On Saturday 15 October 2005 06:49, adi wrote:
> On Fri, Oct 14, 2005 at 02:52:15PM -0700, Patriawan, Carlos wrote:
> > waduh om,mungkin kita sama2 salah atau sama2 benar,tapi kayaknya
> > terlalu banyak yang dicampuradukkan yah(dari taliban,indian di amerika
> > selatan,etc) jadinya rancu apa yg dibahas.pusing gw :)) Koq malah
> > bicarain buruh sekarang,kalau masalah ini bukan domain saya :P
>
> he..he.. relaks :-) thread ini sudah dari sononya menyimpang bin OOT,
> tapi saya menanggapi komentar anda terhadap kang harry soal pengelolaan
> sumber daya alam. anda melihatnya maskapai asing sebagai kesempatan dan
> itikad baik. saya melihatnya beda, kita perlu melihat dulu secara
> komprehensif, apa saja yang sudah dilakukan 'mereka' untuk bangsa ini.
> dan barangkali kita bisa belajar juga dari apa saja yang sudah 'mereka'
> lakukan kepada bangsa lain.

hmmm, IMHO masalahnya lebih kepada kita sendiri. yang disebut 'mereka' itu 
lebih kepada perusahaan asing daripada negara asing secara keseluruhan. 
perusahaan eksis untuk berlomba mendapatkan keuntungan, bukan berlomba untuk 
berbuat sesuatu demi bangsa ini. kalau kitanya sendiri mengizinkan mereka 
untuk berbuat tidak baik, ya mereka akan lakukan untuk memaksimalkan 
keuntungan mereka. kalau kita bisa disogok, mereka akan menyogok kita. 
seandainya kita bisa diadu domba, mereka juga akan lakukan.

ini juga terjadi di negara asalnya dan di negara lainnya. seandainya di negara 
asalnya mereka mendapat ruang untuk berbuat tidak baik untuk keuntungan 
mereka, mereka akan lakukan juga.

perusahaan di indonesia juga bukannya lebih suci. kalau mereka bisa nyogok 
aparat, mereka akan lakukan. tapi jika seandainya mereka beroperasi di luar 
negeri dan di sana tidak bisa nyogok, ya mereka gak akan lakukan.

memang ada perusahaan yang punya standar etika relatif tinggi, ada juga yang 
relatif rendah. tapi rata-rata perusahaan akan melakukan hal-hal sepanjang 
memungkinkan untuk memaksimalkan keuntungannya, terlepas dari sifat baik atau 
buruknya.

jadi, IMHO, tidak perlu antipati dengan entitas asing yang melakukan bisnisnya 
di indonesia sepanjang mereka melakukan kegiatannya sesuai aturan yang kita 
tentukan. kalau mereka melakukan hal-hal yang menurut kita merugikan tapi 
masih di dalam batas2 yang kita tentukan, ya itu salah kita sendiri :)

-- 
http://priyadi.net

Kirim email ke