Budi Rahardjo wrote:
> Membuat sebuah usaha itu tidak mudah. This is coming from a
> person who is (partially) running a business.
> Faktor yang terberat adalah melakukan grooming, menyiangi
> bibit-bibit tersebut. Ini membutuhkan waktu dan komitmen yang
> tidak sebentar dan tidak sedikit. Jangan berharap dengan hanya
> memberikan resources (komputer, buku, akses Internet) mereka
> akan tumbuh sendirinya. Tidak bisa sekedar memberikan CD
> yang berisi materi-materi dan berharap orang bisa langsung
> mengerti dengan sendirinya.
[td sptnya ada server error, jadi replynya kosong]
Setuju banget; banyaknya dokumentasi, faq dll tidak menjadikan
semua orang tertarik memakai Linux. Pas hot2nya diskusi LInux
di Pau Mikro taon '98-'99 -- "Linux is the solutions for all
world problems" - at least for me. Sempat kepikir Linux Masuk
Desa dsb.
> Harus ada proses mengajari, mengarahkan, dan seterusnya.
> Yang ini, my friend, butuh effort besar...
Yup tapi kenyataanya, implementasi tidak semudah idenya :)
(setidaknya di perusahaan) Imho usually effective change comes from the
top.
Dari grassroot juga nggak papa, tapi biasanya lacks power. Jadi,
mungkin
perlu Kepres ttg Linux? :)
ronald
ps: btw bisa lebih dijelaskan ttg "liberalisasi perdagangan di sekitor
jasa"?
apa ini maksudnya INdonesia masuk WTO atao ....?