Ronny Haryanto wrote:
On Thu, Jun 09, 2005 at 03:11:57PM +0700, Arie Reynaldi Z wrote:
BTW dari milis yang lain ada pandangan, apabila microsoft memang mau
invest di indo dengan membuar research center dapat menjadi patokan
kepada investor untuk berani invest duitnya di Indonesia.
Ini pengamatan yg menarik. Tapi menurut saya sih org akan ngeliatnya
"Ah, Microsoft kan duitnya banyak." Tapi mudah2an saya salah.
Yap, saya setuju. "Orang" kalau lapar kan biasanya yang dipikirin gimana
bisa makan kenyang dulu. Kalau udah banyak uang (banyak kepercayaan)
baru mikir investasi jangka panjang.
Saya takutnya hanya sebagian kita yang menganggap investasi MS bisa jadi
benchmark. Sedangkan kalangan pebisnis disono paham betul ini bukan
proyek tambang uang. Tapi proyeknya 'orang' yang sudah 'tahan lapar'.
Kecuali paling kalau 'pemutihan' itu bisa dipastikan 'larinya' ke sana
semua.
Kalaupun RH,canonical,Novell mau nyari tenaga murah, perkiraan saya
larinya ke Bangalore,My atau Th. Mereka sekalian bisa jualan di sana.
Kalo kita mau kita bisa coba pikirkan cara/proposal utk approach Mark
Shuttleworth dr Canonical/Ubuntu tuh. Sapa tau dia mau invest juga
atau punya ide lain utk bantu. Saya taunya dia sangat peduli ke
kemanusiaan dan developing countries, terutama third-world countries.
http://www.markshuttleworth.com/
http://www.shuttleworthfoundation.org/
Ronny
Bagus sekali kalau ada yang bisa ngajak. Cuma kalaupun tidak rasanya
kita (incl negara) yang butuh OSS, bukan mereka yang butuh kita.
Entahlah gimana tanggapan DPR. Kalau ada gosip ttg ini di Forbes,Fortune
atau WS mungkin menarik juga.