui raja-raja. Aku pernah berkunjung kepada Kaisar, Kisra dan Najasyi. Demi Allah, belum pernah aku melihat shahabat mengagungkan rajanya seperti shahabat mengagungkan Muhammad. Demi Allah, jika ia meludah, ludahnya selalu jatuh pada telapak tangan salah seorang diantara mereka. Ia usapkan ludah tersebut ke wajahnya dan kulitnya. Bila ia memerintah, mereka berlomba melaksanakannya; bila ia berwudhu, mereka hampir berkelahi memperebutkan air wudhunya. Bila ia berbicara, mereka merendahkan suara dihadapannya. Mereka menundukkan pandangan di hadapannya karena memuliakannya". Dalam musnad ahmad 3:221-226 serta Shahih Muslim 4:1815. Ketika Muhammad SAAW tidur siang di rumah Ummu Sulaym, yang empunya rumah menampung keringat beliau pada sebuah botol. Ketika Nabi terbangun dan bertanya "Apa yang kamu lakukan wahai Ummu Sulaym?" Ia menjawab "Ya rasulullah, kami mengharapkan berkah buat anak-anak kami". Mendengar itu nabi SAAW bersabada "Ashabti- Engkau Benar". Mengapa mereka berebut mengambil sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAAW, meski ludah sekalipun. Mereka berebut sandal, lembaran rambut, tetesan air wudhu atau apa saja yang berasal dari Rasulullah SAAW. Untuk apa semua ini? Jalaluddin kemudian menjawab mengapa bangsa-bangsa di dunia mendirikan monumen yang megah untuk mengingat peristiwa-peristiwa bersejarahnya. Demikian juga seorang istri yang jauh dari suami menciumi serta membasahi baju suaminya dengan air mata. Serta ratusan ribu umat islam yang menangis dan mengusap-usap pintu makam Rasulullah SAAW di Madinah. Semua itu menurut beliau hanya bisa diterangkan dengan satu kata yaitu "Cinta". Salah satu ungkapan cinta adalah mengenang dan memuliakan atsar yang berkaitan dengan orang yang kita cintai (segala hal yang berkaitan baik peristiwa, nama, tempat, peninggalan, dll). Karena itu sangat sukar menghentikan kaum muslimin memperingati Isra Miraj, Maulud, Hijrah dll. Tidak mungkin menghentikan kaum muslimin menziarahi makam Nabi SAAW, Badr, Uhud dll walaupun perbuatan itu disebut Syirk sekalipun..Cinta yang tulus tidak dapat disembunyikan, Cinta sejati merindukan bukti. -------------------------------------------- MEMANJATKAN SHALAWAT -------------------------------------------- Saya tidak hendak menuliskan apa yang dikatakan kang Jalal pada bagian ini. Mungkin pada tulisan lainnya. ---------------------------------------------------------- MENCINTAI KELUARGA RASULULLAH ---------------------------------------------------------- Rasulullah mengorbankan segalanya dalam menegakkan ajaran islam, berupa harta, keringat, air mata dan darah. Kasih sayang Muhammad mendahului kemarahannya, bahkan pada saat shahabatnya menentangnya atau meninggalkannya sendirian di pertempuran. Pendek kata beliau mengobankan apa saja yang dimilikinya untuk menanamkan islam ke dada umatnya. Dan beliau sesungguhnya tidak meminta upah apapun kecuali keridhaan Allah SWT. Tetapi kemudian Allah memerintahkan dengan halus kepada Muhammad kekasih-Nya dengan didahului kata halus "Qul" (katakanlah, yang menunjukkan bahwa Allah memerintahkan Muhammad agar mengatakan demikian) untuk meminta satu upah dari umatnya yaitu kecintaan kepada Keluarga beliau. Katakanlah:"Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang kepada keluargaku"(QS. 42:23). Manfaat upah yang diminta oleh Rasululullah SAAW itu (yaitu kecintaan kepada keluarga Muhammad) akan kembali kepada umat islam itu sendiri seperti yang disebutkan dalam ayat lainnya yaitu :Katakanlah:"Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS. 34:47) Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. (QS. 12:104) Katakanlah:"Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya (QS. 25:57) Katakanlah (hai Muhammad):"Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da'wahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. (QS. 38:86). Mengenai Fatimah, beliau berkata: Fatimah adalah penghulu para wanita di surga. Siapa yang menyakiti hati Fatimah telah menyakiti hatiku, siapa yang menyakiti hatiku berarti menyakiti Allah SWT. dll... Mengenai Hasan dan Husain, beliau berkata: Hasan dan Husain adalah cahaya mataku. Siapa yang menyakiti hati mereka telah menyakiti hatiku dll.... Mengenai Ali bin Abi Thalib, beliau berkata: Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya. Ali disisiku adalah bagaikan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku. Membenci Ali adalah salah satu tanda kemunafikan. dll.... Mengenai ahlulbait, beliau berkata: Aku tinggalkan kepada kalian 2 mutiara (atsaqolain) yang keduanya tidak akan bercerai hingga menemuiku di Al-haudh kelak, yaitu AlQuran dan Ahlulbaitku. Aku ingatkan kalian akan ahlulbaitku (3x). Ahlulbaitku adalah bagaikan bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya akan selamat, barang siapa yang menolaknya akan celaka....dll.. Apakah upah yang sekecil inipun masih tidak mau kita berikan kepada Muhammad SAAW? Tidakkah merupakan kedurhakaan yang sangat keterlaluan jika kita tidak mau memberikan permintaan Muhammad SAAW ini? Padahal manfaat kecintaan kepada keluarga Muhammad akan kembali kepada umat islam itu. Memang aneh apabila seseorang yang mengaku mencintai Muhammad SAAW tetapi tidak mencintai (atau malah membenci) orang-orang yang dicintai oleh Muhammad SAAW. Oleh karena itu sangat aneh orang yang mengakui mencintai Muhammad SAAW tetapi tidak mengenal keluarganya. Wassalaamu 'alaikum wr. wb. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
