On Sat, 8 Jan 2005 01:25:50 +0700, Monang Setyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setahu saya, walaupun agak berbau client-server, metode discovery > (salah satu dasar pembentuk P2P) dengan menggunakan directory server > (seperti Napster dkk) tidak membuat P2P "berbasiskan" client-server.
Proses pencarian dan koneksi relatif masih client-server (saya ada 1 paper yg menjelaskan hal ini, nanti kalo udah masuk kampus saya kirim judulnya) > Tingkat abstraksi P2P satu level dengan client-server. Servent > (server-client, istilah lain untuk peer P2P) menggunakan directory > server untuk mengetahui layanan dan cara menghubungi servent lain. Pada P2P yg sekarang banyak memang masih keras bau client-server (sebetulnya yg berbeda antara client server dan publish/subscribe adalah mekanisme dia menemukan resource > > Model publish/subscribe ini juta disebabkan karena banyaknya aplikasi > > wireless dan multicast. > > Eh, bukannya muncul karena kebutuhan decoupling antar entitas? Secara logika, ya (wireless salah satu model yg membutuhkan decoupling itu, walau tidak harus). Tetapi publish/subscribe ini bukan hanya disebabkan karena ketidaan coupling yg terus menerus, tetapi juga keterbatasan ketersediaan koneksi bandwidth (optimasi protocol). Pada situasi wireless, keterbatasan bandwidth utk melakukan koneksi model client-server menjadikan publish/subscribe sebagai pilihan > mengatasi permasalahan tight-coupling. MOM diimplementasikan dengan > menambahkan entitas tengah yang berfungsi seperti kantor pos, yang > menyediakan layanan point to point maupun publish/subscribe messaging. Biaya koneksi yg juga perlu dipertimbangkan dalam memanfaakan MOM tersebut. Perangkat wireless : memeori, bandwidth terbatas IMW
