On Fri, 14 Jan 2005 22:00:18 -0500, boy avianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Kenapa ya? Apakah memang masalah teori itu tidak penting atau gimana?

Bukan tidak penting, tapi tidak menarik.

Saya dapat merasakannya. Ketika menjadi mahasiswa juga saya merasa
bahwa teori itu hanya ... ya teori dan membosankan.
Tapi tetap saya paksakan (seperti yang diceritakan oleh Joel On
Software, tetap belajar meskipun membosankan).

Baru setelah terjun ke dunia nyata yang skalanya besar saya
mengerti pentingnya teori dan baru mendalami teori.
Nah sekarang tugas saya sebagai dosen adalah bagaimana
membuat teori itu menyenangkan (fun to learn).

Minggu lalu saya memberikan kuliah umum di Politeknik ITS.
Mahasiswanya ingin saya memberikan kuliah tentang hacking.
Nah ... saya lontarkan juga bahwa masalah security bukan hanya
sekedar coba-coba saja, akan tetapi ada teori di belakangnya.
(Meskipun masih banyak teori yang harus disempurnakan.)
Nampaknya memang harus ada usaha untuk membuat teori2 itu
menyenangkan. 

Sayangnya di Indonesia ini buku teori2 sangat
membosankan dan orang-orang memang senang karbitan.
Beda di luar negeri dimana teori-teori sudah diajarkan ke
anak-anak dengan bahasa yang mudah dimengerti.
(Bukan watered-down lho, masih berat tapi tidak complicated.
Gimana ya menjelaskannya? ha ha ha... It's an irony, indeed.)

-- budi

Kirim email ke