*********** REPLY SEPARATOR  ***********
On 11/08/2005 at 15:35 stupid_kid wrote:
>komentar saya hanya:
>AMAT SANGAT BERBAHAYA
>
>paraahhhhhh................
>okelah tuh si Mikrosop soal strategic marketingnya.... pertama
>PENDIDIKAN..

Setahu saya, rata2 vendor software memang punya special price untuk education 
sector. Kalau Sun malah kadang juga diskon hardware habis-habisan (bukan cuma 
software).
Jadi strategi ini sudah standar, krn mereka memang sadar bahwa sektor 
pendidikan ini strategis.


>memang(pada awalnya)... its a WIN-WIN SOLUTION.... utk pendidikan dan
>Microsoft Development sendiri...
>tp apakah Anda² ato mereka(para siswa yg sekolahnya bekerja sama
>dengan Microsoft tsb) sadar?

Kadang2 justru ini menjadi nilai plus untuk sekolah tsb. (karena "bekerjasama" 
dengan Microsoft - perusahaan software terbesar di dunia. Wow)


>apakah org Indonesia hanya akan bisa menggunakan
>Word,Excel,Powerpoint,Frontpage,Access?? mo jd apaan? ksian amat org
>Indonesia.....

Staf di kantor2 yang saya migrasikan ke Linux juga cuma bisa pakai Writer, 
Calc, dst  :-)

Saya pribadi merasa bahwa praktisi bidang pendidikan seharusnya merasa punya 
kewajiban moral, untuk mencegah anak-anak bangsa terjebak di solusi yang 
"menjajah".
Di kantor saya yang dulu saya sudah melihat banyaknya problematika dengan 
software proprietary.

Lalu, kita bayar lisensi itu juga kan larinya ke luar negeri. Sayang devisanya.

Tapi ya itu, perlu sekolah-sekolah dengan nasionalisme tinggi untuk menyadari 
hal-hal seperti ini. Mungkin, inisiatifnya harus dari atas.

Jadi mikir, apakah bisa Ristek bekerjasama dengan Diknas, untuk membuat 
kurikulum IT berbasis open-source ya ?
Kalau bisa, wah ini bisa jadi terobosan yang luar biasa saya kira.


Salam,
Harry



Kirim email ke