On 6/27/05, Oskar Syahbana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalo menurut saya, untung tidaknya warnet itu sih tergantung seberapa kita
> men-charge pelanggan. Kalau warnet-nya sendiri hanya men-charge
> 2000-3000/jam (seperti warnet - warnet di Jatinangor), wah angka segitu
> sangat sulit untuk dikejar.

warnet milik teman2 saya itu semuanya biaya internet 3000/jam
hitungannya adalah jika warnet tsb punya  kira-kira 20 PC mereka sudah untung
jika punya modal sendiri ya net margin bisa sampe 10 jt-an asal tadi
itu ada kira-kira 20 PC

>  
>  Saya juga setuju dengan usulan mas Baskara. Asyik tuh kalau tempatnya bisa
> dijadikan lounge yang bisa dipakai untuk menunggu pertunjukan film. Sehingga
> nantinya profit center-nya bukan pada warnet-nya tapi pada makanannya. Atau
> kalau mau, bisa juga nge-charge warnet-nya dengan harga yang premium asalkan
> dibarengi dengan akses yang cepat.

ada 2 macam bisnis model dalam internet cafe

1. cafe yang kemudian membuat warnet didalamnya biasanya pendapatan
utamanya ya dari cafenya.

2. warnet yang didalamnya dibuatkan cafe tempat makan minum dimana
pendapatan utamanya dari warnet

kalau zaman dulu waktu warnet masih dial up, dengan menjual makanan
dan minuman sangat membantu pendapatan bahkan mungkin makanannya yang
menyumbang lebih besar tetapi sekarang dengan banyaknya pilihan akses
internet tanpa menjual makanan & minuman pun warnet sudah untung
terutama di pinggir2 kota seperti tempat saya, kalau di mall mendingan
internet cafe yang esklusif  untuk menengah keatas dengan biaya
premium dan pelayanan yang bagus.

Kirim email ke