On Fri, 14 Jan 2005 01:34:21 +0100, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Multi modal interface mungkin akan banyak nongol di masa mendatang. > Untuk mengatasi keterbatasan User Interface yanag ada saat ini Pernah coba keyboard+mouse hybridnya Fingerworks? http://www.fingerworks.com/lp_product.html Yang dikeluhkan adalah faktor tactile (mengetik jadi lebih mirip mengelus karena tidak ada respon balik dari tuts keyboard) tapi secara keseluruhan pengalaman menggunakan keyboard/mouse hybrid ini benar-benar mengasyikkan. Tapi sekali lagi ini bukan solusi juga sih, soalnya tetap harus ada 'learning curve' (kurva pembelajaran?) sedangkan arah pengembangan antarmuka sekarang adalah meniadakan kurva pembelajaran. > Sebetulnya saat ini utk studi User Interface yg masih sedikit adalah > studi yang berkaitan dengan manusia itu sendiri (termasuk kultur yg > melingkupinya), kalau toh baca mentok-mentok ketemu bukunya Hofstede > lagi, Hofstede lagi. Hofstede. Duh. Faktor 'kultur' ini memang jadi dilema di kalangan pakar antarmuka. Antara lain karena berbicara soal kultur berarti tidak bisa berbicara tentang universalisme dan pada akhirnya setiap produk benar-benar tergantung akan kultur dimana produk tersebut akan dipasarkan. Yang sekarang ramai adalah soal PSP (PlayStation Portable). Ternyata tombol-tombolnya itu terlalu kecil dan terlalu dekat dengan layar sehingga apabila dipakai oleh orang non-Asia yang jarinya besar-besar layarnya jadi tertutup jari dan jadi kotor akibat sidik jari. OK, ini bukan contoh 'kultur' sebenarnya 'fisiologis', tapi paling tidak menggambarkan kesulitan mendapatkan konsep antarmuka universal. Mungkin tidak ya? -- boy avianto @ gmail account http://avianto.com/ - the archive
