On 10/27/05, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ... > MM misalnya. katanya SPP mahal karena memang biaya pendidikan itu mahal, > lah ini kan praktis modal abab doang juga masih mahal.
Maksudnya "modal adab doang" itu bagaimana? ;-) ... > Anyway, belum tentu yang > SPP-nya mahal tidak punya public accountability. > Justru itu perlu diukur. Saya bukannya alergi dengan pengukuran dan public accountability (meskipun saya tidak tahu maksudnya public accountability ini seperti apa). Justru sebaliknya. ;-) Bahkan, ketika saya diangkat menjadi Direktur salah satu pusat penelitian di ITB, fokus utama saya adalah membuat indikator dan kriteria keberhasilan sebuah pusat penelitian. Tidak bisa seseorang membuat klaim pusat penelitian tanpa ada ukuran yang jelas. Waktu itu saya coba membuat beberapa indikator; - teknologi (berapa banyak karya ilmiah, paten/haki, produk, dll) - people (berapa banyak SDM, latar belakang pendidikan, kemampuan. gak lucu kalau ada yang anggotanya hanya satu orang kan? kemudian bagaimana karir SDMnya) - proses (bagaimana pengelolaan/management sehari-hari, proses pengambilan keputusan, dsb.) - finansial (berapa pemasukan baik dari riset, layanan, dll.) Tidak semua harus bagus, tapi harus diukur untuk melihat kemajuan (atau kemunduran). Harus jujur terhadap diri sendiri. Ternyata untuk mengukur hal yang di atas, tidak mudah. :( Begitu ... -- budi
