On Fri, Nov 25, 2005 at 06:50:58PM +0700, Budi Rahardjo wrote: > ada hal-hal yang tidak terungkap di dalam hasil studi. > biasanya hal-hal ini yang bersifat personal, atau > kalau ditulis bisa dituntut. he he he.
tapi itu tdk bersifat 'universe' :-) anyway, welcome to the real world. tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa 'diterangkan' dengan 100% komprehensif. untuk itu ada epistemologi, ada orang yang secara spesifik memusatkan hidupnya untuk mencari/menjelaskan fenomena, entah menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, kedua-duanya. penelitian kualitatif yang baik adalah mampu menjadi 'potret'. dan untuk mampu membaca penelitian kualitatif yang baik, diperlukan pengetahuan dan keahlian tertentu (sama lah untuk kuantitatif juga, critical appraisal). dari situ, tanpa di tuntut, antara penulis dan pembaca bisa mengkomunikasikan hal-hal yang punya potensi dituntut :-) sebagus apa pun, tetap saja tidak akan komprehensif 100%. dengan meletakkan orang di sana juga bisa 100% komprehensif? :-) sebenarnya maksudnya lebih ke pemanfaatan hasil-hasil studi (buku) yang sudah ada, misalnya untuk BHTV atau yang lain. jadi, sebaiknya karena dianggap 'tidak komprehensif' terus ditinggal atau dilewati. alasannya sederhana: murah. contoh: tuh magister manajemen teknologi usir panu fakultas pasca sarjana universitas im-yang-bu-tek-cin-keng tiap tahun bisa menerima 1000 orang mahasiswa, makanya ayuh kita bikin juga jurusan yang sama di sini. usut punya usut, ternyata mahasiswa 1000 orang per tahun itu adalah proyek pemerintah bantuan dari asian development bank yang merasa prihatin dengan penyebaran penyakit panu yang sudah menjadi pandemik. makanya perlu sdm yang banyak untuk menanggulangi hal ini. dari info ini, orang bisa punya 'hint' tentang langkah apa yang harus diambil demi keberhasilan jurusan yang mau dibikin tersebut. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Ini signature saya. Pasang iklan anda di sini ... tarif menantang :-)
