On Mon, 17 Jan 2005 09:51:47 +0100, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mungkin perlu juga dibaca hal hal yg menjadi kegagalan, serta > dilakukan studi sejarah di Bandung sendiri, kenapa kalo sudah sejak > tahun 70-an inisiatif itu ada tapi belum berhasil. Yup, ini pun saya tanyakan kepada orang-orang yang waktu itu aktif seperti pak Samaun Samadikun, Iskandar Alisyahbana, dll. Kalau diskusi dengan mereka asyik banget. Sampai sekarang mereka *masih semangat*. Padahal usia sudah di atas 70 tahun! Pak Samaun cerita tentang bagaimana dia ikut membantu mencarikan lokasi untuk National Semiconductor. Ada juga mengenai kebijakan yang salah, dsb. (Tidak banyak ilmuwan yang terus getol dan konsisten dalam mencoba memajukan industri di Indonesia.) Kalau pak Iskandar Alisyahbana banyak cerita tentang entrepreneurship. Bagaimana dia mendirikan perusahaan RFC, kemudian satelit, sampai ke mendirikan PSN. Terakhir dia bercerita tentang perbedaan suku, sampai-sampai orang ngeri karena dikira bersifat SARA. Padahal bukan itu maksudnya, akan tetapi betul-betul mempelajari the science of corporation. (Tidak banyak orang di Indonesia yang menguasai teknologi dan memiliki mental bisnis seperti pak Iskandar ini. Salut.) Selain mereka, ada lagi tokoh yang lebih "muda"an. Namanya pak Buntoro. Kalau ini industrinya bukan IT, tapi saya sering diskusi dengan dia. Baru-baru ini dia menerbitkan buku (semi otobiografi) bagaimana dia mendirikan perusahaan MAK-nya (mulai dari hospital furniture sampai ke membuat mesin penghasil mesin, the mother of all machines!) Sekarang lokasinya di Kalasan, Yogya. Saya dan dia lagi berkompetisi dan berkolaborasi untuk menghasilkan industri. :) Sayang sekali saya hanya punya satu bukunya. Kalau ada lagi, bagus untuk dibaca. Bagus untuk nasionalisme (yang bukan pepesan kosong). :) -- budi
