On Tue, Apr 26, 2005 at 10:44:48AM +0300, Mohammad DAMT wrote:
> waktu sma saya pernah protes ke pak guru ttg sebuah rumus trigonometri
> yg saya anggap tidak tepat,
> tapi apa yg saya dapat? pak guru bilang: kamu jangan protes, apalagi
> di depan anak2!

Memang menyedihkan yang seperti ini. Tidak encourage discussion dan
critical thinking. Padahal tidak semua disagreement == disrespectful.
Selama menyampaikannya baik2 dan objektif, why not. Saya lebih respect
guru yg encourage student utk mengoreksinya dan memulai diskusi yg
lebih menggugah pikiran, bisa jadi lebih mengerti dan sukur2 inspiring
(jatoh2nya jadi invention, hehe). Orang yg makin gila hormat malah
saya makin kurang respect. Guru yg paling berkesan itu yg bisa dekat
dg anak2 dan rasanya seperti temen, yg penting kita juga nggak jadi
nggak sopan sama beliau.

Bahkan orang tua saya sendiri pernah bilang "kalo sama guru jangan
suka membantah", padahal saya cuma nanya kenapa kok penggunaan suatu
kata (bahasa Inggris) itu begitu. Ya ini saya tidak setuju dg orang
tua saya.

If I run the country, I would put education as my top priority instead
of economy. But it's probably not as simple as it seems, and it's
probably why I don't run the country :-)

Ronny

Attachment: pgp0KolkUBtxe.pgp
Description: PGP signature

Kirim email ke