On 9/18/05, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
>  penasaran dgn gontok2an. :)
>  
>  Pernah dengar test driven programming kan. gimana kalau kita kembangkan
> "gontok2an driven programming"? hehe ada yg berminat? :p anak sekolahan
> biasanya langsung gak terima nih, gak ada dibuku soalnya. :)
>  
>  aku lagi ada develope software. bukan kerjaan kantor sih. mungkin semacam
> experimental gitu. Tapi pendekatannya mungkin "gontok2an" driven programming
> ini.
>  
>  Jadi udah sekitar 2 bulan developmentnya. Tapi even 1 line code pun belum
> ada. Kita bekerja 2 orang.  Jadi apa yg kita lakukan selama ini? Kita itu
> "gontok2an" dalam arti positif. Diskusi. Write it down on paper. Aku emang
> sengaja pilih cara ini. Gak mau coding sebelum semua jelas banget (detail).
> Tapi ada yg berpendapat, kalau begini terus kapan Codingnya? Hasilnya
> menurutku bagus.  Apa hasilnya:
>  1. Roadmap. paling susah dapet roadmap ini. Tau versi 1.0 itu feature apa
> aja, versi 2.0 itu apa. dan seterusnya. Ini menuntut design scalable.

Sebenarnya untuk produk roadmap,bukan orang teknis yang
menentukan,tapi input dari orang Produk marketing yang lebih punya
peran.

Orang teknis cenderung lebih rancu...(contohnya debat mau pake OSnya
vxworks atau bsd atau linux, codenya mau beli atau develop sendiri,
asicnya mau beli atau develop sendiri, mau develop diatas C atau
Java,hahahaha :) )

Istilahnya,80% waktu yang dipakai,harus digunakan untuk develop module
yang making money,dan harus robust.Daripada bikin software dan waktu
yg digunakan lebih banyak ke fancy stuffs,tapi gak sellable.

Oh ya,version 1.0 itu memang penting banget,karena design
arsitekturnya sangat mempengrahui development dan limitation
kedepannya.

Kalau pertanyaanya Kenapa orang Product Marketing ? Ini karena2 org2
ini tahu market intellegence,tahu customer maunya apa,tahu customer
untuk software ini mereka mau bayar berapa,etc.



>  2. Functional spec dan technical spec. (Baca joel on software untuk tau
> bedanya).
>  3. Layering Architecture . (Kita itu udah bisa ngomong kita lagi bicarakan
> layer 1 kan?)
>  
>  Yang paling penting itu yg aku temukan, bahwa aku bukan "jenius". Butuh
> orang lain untuk argue designku. Sering kejadian begini, "Kok gak kepikir
> yah, iya juga yah". Padahal peerku itu cuman kuliah IT 1 tahun dan udah 2
> tahun gak pernah ber-IT ria lagi. Sekurang2 pengalamannya peer kita, kalau
> diajak gontok2an(diskusi), sangat membantu.

Untuk ini sebaiknya kudu kerja di Valley (biar puas banget sama yang
kayak beginian),argumentasi di software war room memang paling hangat
dan gua paling demen disitu,soalnya kebanyakan developer main
implmentasi asal cepet aja,tapi gak mikirin interkoneksi dengan module
lain.....jadi bisa disikat kalau ada yang ngeyel dan schedulenya gak
realistis.



Carlos

Kirim email ke