[sambungan]

Permasalahannya adalah, kebnayakan manusia sekarang ini jiwa muthmainnahnya 
terselubungi daki hawa nafsu dan syahwat (termasuk saya tentu).

Sehingga banyak orang karakter yang tertampil bukan jati diri (jiwa 
muthmainnah)-nya. Tetapi jiwa muthmainnah yang dibungkus hawa nafsu dan 
syahwat.

Contoh:
- Jiwa Muthmainnah yang kotak, karena terbungkus hawa nafsu dan syahwat 
menjadi  bulat.
- Jiwa Muthmainnah yang segitiga, karena terbungkus hawa nafsu dan syahwat 
menjadi  kotak.
- dst.

Sehingga ketika sekarang orang akan menikah, mereka (sepasang) merasa 
cocok. Namun ketika salah satu atau ke dua-duanya, sadar dan mensucikan 
diri, maka mulailah timbul ketidak cocokan antar keduanya.

Inilah kondisi Bukan Jodoh Sejati.

Jadi dalam perspektif tasawuf yang disebut jodoh, adalah yang demikian.

Dengan seorang mendapatkan jodoh sejati, ini akan mendukungnya dalam 
menyusun bangunan taqwa. Sehingga "mawaddah warahmah".

-bersambung-

Abah Hilmy
BTN Minasa Indah B-16 Gowa - Sulsel
Telp. 0411-883976

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke