On Fri, Nov 25, 2005 at 03:22:25PM +0700, Ikhlasul Amal wrote: > Barangkali Baskara melihat dari kelaziman "s" di awal kata berubah > menjadi "ny", seperti "sapu" --> "menyapu". Saya belum tahu persis > aturannya, cuma memang agak terbentur untuk kata serapan, misalnya: > "sinkron" --> "mensinkronkan" atau "menyinkronkan"?
's' bisa luruh kalau menjadi bagian dari kata-kata asli bahasa indonesia (atau dijadikan sebagai bahasa indonesia, bukan serapan). subkontrak (note: tidak dipisah, bahasa indoensia tidak mengenal 'sub'), walaupun ditulis ala bahasa indonesia, itu bukan kata yang diserap, jadi 's' tidak bisa luruh. contoh: satu -> menyatukan sesat -> menyesatkan senang -> menyenangkan sinkron -> mensinkronkan subkontrak -> mensubkontrakkan (contoh di atas dibaca dengan gmail jadinya gimana? :-) > Karena sub kontrak bukan kata asing, maka digabung saja, "mensubkotrakkan". itu juga bukan bahasa indonesia (bisa saja sih dianggap kata majemuk hi..hi..). btw, banyak kesalahan dilakukan karena bahasa indonesia tidak mengenal bentuk jamak, kalau ada bentuk jamak harus diulang (pakai '-'). contoh, orang menggunakan kata 'metoda' untuk metode-metode, 'hipotesa' untuk hipotesis-hipotesis. penggunakan kata 'metoda' dan 'hipotesa' itu salah (kalau diartikan jamak). Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Ini signature saya. Pasang iklan anda di sini ... tarif menantang :-)
