On Monday 14 March 2005 19:41, Budi Rahardjo wrote:

> persoalannya, cara yg dilakukan oleh temen2 underground itu memang
> tidak benar (kata nilai2 formal yg berlaku), tapi persoalan lainnya
> adalah: mereka tidak tahu cara lain yg bisa dibenarkan yg sesuai
> dengan "degup" hormonal mereka! Kalo cuman cuap2 di milis, atau nulis
> di blog.... mana bisa dianggap cukup sebagai tempat penyaluran!?

duh, coba analogikan kehidupan di dunia internet dengan kehidupan di dunia 
nyata. melakukan pengrusakan terhadap situs milik malaysia bisa dianalogikan 
dengan melakukan pengrusakan terhadap bangunan milik malaysia. apakah 
menyalurkan aspirasi dengan cara mengrusak misalnya kedutaan besar malaysia 
adalah cara-cara penyaluran yang bisa kita benarkan?

apa salahnya menulis di milis atau di blog? itu jauh lebih mulia daripada 
melakukan tindakan kekanak-kanakan dan anarkis. menulis di blog atau di milis 
bisa dianalogikan menulis untuk media massa misalnya. di dunia nyata, orang 
yang menulis di harian kompas misalnya, kita anggap lebih baik daripada 
orang-orang yang melempari kedubes malaysia misalnya. kenapa orang-orang yang 
melakukan tindakan pengrusakan di internet lebih tinggi derajatnya daripada 
yang menulis tentang masalah ini di milis atau blog?

> Semoga peristiwa ini bisa kita anggap sebagai momen untuk perenungan
> bagi semua pihak yg peduli, bahwa kita memang punya banyak persoalan.
> Dan salah satu persoalannya adalah: tidak mampu memberikan penyaluran
> pada bakat2 bagus yg dimiliki oleh negeri ini, yakni: Sekelompok anak
> bangsa yg punya kapabilitas teknis cukup, punya integritas tinggi
> pada bangsanya (walau dipimpin oleh banyak "tikus")...

apakah orang2 yang melakukan pengrusakan adalah orang2 yang memiliki 
kapabilitas teknis cukup? saya kira jauh dari itu. untuk 'ngehack' jaman 
sekarang gampang, jalankan nessus, masukkan IP address, dan program akan 
memberitahu servis mana yang 'bolong'. setelah itu tinggal cari exploitnya, 
ada berbagai macam situs tentang ini. cuma gitu aja kok dibilang 'punya 
kapabilitas teknis cukup'. orang bijak yang lain bilang "merusak jauh lebih 
mudah daripada membangun"

> kata orang bijak yg lain, damai akan terjadi setelah "peperangan"
> dianggap selesai !

sayangnya, peperangan belum juga dimulai tapi oknum-oknum ini sudah 'nembak' 
duluan :(

ps. mohon kiranya diforward oleh duta besar republik teknologia untuk kerajaan 
technomedia :)

Kirim email ke