Saya juga setuju dengan usulan mas Baskara. Asyik tuh kalau tempatnya bisa dijadikan lounge yang bisa dipakai untuk menunggu pertunjukan film. Sehingga nantinya profit center-nya bukan pada warnet-nya tapi pada makanannya. Atau kalau mau, bisa juga nge-charge warnet-nya dengan harga yang premium asalkan dibarengi dengan akses yang cepat.
On 6/27/05, Firdaus Tjahyadi <[EMAIL PROTECTED]
> wrote:
On 6/26/05, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
>
> Wah ... jawaban rekan-rekan sih bukan bisnis model,
> tapi itu yang kalian (dan yg saya) mau :)
> Yang dia tanyakan kan sisi bisnisnya.
> Apa memang menguntungkan?
saya punya beberapa teman yang punya warnet
1. Ruko belakang Hero Mall Bekasi 2 Ruko 36 PC
hanya buat warnet saja dengan win 98
market : mahasiswa, karyawan, dll
revenue/month : 36 jt
kompetitor : 4 warnet
2. Dibelakang ITBU ( institut teknologi budi utomo klender)
warnet dengan simply mepis 11 PC
market : mahasiswa, perumahan
revenue/month : 15 jt katanya net margin 10 jt
kompetitor : 4 warnet
BEP : 5 bulan
( jadi karyawan kaya saya nggak pernah mimpi punya gaji segitu per
bulan )
3. Di gerbang perumahan duta indah pondok gede
warnet dengan ubuntu & game centre win XP 16 PC
revenue/month : 16 jt
saya kira bisnis warnet+ masih menjanjikan apalagi kalo warnetnya
seperti permintaan kita2 yang ada cafe & bookstorenya.
Di PS ada cafe + warnet yang nyaman
di duren tiga ada bookstore + warnet tapi kelihatannya sepi jadi
kayanya tergantung tempatnya juga kalo tempat yg dekat perkantoran,
sekolah, kampus, mall saya kira bisnisnya cukup menjanjikan
