On Friday 30 September 2005 17:31, Patriawan, Carlos wrote:
> > yo wis. yang penting bbm disubsidi dulu, soalnya reaktor nuklir
> > tidak bisa dibangun dengan pensil dan buku. buat bayar spp saja
> > bisa sekarat.
> >
> > btw, kayaknya masih banyak yang merasa 'kita harus berkorban,
> > menerima kenaikan bbm, demi kemajuan bangsa'. lah iya yang masih
> > sempat bisa berkorban. kalau yang sudah menjadi korban tergencet
> > bertahun-tahun masa masih mau disuruh berkorban. yang > diuntungkan
>
> Iya mas Adi tapi seperti  katanya Dono Kasino Indro maju kena mundur
> kena,siapapun yg jadi presiden pasti akan menghadapi dilema yang sama.

iya, seharusnya dari dulu Indonesia udah menghadapi masalah ini, tapi karena 
terlalu keenakan di subsidi, jadinya keterusan, emang  karena mis management 
negara kita sudah terlalu jauh, Mau ga mau, kita harus hadapi, saya rasa 
sekarang saat nya kita hadapi dengan mengambil hikmatnya..
cari sisi positif nya, toh pemerintah sudah menaikan BBM, daripada demo 
terus-terusan mendingan mikir caranya supaya bisa bersaing dan berbuat 
sesuatu untuk negara kita.
hidup memang tidak semakin mudah, tapi semakin sukar....

Lihat si Jepang, abis di bom habis-habisan, mereka bisa bangun lagi dengan 
cepat, malah menjadi yang terdepan...

-- 
Indra
http://verinux.com - "Technology in a smart way"
http://rtrw.net - "Internet untuk Semua"
http://negaraku.com - "negara siapa?"

Kirim email ke