On 11/20/05, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jangan lupa, Human Resource Quality tanpa koneksi internet yang baik pun akan terbuang percuma. Contohnya India yang bisa men-sustain SDMnya agar tetap berkarya di India (dan akhirnya jadi penyumbang devisa) dan Indonesia yang walaupun SDMnya unggul, koneksi internetnya sucks (yang berakibat orang - orangnya pada kabur keluar dan ga balik - balik lagi hehehe).
Bagaimana dengan Bombai? Di Fortune beberapa edisi lalu, Bombay (Mumbay) juga merupakan tujuan perusahaan - perusahaan asing.
The question is when? BHTV itu kalau tidak salah sudah dicanangkan sejak lama deh tapi realisasinya masih belum (karena you-know-what)
Jadi curious... ada yang punya copy tax regulations Indonesia yang terbaru (yang masih jadi RUU kalo ga salah)?
Loh bukannya beliau masih tetap ngotot menjadikan Bill Gates dan Microsoftnya sebagai IT partner Indonesia? Kalau memang punya pemikiran seperti itu, seharusnya beliau (lebih tepatnya: penasihat - penasihatnya) sadar kalau propietary software (setidaknya untuk kondisi sekarang) bukanlah jawaban.
Nah, points yang sangat bagus itulah Bang Ary.
Dulu saya juga mengira kalau hitech = bangunan mewah tapi tidak lagi.
Di Valley juga bangunan paling tinggi cuman tiga lantai.
It's 80% about Human Resources Quality.
Jangan lupa, Human Resource Quality tanpa koneksi internet yang baik pun akan terbuang percuma. Contohnya India yang bisa men-sustain SDMnya agar tetap berkarya di India (dan akhirnya jadi penyumbang devisa) dan Indonesia yang walaupun SDMnya unggul, koneksi internetnya sucks (yang berakibat orang - orangnya pada kabur keluar dan ga balik - balik lagi hehehe).
Harga land yang sangat tinggi di Silicon Valley juga terjadi di
Bangalore dalam waktu yang sangat cepat.Tapi ini terjadi karena daya
beli/buying power yang tiba-tiba naik sangat tinggi,karena
perusahaan-perushaan Amerika,Eropah,Jepang dan China itu bidding land
price in ANY prices.Yang penting Bangalore,kata mereka.
Bagaimana dengan Bombai? Di Fortune beberapa edisi lalu, Bombay (Mumbay) juga merupakan tujuan perusahaan - perusahaan asing.
Menurut teman saya,harga tanah di Bangalore itu double dalam waktu 4
tahun.
Makanya,kalau industri IT di Bandung mulai dilirik investor
asing,Buruan dah beli tanah2 di Bandung/Cimahi ..hehehe..... ;-)
The question is when? BHTV itu kalau tidak salah sudah dicanangkan sejak lama deh tapi realisasinya masih belum (karena you-know-what)
-
Kesimpulan sedikit, **mungkin** untuk mengembangkan hi-tech sector
IT,kita harus punya satu perushaan lokal yang "can get the job done" in
any levels dan bisa menampung pekerja IT secara masive (bukan tipikal 1
s/d 100 pegawai) dan tentunya kemudahan2 bagi persh asing untuk buka
R&D yang dibuat oleh pemerintah.
Jadi curious... ada yang punya copy tax regulations Indonesia yang terbaru (yang masih jadi RUU kalo ga salah)?
Mudah-mudahan waktu SBY datang ke Bangalore 1 bulan yang lalu,hal
seperti ini masuk kedalam pemikiran beliau.
Loh bukannya beliau masih tetap ngotot menjadikan Bill Gates dan Microsoftnya sebagai IT partner Indonesia? Kalau memang punya pemikiran seperti itu, seharusnya beliau (lebih tepatnya: penasihat - penasihatnya) sadar kalau propietary software (setidaknya untuk kondisi sekarang) bukanlah jawaban.
--
Oskar Syahbana
http://www.permagnus.com/
http://blog.permagnus.com/
