On Wed, 16 Mar 2005 08:42:43 +0900, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Media tradisional seperti detik akan menjadi tidak terlalu significan
> lagi di masa depan. karna beritanya akan basi (blog akan lebih cepat),
> dan tidak bisa menjangkau semua sumber berita. bagaimana detik
> menjangkau berita di kampung saya?? kecuali detik menghire semua orang
> jadi wartawan. Tiap individu adalah sumber berita. ketika ada jutaan
> berita tiap hari, media tradisional akan menjadi tidak pas lagi.

Kenapa media tradisional menjadi tidak relevan hanya karena media itu
tidak menangkap dan memberitakan semua kejadian?
Apakah Anda berbicara tentang kejadian atau berita?
Anjing gigit orang adalah sebuah kejadian. Orang gigit anjing pun
adalah sebuah kejadian.
Tetapi yang mana yang lebih punya nilai berita?
Jika misalnya orang yang digigit anjing itu adalah tetangga Anda,
barangkali itu memiliki nilai berita buat Anda (jangan-jangan anjing
itu rabies). Tetapi kemungkinan besar seseorang yang berada 10ribu
kilometer dari rumah Anda tidak merasa perlu untuk tahu kejadian itu,
kecuali jika orang yang digigit itu adalah ayahnya.

> 
> media tradisional mungkin bisa berargument bahwa mereka punya standard
> kualitas. percaya atau tidak (ini bukan hasil survey), saya tanya
> beberapa teman2 saya yg pake news aggregator (termasuk saya), mereka
> akan mengklik entry dari orang yg dikenalnya dulu dari pada entry dari
> situs2 berkualitas seperti new york times, dan lain2.

Ini hanya anecdotal evidence. Media juga sering memberitakan anecdotal evidence.
Coba tanya teman-teman Anda yang lain, dan tanya juga dengan
orang-orang lain yang bukan teman Anda.

Barangkali kita juga perlu memikirkan apakah pada saat sekarang masih
tepat menyebut Internet sebagai dunia maya? Apakah karena bisa
melampaui batas-batas geografis? Ataukah karena mudahnya membuat
identitas anonim di Internet? Ataukah karena alasan-alasan lain?

Sebagai pembanding, mari kita lihat jaringan telepon seluler GSM. Saya
dapat menelepon dari lokasi mana saja ke mana saja menggunakan telepon
genggam saya, jadi melampaui batas-batas geografis.
Saya juga bisa membeli kartu GSM prabayar untuk menyembunyikan identitas saya.
Apakah kita juga bisa menyebut jaringan telepon seluler GSM sebagai dunia maya?



-- 

<husni>

Kirim email ke