ya, kalau kecopetan atau di rampok mah mungkin kurang amal;) toh bawa mobil juga bisa kena kampak merah :-))
Kalau soal, biaya naik angkutan umum lebih mahal dari pada punya mobil, yaa ngga juga, karena kalau punya mobil selain biaya bensin ada juga biaya perawatan rutin dan biaya di serempet atau di tambrak.. yang menjadi soal lain adalah pemerintah ngga punya kepedulian untuk public transportation di jakarta atau kota-2 besar, karena kita ngga bisa beli satu tiket untuk semua jurusan... ini bayar 4000 cuman utk bus way, naik metro mini bayar lagi. memang untuk punya system terapadu di kota-kota besar seperti ini pemerintah harus invest yang sangat besar, akan tetapi kalau saja system ini terpadu dan bisa memudahkan aktivitas rakyat untuk lebih mobile, kan banyak yang bisa di hemat dari BMM. dengan asumsi begini, di indonesia orang lebih suka mobil keluarga ( entah kijang, panther, kuda, etc) paling kecil mobil ini 1300CC, dan hanya berpenumpang 1-2 orang, kalau di liat dari daya angkut dan operational cost sangat jomplang. kalau saja public transportationnya bagus, ada 1000 orang di jakarta ngga jalanin mobil keluarga dari senin sampai jumat dan beralih ke good public transportation berapa liter yang bisa di hemat dari 1000 orang ini. kalau 1000 orang ini bisa menduplikasi ke 1000 orang yang lain dan seterusnya luar biasa penghematannya. jadi gasohol itu bukan solusi permanen buat saya, itu cuma temporary solution, kalaupu 1000 orang pake gasohol penghematannya cuma 30% di banding 1000 orang ngga make mobil lima hari aja dalam seminggu. di belanda banyak yang make sepeda dan ngga malu dibilang umar bakri walaupun punya posisi tinggi, di jerman banyak professor yang kaya lebih suka naik angkutan umum, begitu juga di perancis, saya ketemu banyak orang yang mampu tapi lebih suka naik Subway ( karena bisa baca selama perjalanan ) Indonesia... mungkin masih mimpi di siang bolong, karena kita (rakyat & pemerintah ) tidak perduli dengan masa depan anak cucu kita, karena kita ngga bisa berhemat dan terus menganggap indonesia ini negara kaya dengan sumber daya alam yang besar.... ha.hahaha ... intinya harus dari diri kita sendiri dan dari hal yang paling kecil dan di mulai sekarang juga, pesen Aa Gym. regards Adjie On 7/7/05, risiyanto budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Afandy Abdul Ghoni wrote: > > >On 7/6/05, Adjie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > >>krn saya tinggal di pinggir jalan utama di komplek saya, kalau saya > >>amati banyak anak muda dengan motornya hilir mudik atau mondar-mandir > >>dengan sepeda motor, ini merupakan satu pemborosan dan orang indonesia > >>ngga merasa itu sebagai satu pemborosan, karena kalau bisa naik mobil > >>dan motor terus kemana-mana kesan nya wah gitu, belum lagi kalau di > >>jakarta macet sekali anda bisa liat di toll berapa banyak duit yang > >>kebakar dengan percuma hanya untuk macet setiap harinya. > >>jadi intinya orang indonesia ngga aware dan pemerintah juga ngga bisa > >>menyediakan good public transportation buat rakyatnya, maaf ngga spt > >>negara lain spt di Malaysia, spore, thailand atau di eropa kayak > >>german dan perancis, mereka sangat berhitung untuk membakar bensin > >>kalau ngga bener-2 perlu, mereka punya mobil di rumah tapi ke kantor > >>tetap naik metro ( sub way ) atau bus. terus terang disini cuku > >>terpadu, beli satu tiket mothly kita bisa kemana-mana naik subway dan > >>bus. > >> > >> > >> > >bukan supaya berkesan wah, tapi lebih pada kemudahan dan kalo dihitung > >lebih murah beli bensin daripada musti gonta-ganti kendaraan umum > >untuk sampai ke tempat tujuan. > > > > > belum lagi resiko kecopetan / kerampokan kalau naik kendaraan umum. > > Aris >
