2005/11/24, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]>: > Saya masih inget kalau Pakcik pernah gagal outsourcing projek ke > Indonesia(ada di email sebelumnya),tolong kalau bisa di sharing juga > ceritanya PakCik.Please.
Wah, saya suka kelepasan . Saya emang pernah terlibat outsource kecil2an ke Indonesia. Kalau diminta share begini jadi repot, karna gak mau nyebut nama dan jenis projectnya. Karna orang2 nya kemungkinan besar ada disini. Tapi intinya, cari tempat outsource di Indonesia itu susah. Mungkin ada perusahaan2 gede , tapi salah satu alasan outsource kan reduce cost. Tapi kalau di cari perusahaan kecil yang punya 10 sampai 20 employee, banyak sekali penyakitnya. Gak bisa describe project in term of time lah, gak ada methodologylah. Paling parah itu merasa bisa. IT ini gampang2 susah. Kalau liat sekilas, bikin google itu gampang. Tentu dengan million assumptions dibelakangnya. Intinya gak bisa GET THE JOB DONE. Makanya saya sangat care sama perusahaan2 kecil ini dan gak mau bermanis2 sama istilah GET THE JOB DONE, harus keras. Kalau kita bilang kita itu bisa kok "hanya" perlu bisa get the job done. "Hanya" ini menyimpan million assumptions. Padahal "Hanya" ini adalah bagian paling susah. Tapi karna biasanya kita siapkan backup plan karna ini sangat risky, jadi aman2 aja. Cuman kalau saya recommend lagi misalnya ke Indonesia outsource setelah gagal 2 kali, mungkin akan berpikir 1000 kali untuk coba lagi. ok, gitu aja -- Pakcik Under Construction
