On Tue, 18 Jan 2005 10:22:46 +0700, risiyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > pertanyaan: > Nah yang ingin saya ketahui, bagaimanakah sistem/mekanisme di dunia > kewartawanan untuk mencegah hal seperti ini terjadi, baik di id maupun di > luar sana.
Media yang baik tentunya punya sistem editing yang baik, ditambah dengan program 'nambah ilmu' berkala atas bidang / desk masing-masing... tapi mari kita lupakan 'urusan internal' itu dan coba melihat dari sisi eksternal. Belakangan ini, media terkesan berlindung dibalik apa yg dinamakan "hak jawab"... anggota masyarakat yang tdk terima/tdk setuju dgn isi berita, dipersilahkan melayangkan surat protes sebagai hak jawabnya... gak boleh langsung main demo, main pukul, dsb... Adanya "hak jawab" ini kelihatannya cukup baik dan memberikan perlindungan terhadap kerja wartawan, tetapi di sisi lain malah membuat kerja wartawan menjadi agak gegabah... tdk sedikit yg asal muat aja informasi yang diterima, gak dicek lebih detil lagi kebenarannya... agak memprihatinkan memang. :( menyangkut soal mengurangi pengaruh buruk dari pernyataan2 ngawur si pakar palsu di media, langkah nyata yg bisa kita lakukan adalah mengcounter pernyataannya di media yang sama pula. Itu baru lbh efektif ketimbang kita mengcounternya cuma sebatas di blog kita masing-masing. Bisa lewat surat pembaca, artikel, atau press release! Demikian sedikit pendapat saya... :) -- Ben http://bennychandra.com/2005/01/15/dorce-show-dan-sersan-prambors/
