[sambungan]
Dalam perspektif tasawuf, Jodoh juga bukan hubungan relasional satu-satu.
Seorang perempuan mempunyai hubungan Jodoh Sejati dengan berpuluh-puluh
--munngkin lebih-- pria. Demikian juga seorang pria mempunyai hubungan
Jodoh Sejati dengan berpuluh-puluh --mungkin lebih-- wanita.
Namun bagaimana mencari jodoh sejati?
Hal ini akan Allah berikan petunjuknya (siapa jodoh sejati kita) biasanya
ketika proses pensucian jiwa kita memasuki langit 1.7 (mutahharun/seperti
bayi lahir).
Atau kalaupun belum masuk kesana, kita dapat menanyakan kepada orang-orang
yang telah "Bertemu Diri", apakah si fulan/fulanah jodoh sejati kita.
Ada kapasitas jiwa manusia yang harus ditopang oleh beberapa jiwa yang
lainnya, apabila tidak didapati topangan satu jiwa yang mencukupi.
Hal ini tujuannya untuk menopang kepada ketaqwaan maksimal si individu.
Pada kondisi inilah seorang berpoligami.
Namun, poligami juga seharusnya bukan semata-mata karena didasari hawa
nafsu (ingin punya istri banyak), tetapi berdasarkan petunjuk Allah SWT.
Rasulullah SAW ketika bersitri dengan Khadijah, ia hanya mempunyai istri
yang lainnya... Kenapa?
Karena kapasitas jiwa khadijah mampu menopang jiwa rasulullah SAW.
Namun ketika khadijah wafat. Tidak ada wanita yang kapasitas jiwanya mampu
untuk menopang jiwa rasulullah SAW, sehingga harus ditopang oleh 4 orang istri.
Dalam bersuluk, permasalahan Jodoh Sejati demikian penting artinya. Sayang
dalam The Matrix tidak digambarkan :)
Hanya Allah-lah yang tahu segalanya.
-Wallahu'alam-
Abah Hilmy
BTN Minasa Indah B-16 Gowa - Sulsel
Telp. 0411-883976
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)