--cut--
ini email sebelumnya,mungkin kepotong yach:
Dari Bang Oskar ->
"....Open source software profit centernya kan memang kebanyakan ada di
***SERVIS***. Jadi jangan salahkan bisnis modelnya :-). Redhat pun
akhirnya bisa besar dan sumber pemasukan utamanya *BUKAN* terletak pada
penjualan software......".
Tapi berdasarkan finansial report redhat,ternyata revenue mereka
primarily justru dari subscribtion alias penjualan software ke
enterprise ,dibanding jasa services.
Hm... kayaknya saya ya yang salah menempatkan perbendaharaan bahasanya. Kayak gini loh maksudnya: Microsoft pemasukan utamanya jelas dari hasil penjualan software. Update terhadap software mereka dapat kita peroleh secara gratis. Support yang ditawarkan ke pelanggan rumahan nyaris nihil (ga tau deh kalau pelanggan korporat... ga pernah make siy hehehe).
Berbeda dengan Redhat. Kalau ada orang yang mau ngebajak software-nya yah silahkan saja (sekali lagi, Redhat Enterprise itu lisensinya masih GPL bukan?), tetapi mereka tidak akan mendapatkan release/update terbaru. Support juga engga ditawarkan kecuali kita subscribe (dengan membayar sejumlah uang) kepada mereka. Dan subscription ini masih saya golongkan kepada servis karena memang, barang tangible-nya kan engga ada. Kalau memang ternyata subscription service (coba dibaca deh... namanya subscription *SERVICE*) ini ditaruh di neraca yang berbeda dengan "service", ya itu hak prerogative FM-nya.
Sorry kalau ambigu jadinya.
Oskar Syahbana
http://www.permagnus.com/
http://blog.permagnus.com/
