At 8:22 AM +0700 9/5/05, fade2blac wrote:
Macet, disebabkan karena kendaraan yang jumlahnya tidak sebanding
dengan jumlah jalan. Mobil pribadi paling banyak. Ngukurnya gampang,
kalau mobil pribadi dilarang di jalan raya, dijamin nggak macet.
diperburuk dengan kurangnya disiplin lalu lintas. kendaraan umum:
ngetem seenaknya. motor: naik trotoar, tidak peduli garis batas lampu
lalulintas. mobil: tidak mau mengalah, serobot jalur.
Tapi kalau bis/motor dilarang, kemungkinan besar masih macet. Salah
satu cara yang paling kena untuk mengurangi kemacetan adalah dengan
mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. Caranya gimana?
a. Tarif Parkir dimahalin. Tentu pemda yang ambil duitnya.
Di London, pemerintah menetapkan tarif parkir yang sangat mahal,
sehingga orang lebih rela meninggalkan mobilnya di stasiun kereta,
lalu naik kereta, dan sesampai di dalam kota, naik bis. Bisnya
sendiri sangat 'jelek' tampangnya. Toh orang nggak butuh bis yg
enak2 amat, yg penting cepet sampai. Itu kan tujuan alat
transportasi?
akan muncul demo, mungkin menuntut hitung2-an kenapa harus dinaikkan.
b. Pajak mobil ditinggikan
Kalau nggak bener-bener kaya, jangan harap bisa punya mobil dan
bayar pajak. Mungkin bisa dengan pajak progresif. Artinya, tarif
pajak DKI paling tinggi (yang plat nomornya B), menyusul kota-kota
besar lainnya.
ini mungkin bukan demo, tapi bakalan dilobby secara gencar oleh para
kaum berduit langsung di level pemerintah/DPR.
Jika pengguna kendaraan pribadi dikurangi, pemda harus menyediakan
angkutan umum yang nyaman dan aman. Dari kedua langkah diatas, pemda
dapat tambahan duit banyak. Duitnya dikembalikan lagi untuk
membangun sistem transportasi yang lebih baik:
a. Sistem setoran dihapuskan, diganti sistem gaji tetap. Mungkin
akan mengurangi jumlah sopir ugal-ugalan dan rebutan penumpang.
Pasti akan makan korban, dan sopir2 pada demo. Ini juga harus
diantisipasi.
akan muncul protes keras bukan saja dari sopir, tapi dari pemilik
perusahaan. the haves ini yang lebih kuat pengaruhnya ke pembuat
peraturan.
b. Menetapkan standar yang lebih tinggi, dengan aturan lebih ketat
tentang bis yang masih layak beroperasi.
standar / aturan mestinya sudah memadai. yang kurang adalah
penegakannya. saya paling menderita kalau sedang naik motor dan
berada di belakang / samping bis yang asap knalpotnya benar2 bikin
sesak napas... :(
c. Dibuat sistem tiket terusan. Jika beli satu tiket KRL misalnya,
bisa dipake buat naik bis kemana-mana. Beli tiket PPD, bisa untuk
naik Mayasari Bakti. Tiket bisa dijual di warung-warung, dicetak
dengan alat khusus yang dikeluarkan oleh pemda. Ini diterapkan di
London dan mungkin negara eropa lainnya.
kalo yang ini, kok rasanya terlalu idealis ya.
Jika itu bisa direalisasi, baru dibuat peraturan lalu lintas yang
tegas, dengan sanksi yang berat. Pembuatan SIM diproses secara
benar. Tilang juga dijalankan sesuai dengan yang ada.
barusan di milis ITB dibahas soal bikin SIM. salah satu kesimpulan
sementara adalah, bikin SIM yang benar itu makan waktu hampir 2 bulan
(atau 3 bulan ya?) dan belum tentu dapet, jadi lebih baik bayar calo
/ nyogok petugas.
Pointnya adalah, tidak perlu mencari bentuk transportasi baru. Tapi
sistem yang ada dibenahi agar lebih efisien. Jika Busway sekarang
dianggap sukses apa indikatornya? Sukses berarti kemacetan
berkurang, ternyata tidak. Lalu monorel? Sependek pengetahuan saya,
itu pointless. Subway? Ngatasin banjir aja nggak gape mau bikin
subway.. :-)
baru sekali ngerasain busway. kesimpulan sementara sih, damn fast :)
gak perlu mikir parkir mobil/motor, dan nggak ikut terjebak kemacetan
lalu lintas. plus bonus olahraga dikit :)
sempat baca perbandingan secara ekonomis di majalah kendaraan
bermotor (auto bild?) tentang naik kendaraan sendiri vs busway,
kesimpulan mereka sih nggak terlalu salah, busway lebih ekonomis dan
lebih hemat waktu, tapi cuma menang sedikit. yang majalah itu lupa
perhitungkan adalah ongkos parkir, mana mungkin parkir di jakarta
nggak bayar parkir. kalo ongkos parkir juga diperhitungkan, busway
menang jauh.
--
I solemnly swear that I'm up to no good
http://data.startrek.or.id
http://kiozk.com