On Mon, 14 Feb 2005 18:07:08 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Mon, 14 Feb 2005 12:03:20 +0200, Mohammad DAMT

> untung kembali ke "surga di khatulistiwa".
> dengan cuaca yang cerah (kalo gak hujan) seperti di foto saya.
> selamat ngiri bagi yang lagi winter. ha ha ha

Ya nih, kalau udah cuaca kayak gini selalu di fikiran, ngapain sih
lama-lama di sini he he he  heran deh.   Tapi kalo pas salju udah
turun dan di belakang rumah saya main peluncuruan ama anak-anak, baru
enak juga ya..he.he.he

> 
> > bahwa di Indonesia, prakiraan cuaca kurang laku?
> 
> ya. masalahnya cuaca tidak mengandung dampak yang dahsyat
> sebagaimana di luar negeri. memang di negeri ini kita tidak
> terbiasa untuk berencana.

Karena perubahan cuaca di Indoensia tidak separah di negara 4 musim
(jadi tidak perlu lihat cuaca untuk pilih baca, tidak ada ketakutan
"salah kostum").

Di Jerman persh penyedia informasi cuaca mendapat masukan dari
informasi cuaca ditail yg dibutuhkan beberapa persh (misal airport,
pabrik, dsb).

> kalau di sana memang info cuaca sangat penting karena
> terkait dengan datangnya bis, baju yang mau dipakai, dll.
> ada impak yang cukup drastis kalau nggak tahu cuaca.

Betul.. salah kostum bisa konyol.  Sesuai pepatah Jerman "Tidak ada
cuaca yang buruk,
yang ada hanyalah baju dan perlengkapan yang tidak cocok".

> bmg meluncurkan radiosonde sehari dua kali (jam 12 AM & PM).
> komponen radiosondenya memang masih impor.
> ini yang sudah berhasil dibuat di tempat saya (ppaume)
> dan sudah dibenchmark. tinggal deal bisnisnya aja.

Di Jerman di beberapa ada stasiun cuaca yang melakukan pengukuran
secara rutin (dari tempat saya yang terdekat adalah Paderborn/Lippe
dekat tempat tinggalnya Ariya).

> > > Makanya enakan di dalam rumah, atau di dalam ruang kantor.
> > > Dampaknya apa aja dioprek
> 
> Tul. Kalau cuaca buruk banget, mendingan nginep di kantor
> dan ngoprek... he he he.

Untungnya dari kantor saya ke trem nggak perlu basah, dan jalan cuma 3
menit.  Yang perlu perjuangan cuma dari halte trem ke rumah saya
(jalan 7 menit).   Jadi daripada nginep di kantor kelaparan, enakan
lariiiiiiii langsung pulang.  Atau sekalian nggak berangkat heheheh
> 
> > trus bikin indomie telor cabe rawit
> 
> tapi gak ada bajigur di sono! ha ha ha
> (bandrek kali masih ada ya?)

Mau nggak mau harus masuk ke fase 3 dari perkembangan teknologinya
Rushkoff yaitu "Buat sendiri"

IMW

Kirim email ke